Fokus

Warga Tiongkok Berpenghasilan Rendah, akan Semakin Sulit: Ahli

PKT mengklaim bahwa tidak ada orang yang miskin di Tiongkok.

Tapi klaim ini membuat hidup lebih sulit, bagi orang-orang berpenghasilan rendah di Tiongkok.

Beijing menutup Kantor Pengentasan Kemiskinan, dan menggantinya dengan badan baru yang disebut “Biro Nasional Revitalisasi Pedesaan” awal pekan lalu.

Alasan dari langkah baru ini adalah, seperti yang diklaim oleh PKT, Tiongkok kini bebas dari kemiskinan.

Jadi Kantor Pengentasan Kemiskinan tidak lagi dibutuhkan.

Pakar urusan Tiongkok Dong Liwen dari “Taiwan Think Tank” di Taiwan, memberi tahu The Epoch Times, bahwa dengan ditutupnya Kantor Pengentasan Kemiskinan, rumah tangga berpenghasilan rendah tidak akan dipertimbangkan miskin oleh PKT, dan semua bantuan pengentasan kemiskinan akan dihentikan.

Dia juga menyebutkan bahwa organisasi amal di dunia secara rutin memberikan bantuan kepada orang-orang miskin.

Tapi sekarang, karena secara resmi tidak ada lagi rumah tangga miskin di Tiongkok, orang-orang Tiongkok yang berpenghasilan rendah juga tidak dapat menerima bantuan internasional apapun.

Ada sekitar 800 juta petani di Tiongkok, tapi mengapa begitu banyak dari mereka, berada dalam kemiskinan?

Dong yakin, kurangnya investasi adalah salah satu alasan utama.

Dia mengatakan PKT telah memindahkan sebagian besar dananya ke industri teknologi, serta industri 5G.

Dan PKT tidak menganggap pertanian sebagai bidang investasi utama.

Alasan lain berkaitan dengan sistem politik.

Dong mengatakan, setiap kali anggaran ekonomi tersedia untuk petani, pejabat di semua tingkatan meremasnya dengan keras dan mengambil sebagian untuk diri mereka sendiri, akibatnya, sangat sedikit yang dapat sampai ke petani pada akhirnya.

Selain itu, konflik antara otoritas dan petani yang timbul akibat sengketa tanah dan pembongkaran paksa, semakin sering terjadi sehingga membuat kehidupan petani semakin sulit.

Dibandingkan dengan orang yang tinggal di kota-kota Tiongkok, orang-orang dari daerah pedesaan dianggap sebagai warga negara kelas dua yang memiliki sedikit atau tanpa asuransi kesehatan dan pensiun.

Mereka juga hampir tidak menikmati kebebasan bermigrasi ke kota-kota di Tiongkok.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klikĀ di sini. Video, silahkan klikĀ di sini.

VIDEO REKOMENDASI