Presiden Trump mengecam China di Truth Social, menuduh Beijing melanggar perjanjian tarif baru-baru ini. Dalam postingan hari Jumat, ia mengisyaratkan tanggapan AS yang akan lebih keras kedepannya. Trump tidak menjelaskan secara pasti bagaimana China melanggar kesepakatan, tetapi tuduhannya dapat mempersulit pembicaraan dagang antara AS dan Beijing. Beberapa minggu yang lalu, kedua belah pihak sepakat menurunkan tarif. AS memangkas bea atas ekspor China dari 145% menjadi 30%, sementara China menurunkan tarif dari 125% menjadi 10%.
Setelah menurunkan tarif, China memberlakukan pembatasan baru pada magnet tanah jarang, komponen utama yang digunakan dalam mobil, semikonduktor, dan pesawat Amerika. Karena China memproduksi sekitar 90% logam tanah jarang dunia, langkah ini menyebabkan kemunduran bagi manufaktur AS. Di sisi lain, AS memperketat pembatasan teknologi, memblokir pengiriman semikonduktor canggih ke China. AS juga berhenti mengekspor suku cadang kedirgantaraan yang penting bagi industri penerbangan komersial China.
Hari Jumat, China mengatakan terbuka untuk bekerja sama dengan AS dalam ekspor tanah jarang. Namun tidak jelas apakah itu terjadi sebelum atau sesudah postingan Trump di media sosial.
