Site icon NTD Indonesia

Trump-Xi Sepakat Tarif Fentanil Turun, China Borong Kedelai 

Presiden Trump tengah bertolak kembali ke Washington usai melakukan serangkaian kegiatan di Asia. Perjalanan dinas Trump di Korea Selatan diakhirinya dengan pertemuan tingkat tinggi dengan pemimpin PKC Xi Jinping. Usai pertemuan, Trump mengatakan bahwa AS akan mengurangi tarif fentanil pada Beijing sementara China akan melakukan pembelian kedelai AS dalam jumlah besar serta menghentikan kontrol ekspor tanah jarang yang telah berjalan. Koresponden NTD Washington, Mari Otsu, melaporkan dari Gwangju, Korea Selatan.

[Donald Trump, Presiden AS]:

“Beliau akan bertindak tegas untuk urusan fentanil, segala sesuatu yang berkaitan dengan fentanil dan aturan-aturan internal, termasuk mengambil tindakan tegas bagi yang tidak patuh.”

Presiden Trump mengumumkan akan menyesuaikan kembali tarif atas fentanil usai pertemuan tatap muka pertamanya dengan Xi Jinping setelah enam tahun.

[Donald Trump, Presiden AS]:

“Sebelumnya 57, sekarang 47% karena saya yakin mereka akan bertindak tegas.”

Tarif 20% atas impor China akibat Beijing gagal mengekang ekspor bahan baku fentanil kini dikurangi menjadi 10% dan akan segera diberlakukan. Perihal China akan memborong produk-produk pertanian AS,

[Donald Trump, Presiden AS]:

“Jumlah yang besar, sejumlah besar kedelai dan produk pertanian lainnya akan dilakukan pembelian segera, segera “

Trump berkata Xi telah menginstruksikan pembelian kedelai AS tepat sebelum pertemuan mereka.

[Donald Trump, Presiden AS]:

“Saya hargai. Itu isyarat yang sangat bagus.”

Sementara itu, Trump menyatakan sengketa mengenai tanah jarang juga telah diselesaikan.

[Donald Trump, Presiden AS]:

“Semua yang berkaitan dengan tanah jarang telah diselesaikan. Dan itu berlaku untuk seluruh dunia. saya bisa katakan ini untuk situasi di seluruh dunia, bukan hanya AS.”

China, yang hampir menguasai suplai tanah jarang, elemen penting untuk mobil, pesawat, dan senjata, memperketat pembatasan ekspornya mineral pentingnya awal bulan ini. Menanggapi masalah itu, Presiden Trump menandatangani kesepakatan dengan negara-negara Indo-Pasifik, termasuk Jepang, Malaysia, dan Australia guna melawan dominasi Beijing. Namun usai pertemuannya dengan Xi,

[Donald Trump, Presiden AS]:

“Tidak ada hambatan sama sekali untuk tanah jarang. Semoga ini akan hilang dari kosakata kita untuk sementara waktu.”

Trump mengatakan bahwa ini adalah kesepakatan satu tahun dan akan diperbarui tiap tahunnya. Beberapa waktu sebelum pertemuannya dengan Xi, Presiden Trump mengumumkan bahwa ia telah menginstruksikan Departemen Perang untuk segera mulai melakukan pengujian senjata nuklir AS disaat negara-negara lain telah lebih dahulu melakukannya terutama China dan Rusia.

[Donald Trump, Presiden AS]:

“Tampaknya semua sudah melakukan uji nuklir. Senjata nuklir kita lebih banyak dari siapa pun. Kita tidak melakukan. Kita mencegahnya selama bertahun-tahun. Tapi karena pihak lain sudah melakukannya, saya pikir kita juga akan melakukannya.”

Presiden Trump juga mengumumkan bahwa China akan mulai membeli energi AS, bahkan menyebutkan transaksi minyak dan gas dalam jumlah yang sangat besar dari Alaska. Ia juga menyampaikan rencananya mengunjungi China pada April mendatang, dan setelahnya Xi Jinping akan datang mengunjungi AS. Mari Otsu, NTD News.