Fokus

Universitas Hong Kong Meminta Pemindahan Patung Peringatan Pembantaian Tiananmen

Kini kita beralih ke Hongkong.

Sebuah patung untuk mengenang para korban Pembantaian Lapangan Tiananmen 1989 diberi tenggat waktu hanya beberapa hari untuk dipindahkan dari sebuah kampus universitas di Hong Kong.

Pembuatnya dari Denmark, Galschiot yakin, motif sebenarnya adalah agar patung itu dihancurkan.

Ini terjadi setelah otoritas meningkatkan tekanan pada kelompok-kelompok pro-demokrasi di Hong Kong.

Patung itu disebut “Pillar of Shame”, patung ini telah ada di Hong Kong selama 24 tahun, untuk mengenang pengunjuk rasa mahasiswa yang terbunuh dalam pembantaian Lapangan Tiananmen 1989.

Universitas Hong Kong menuntut itu dipindahkan pada 13 Oktober, memberikan pemberitahuan kurang dari seminggu.

Pembuatnya mengatakan, pemindahan tidak dapat dilakukan dalam beberapa hari.

Galschiot: “Saya pikir mereka akan menghancurkannya, inilah alasan mereka melakukan itu. Jadi cerita di balik semua ini, adalah membuat alasan untuk menghancurkan, karena jika ‘oh, tidak ada yang datang untuk mengambilnya, dan sekarang kita menghancurkannya’.”

Galschiot meminjamkan patung itu ke Aliansi Hong Kong untuk mendukung Gerakan Demokratik Patriotik Tiongkok, dan patung itu berakhir di kampus Universitas Hong Kong.

Aliansi itu adalah penyelenggara acara nyala lilin tahunan Pembantaian Lapangan Tiananmen, di Hong Kong.

Beijing telah bekerja untuk membungkam pembicaraan tentang pembantaian 1989.

Pada bulan September, Aliansi itu terpaksa dibubarkan setelah polisi Hong Kong menangkap lima pemimpin kelompok tersebut.

Galschiot: “Tentu saja ini masalah, karena jika Aliansi menghilang, dan para siswa menghilang, dan tidak bisa berbuat apa-apa, maka saya benar-benar tidak tahu apa yang harus saya lakukan.”

Universitas Hong Kong belum memberikan alasan untuk permintaan pemindahan, tapi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “Objek pameran yang dipertanyakan adalah milik organisasi eksternal yang secara terbuka mengumumkan bahwa mereka sedang dalam proses pembubaran.”

Galschiot mengatakan, perintah penghapusan itu merupakan serangan terhadap memori tindakan keras Tiananmen.

Dia berkata, patung itu sangat mahal dan masih adalah miliknya.

Jika hancur atau rusak, dia mengatakan akan menghubungi pengacaranya.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI