Fokus

Uni Eropa Menyerukan Akses untuk Penyelidikan ke Xinjiang dan Tibet

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, menyerukan kepada rezim Tiongkok untuk mengizinkan komisaris HAM PBB, untuk mengunjungi Xinjiang dan Tibet, untuk menyelidiki penganiayaan terhadap Muslim Uighur dan orang Tibet yang tinggal di dua wilayah itu.

Borrel, perwakilan tinggi UE untuk kebijakan luar negeri: “Sekali lagi, kami mendesak Tiongkok untuk mengizinkan akses yang berarti ke Xinjiang untuk para pengamat independen, termasuk Komisaris Tinggi Bachelet.”

Kepala kebijakan luar negeri itu mengatakan bahwa ini adalah kunci untuk memungkinkan penilaian independent atas keprihatinan serius masyarakat internasional.

Disrupsi sedang terjadi di industri fashion, dengan masalah rantai pasokan yang tumbuh tidak seperti sebelumnya dalam sejarah baru-baru ini.

Nike, H&M, The Gap, Old Navy, dan gerai mode lainnya, memindahkan sumber kapas mereka dari wilayah Xinjiang, Tiongkok.

Presiden Federasi Tekstil Taiwan, Justin Huang, mengatakan itu karena merek Barat tidak lagi menginginkan kapas Tiongkok.

Ini, setelah AS melarang impor produk kapas yang diproduksi di Xinjiang.

Sanksi AS dipicu oleh penindasan Beijing terhadap etnis minoritas Uighur.

Beberapa orang Uighur yang ditahan di kamp kerja paksa Xinjiang, mengatakan kalau mereka disiksa dan dipaksa bekerja di pabrik tekstil.

Larangan tersebut berlaku untuk produk yang “dibuat seluruhnya ataupun sebagian” dengan kapas Xinjiang.

Wakil presiden Asosiasi Pakaian dan Alas Kaki Amerika, Nate Herman, mengatakan bahwa merek fashion Amerika sedang bekerja keras untuk menghilangkan kapas Xinjiang dari rantai pasokan mereka.

Nike telah mengonfirmasi pemasoknya tidak menggunakan produk tekstil dari Xinjiang.

The Gap, Old Navy dan Banana Republic mengatakan, mereka telah melarang pemasok untuk mengambil produk dari Xinjiang, secara langsung atau tidak langsung.

Hal yang sama berlaku untuk H&M dan perusahaan furnitur, IKEA.

Larangan bulan lalu telah mempengaruhi lebih dari 80% produksi kapas di Tiongkok.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klikĀ di sini. Video, silahkan klikĀ di sini.

VIDEO REKOMENDASI