Fokus

Video dari Lembaga Aeronautika Tiongkok Menimbulkan Kecurigaan

Salah satu corong media rezim PKT, People’s Daily, mempublikasikan video latihan dari Lembaga Aeronautika Tiongkok di Twitter minggu lalu.

Tweet itu menggambarkan klip tersebut sebagai: ‘Video pelatihan yang mengesankan dari Lembaga Aeronautika Tiongkok.’

Video itu menunjukkan sebuah jet melaju kencang di sepanjang landasan pacu sebelum berbelok 90 derajat, dan lepas landas.

Setelah jet naik ke atas, video menunjukkan jet itu melakukan manuver yang sulit, seperti memutar di udara.

Namun tidak lama setelah video tersebut dirilis, warganet mulai menyuarakan kecurigaan mereka.

Dalam klip tersebut, seorang pria terlihat berdiri di samping landasan pacu, sementara sebuah model pesawat, diparkir di tanah di sampingnya.

Dia dicurigai mengoperasikan jet, lewat remote control.

Kepala Intelijen Pertahanan Inggris mengatakan bahwa rezim Tiongkok adalah ancaman terbesar bagi keteraturan dunia.

Pada briefing media pertama kalinya, di pusat intelijen “Five Eyes,” Letjen. Jim Hockenhull, mengatakan kepada reporter, bahwa Rusia menjadi ancaman terbesar dalam bidang militer dan geopolitik bagi Eropa.

Dan rezim Tiongkok menjadi ancaman terbesar bagi keteraturan dunia.

Menurut The Telegraph, dia menyebut Tiongkok menjadi semakin otoriter dan ambisius.

Berupaya untuk menerapkan standar dan norma Tiongkok, dan menggunakan kekuatan ekonominya untuk mempengaruhi dan mengacau.

Yang didukung oleh investasi yang sangat besar dalam memodernisasi pasukan bersenjatanya.

Aplikasi mobile untuk berbagi video, TikTok, dilaporkan telah menerima tawaran dari Oracle untuk bisnis AS-nya, menolak pesaing lain, Microsoft.

Oracle telah mengalahkan penawar saingannya, Microsoft, untuk mengambil alih operasi Tiktok, sebuah aplikasi berbagi video populer, di AS.

Itu menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, yang mengatakan pada Minggu (13 Sep) bahwa kesepakatan itu tidak akan menjadi penjualan, melainkan restrukturisasi, dengan harapan bisa menghindari larangan di AS sekaligus juga menenangkan pemerintah Tiongkok.

Bytedance, perusahaan induk TikTok di Tiongkok, telah melakukan pembicaraan untuk mendivestasikan bisnis aplikasi itu di AS ke Oracle atau Microsoft setelah Presiden Donald Trump mengancam bulan lalu, untuk menutup aplikasi itu di AS jika tidak dijual.

Negosiasi berbalik akhir bulan lalu, ketika Tiongkok mengubah aturannya terkait ekspor teknologi.

Itu memberi suara atas transfer algoritma TikTok ke pembeli asing.

Berdasarkan kesepakatan itu, Oracle akan menjadi mitra teknologi ByteDance, dan akan menangani data pengguna TikTok di AS.

Sumber tersebut menambahkan bahwa Oracle juga sedang menegosiasikan saham atas aset TikTok di AS, tapi mereka tidak mengungkapkan berapa banyak dari aset tersebut yang akan disimpan oleh ByteDance dan investornya.

ByteDance sekarang akan membutuhkan baik pemerintah AS dan Tiongkok, untuk menyetujui kesepakatan yang diusulkan.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.