Fokus

Warganet Tiongkok Dipenjara karena Mengkritisi Film Partai Komunis

Orang-orang mengatakan kecantikan ada di mata yang melihatnya, tapi sepertinya tidak demikian jika Anda berada di Tiongkok.

Seorang mantan jurnalis baru-baru ini ditahan oleh polisi Tiongkok,

Kejahatannya?

Mengatakan, dia tidak menyukai sebuah film baru.

“Warga sipil mengatakan sepatah kata dan mereka ditangkap. Teror ini telah mencapai titik paling absurd dalam sejarah.”

Film tersebut disponsori negara, yang mengagungkan tentara Tiongkok, yang berperang melawan Amerika selama Perang Korea.

Dalam postingan media sosial, jurnalis itu mempertanyakan peran Tiongkok dalam perang, saat Tiongkok melakukan campur tangan, pasukan Korea Utara hampir kalah.

Di Tiongkok, di bawah partai komunis, adalah kejahatan untuk mencemarkan nama baik “martir politik”, atau kaum revolusioner yang mati demi tujuan Komunis, dan dapat menyebabkan hukuman 3 tahun.

Setelah jurnalis itu ditahan, warga negara Tiongkok lainnya ditangkap untuk kejahatan yang sama.

Kali ini, atas komentar Perang Korea-nya yang mengatakan:

“Terima kasih untuk nasi goreng telurnya!”

Tapi bagaimana komentar seperti itu merupakan pelanggaran?

Itu bisa jadi mengisyaratkan putra mantan pemimpin komunis, Mao Zedong,

juga yang diduga akan menjadi penerus Mao.

Kematiannya diduga melibatkan, nasi goreng telur.

Dalam sebuah cerita apokrif yang diceritakan di Tiongkok, selama Perang Korea, tentara AS menemukan putra Mao, ketika dia menyalakan api untuk memasak nasi goreng telur.

Dia kemudian tewas dalam serangan udara.

Warganet itu dipenjara selama 10 hari.

“Orang-orang yang menciptakan tragedi perang ini bukanlah penjahat, tapi mengolok-oloknya adalah kejahatan.”

Zhang mengatakan insiden seperti ini menggabungkan dua hal yang paling dihargai oleh peradaban manusia, kebebasan berbicara dan sejarah militer mereka.

Tapi, tampaknya tidak ada yang bertahan dengan baik di Tiongkok.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI