Fokus

Upaya Tiongkok untuk Bergabung dengan Blok Perdagangan Besar Asia-Pasifik

Beijing sedang mencoba untuk bergabung dengan pakta perdagangan pasifik utama.

AS mempelopori pakta di bawah Obama untuk melawan pengaruh Tiongkok, tapi kemudian meninggalkan kesepakatan itu, di bawah Trump, yang mengatakan itu membunuh pekerjaan.

Beijing melamar untuk bergabung dengan sebuah blok perdagangan utama yang membentang di kawasan Asia Pasifik.

Blok itu disebut CPTPP, dan ini adalah kesepakatan besar.

Negara-negara anggota blok ini menghasilkan lebih dari 10% pendapatan dunia.

Dan apa saja keistimewaannya? Akses yang lebih baik ke pasar negara lain.

Pakta perdagangan memotong atau mengurangi 95% tarif impor antar negara anggota kecuali di industri domestik yang sensitif, seperti pertanian beras Jepang.

Dan siapa saja anggotanya?

11 negara di kawasan Asia Pasifik, antara lain Australia, Jepang, Kanada, dan Selandia Baru.

Tapi AS bukan bagian dari klub itu.

Sebenarnya, mantan presiden Obama merundingkan kesepakatan untuk melawan pengaruh Tiongkok yang berkembang di kawasan itu, tapi kemudian Trump menarik AS keluar, dan Biden juga tidak akan bergabung kembali.

Dia mengatakan sebelumnya, bagian dari kesepakatan perlu dinegosiasikan ulang jika AS bergabung kembali.

Lamaran Tiongkok untuk bergabung dengan klub datang segera setelah berita besar minggu lalu,

AS, Inggris, dan Australia membentuk aliansi baru untuk melawan pengaruh Beijing.

Tidak jelas apakah lamaran Beijing akan disetujui.

Untuk bergabung, Tiongkok perlu mendapat persetujuan dari semua negara anggota, tapi beberapa memiliki hubungan yang tegang dengan Beijing, seperti Australia.

Tiongkok juga memiliki sengketa wilayah dengan Jepang dan Vietnam.

Dan ada satu area yang tidak dapat dipatuhi oleh Tiongkok, yaitu bagaimana cara bisnis mengelola data pribadi.

Riley Walters, Wakil direktur Hudson Institute Japan Chair: “CPTPP, Anda tahu, salah satu aturannya adalah bahwa kita seharusnya tidak mengizinkan, kita tidak boleh memaksa perusahaan untuk menyimpan informasi mereka di negara tertentu. Tiongkok memiliki undang-undang keamanan nasional yang secara khusus mengatakan itu. Jadi, Anda tahu, bagaimana Anda menjadikan persegi atas lingkaran itu? Saya tidak berpikir Tiongkok bisa.”

Jepang memimpin blok perdagangan itu tahun ini.

Dikatakan, akan menilai secara menyeluruh apakah Tiongkok memenuhi standar untuk bergabung dengan blok perdagangan tersebut.

Dan anggota blok perdagangan sudah menentang aplikasi Beijing.

Australia mengatakan tidak akan membiarkan Beijing bergabung dengan klub, sampai rezim Tiongkok melakukan dua hal.

Satu: menghapus tarif barang-barang Australia; dan dua: melanjutkan dialog menteri ke menteri, antara kedua negara.

Ketegangan Tiongkok-Australia telah meroket dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2020, Beijing mengenakan tarif 200% untuk anggur Australia.

Pada saat itu, Tiongkok adalah salah satu pasar terbesar untuk ekspor anggur Australia.

Langkah itu mengikuti seruan Australia untuk penyelidikan tentang asal usul virus PKT.

Kedua negara menghentikan dialog di tingkat menteri, di tengah kebuntuan.

Australia sejak itu telah mengajukan keluhan kepada WTO, mengenai tarif Tiongkok.

Dan Taiwan juga meragukan permintaan Beijing untuk bergabung dengan blok perdagangan itu.

Memposting di Twitter, Menlu Taiwan mengatakan,

“Tiongkok ingin bergabung dengan CPTPP yang berstandar tinggi? Apakah ini lelucon?”

Tweet itu muncul setelah Tiongkok mengumumkan larangan atas impor apel lilin dan apel gula Taiwan tanpa peringatan.

Beijing mengatakan, pihaknya menemukan hama pada buah-buahan impor ini.

Langkah ini bisa menjadi pukulan bagi industri pertanian Taiwan.

Tahun lalu, hingga 97% dari ekspor buah-buahan ini, pergi ke Tiongkok.

Taiwan berkata, langkah itu adalah tindakan mempersenjatai perdagangan.

Taiwan mengatakan, Beijing belum memberikan bukti apa pun atas klaimnya tentang masalah hama.

Taiwan sedang mempertimbangkan untuk mengajukan pengaduan ke WTO atas pelarangan buah tersebut.

Larangan buah Beijing tidak sepenuhnya mengejutkan.

Awal tahun ini, di bawah ketegangan yang meningkat antara Tiongkok daratan dan Taiwan,

Beijing melarang impor nanas Taiwan, dengan alasan “makhluk berbahaya” yang bisa datang bersama buah tersebut.

Taiwan membalas, dengan mengatakan tidak ada yang salah dengan nanasnya, dan menuduh Beijing bermain politik.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI