Fokus

Warga Wuhan: Situasi di Luar Kendali, karena Sistem dan Mekanisme Kotanya, Bukan karena Penyakitnya

Wuhan telah menambahkan ribuan ranjang, dengan membangun 2 RS baru, dan mengubah pusat kebugaran serta ruang luas lain untuk menampung pasien.

Namun warga setempat mengatakan bahwa sistem medis di sana, sepenuhnya kewalahan.

Keprihatinan meningkat bahwa upaya yang dilakukan itu, adalah terlambat dilakukan.

Di dalam zona karantina, orang-orang mengatakan bahwa sistem medis kelebihan beban.

Rong Qin, seorang warga Wuhan berusia 32 tahun. 15 hari lalu, Ayahnya yang berusia 67 tahun terinfeksi virus korona. Dia mengatakan bahwa situasi di sana berada di luar kendali, karena sistem dan mekanisme kotanya, bukan karena penyakitnya.

Sementara Ayahnya menunggu hasil tes virusnya, Rong mulai batuk-batuk dan mengalami demam tinggi.

Rong Qin: “Ketika kami, warga biasa, mulai tahu bahwa penyakit ini sangat mudah menular, saat itu sudah terlambat. Kami bukan ilmuwan, kami tidak tahu penyakit ini begitu mudah menular. Awalnya kami diberitahu bahwa penyakit ini tidak bisa menular dari manusia ke manusia.”

Rong memiliki keluarga berjumlah 6 orang, yang tinggal di apartemen dengan 2 kamar tidur. Suaminya belum terinfeksi, namun Ibunya juga kini menunjukkan beberapa gejala terinfeksi ringan.

Dia hampir menangis ketika membicarakan tentang situasi keluarganya.

Rong Qin: “Saya punya 2 anak, yang satu berusia 3 tahun, yang satu lagi baru berusia 1 bulan, mereka berada dalam usia, dimana mereka harus dijaga oleh orang lain.”

Setelah lama menunggu otoritas memberikan akomodasi alternatif untuk anak-anak dan suami Rong. Ayahnya telah dimasukkan dalam daftar antrian panjang untuk ranjang rumah sakit. Rong khawatir kasus Ayahnya bisa menjadi parah, karena menunggu sangat lama.

Lebih banyak berita tentang wabah pneumonia akibat infeksi virus korona baru dari Wuhan, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.