China sedang meningkatkan upaya untuk menarik talenta global. Pada hari Rabu, Beijing meluncurkan visa K yang baru untuk para profesional asing di bidang sains dan teknologi. Para ahli berkata program dirancang untuk bersaing dengan visa H1B Washington. Tidak seperti H1B, visa K tidak perlu sponsor perusahaan, yang adalah nilai jual utama bagi pekerja trampil.
Peluncuran visa terjadi tepat setelah Presiden Trump mengumumkan biaya sebesar 100 ribu dolar untuk visa H1B, yang mempersulit perusahaan Amerika untuk merekrut talenta internasional. Visa K China sendiri akan memperlancar masuknya pekerja berketrampilan tinggi di sektor-sektor utama seperti AI dan manufaktur canggih.
Namun para ahli memperingatkan berbagai tantangan. Banyak profesional asing meninggalkan China dalam beberapa tahun terakhir karena peraturan dan sensor yang ketat, membatasi akses ke data ilmiah dan penelitian penting. Hal ini menyulitkan para ilmuwan dan pengusaha muda untuk berinovasi di lingkungan yang begitu ketat. Selain itu, banyak perusahaan di China mengikuti jadwal 996, yang berarti bekerja dari pukul 9 pagi hingga 9 malam, selama 6 hari seminggu. Ini bisa mengejutkan para pekerja asing. China juga memiliki sejarah panjang aturan imigrasi yang ketat, menyulitkan orang asing menetap disana.
Sejak visa H1B mengenakan biaya yang lebih tinggi, banyak orang India yang merupakan 70% pemegang visa H1B di AS mencari opsi baru, dan kini beberapa sedang mengincar visa K China. Ini terjadi ketika China dan India melanjutkan penerbangan langsung setelah bertahun-tahun mengalami ketegangan perbatasan.
Peluncuran visa K di China telah memicu reaksi keras yang meluas di tengah pasar kerja China yang tinggi persaingannya. Ada lebih dari 12 juta lulusan perguruan tinggi baru yang berjuang mencari pekerjaan. Tagar visa K telah menjadi tren di platform media sosial China Weibo, mencapai hampir setengah miliar view hanya dalam dua hari. Sebuah unggahan berbunyi, “Tidakkah Anda sadar betapa sulitnya bagi lulusan perguruan tinggi baru untuk mendapatkan pekerjaan sekarang? Anda lebih suka menarik bakat asing daripada mengurus warga negara Anda sendiri. Terkadang rasanya masyarakat ini rusak.” Unggahan lain mempertanyakan aturan visa K, dimana visa tersebut hanya mensyaratkan gelar sarjana. Unggahan berbunyi, “Belum cukupkah kita punya lulusan perguruan tinggi? Mungkin kita belum mencapai titik di mana kita harus menurunkan standar kita untuk menarik orang asing untuk mengisi kekosongan talenta.”
Hampir 19% pemuda China saat ini masih menganggur.

