Fokus

Warga Indonesia Ungkap Keprihatinan, Ketika Pemerintah Perpanjang PPKM Selama Seminggu

Indonesia memulai perpanjangan seminggu pembatasan COVID-19 pada Senin (26 Juli), dengan beberapa warga menyatakan kejengkelan pada pembatasan yang terus berlanjut dan cara penerapannya.

Langkah-langkah tersebut diperpanjang karena kasus varian Delta  terus melonjak.

Di ibu kota, Jakarta, penghalang jalan diberlakukan dengan petugas yang memeriksa dokumen untuk memastikan bahwa hanya pekerja penting yang bepergian. Hal ini membuat frustasi para pekerja yang tidak dapat memperoleh surat-surat yang benar, termasuk Susanto, pegawai bagian keuangan yang berusia 40 tahun.

[Susanto, Pegawai Bagian Keuangan]:

“Merasa kesal juga pak, saya hampir 3 mingguan tidak bisa kerja, ini mau jalan juga ditanyain surat tugas.” 

Indonesia telah menjadi episentrum COVID-19 Asia dengan rumah sakit yang melebihi kapasitas, terutama di pulau Jawa dan Bali yang padat penduduknya, di mana pasokan oksigen menipis.

Total infeksi telah meningkat menjadi lebih dari 3,1 juta, meskipun para ahli kesehatan mengatakan jumlah kasus dan kematian telah dihitung.

Presiden Indonesia, Joko Widodo mengatakan, pemerintah secara bertahap akan menyesuaikan beberapa pembatasan, sambil mengizinkan pasar tradisional dan restoran dengan area terbuka untuk dibuka, dengan beberapa batasan.

Beberapa bisnis, termasuk salon dan bengkel kendaraan, kini juga diperbolehkan buka.

[Muchlisin, Pemilik Warung Makanan]:

“Saya dapat peringatan lagi, gara-gara ada satu orang makan, padahal di sini kapasitasnya kan bisa… kalau normalnya bisa 15 orang lah bisa, kalau memang 25% saya ngasi 2 orang masih tidak boleh berarti kan dilarang, bukan pembatasan lagi. Kalau pembatasan kan masih bisa lah 2-3 orang kita masih bisa melayani di tempat.”

Kurang dari 7% dari populasi Indonesia yang berjumlah 270 juta telah divaksinasi penuh, dengan negara terbesar di Asia Tenggara terutama bergantung pada suntikan yang diproduksi oleh Sinovac Tiongkok yang efektifitasnya masih diragukan.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI