Fokus

Wuhan Kembali Viral, Cuaca Ekstrim di Shanghai

Wuhan menjadi kata tren teratas secara online lagi.

Seorang perawat di rumah sakit Wuhan jatuh dari lantai 13 gedung rumah sakit dan meninggal Rabu ini.

Dia memiliki konflik dengan atasannya dan mengungkapkan sesuatu yang terjadi di belakang layar, di rumah sakit itu selama pandemi.

Rumah sakit mengeluarkan pengumuman untuk menyatakan belasungkawa mereka, tetapi tidak memberikan rincian tentang apa yang terjadi sebelum kecelakaan itu.

Rumah sakit juga menolak untuk menunjukkan video dari kamera pengintai, karena kamera itu, seperti yang mereka katakan, rusak.

Menurut media yang dikelola pemerintah Tiongkok, Zhang bekerja di Departemen Kardiologi di Rumah Sakit Xiehe, Wuhan.

Itu adalah salah satu rumah sakit yang ditunjuk untuk perawatan virus PKT di Wuhan, dengan lebih dari 8 ribu anggota staf.

Selama pandemi, Zhang mengalami konflik dengan Liu Yilan, direktur departemen keperawatan.

Pada Januari, di akun media sosialnya, Zhang mengatakan bahwa Liu meminta para perawat mengambil sampel dari pasien untuk pengujian virus.

Tapi para perawat di situ tidak menerima pelatihan apa pun tentang cara melakukannya dengan aman.

Zhang berkata, kalau dia mau membantu dalam memerangi virus tetapi dia ingin memakai alat pelindung.

Dan dia meminta kepada perawat lain agar bersatu, untuk menyerukan agar Liu dipindahkan dari posisinya.

Dia juga menulis bahwa dokter hampir tidak pernah mengunjungi bangsal untuk memeriksa pasien, semuanya dilakukan oleh perawat, dan mereka berada di sana selama 8 jam, tanpa makan, minum atau menggunakan kamar mandi.

Staf rumah sakit lainnya memposting. Selama wabah, foto-foto petugas medis membuat masker dan peralatan pelindung sendiri, bahkan dari kantong sampah.

Akun Weibo dari salah satu corong PKT, People’s Daily, juga membagikan ulang foto-foto ini.

Seorang dokter dari rumah sakit ini memposting foto serupa, yakni para staf medis mengenakan APD yang dibuat sendiri.

Sebuah postingan yang beredar online dikatakan berasal dari Zhang sebelum kecelakaan terjadi.

Dia menulis kepada kepala perawat bahwa dia ingin berhenti dari pekerjaannya.

Dia menambahkan bahwa dia tidak takut mati, tapi dia tidak ingin mati untuk pemimpin seperti yang ada di rumah sakit.

Menurut Radio Free Asia, pada hari Kamis, orang tua Zhang pergi ke rumah sakit untuk meminta penjelasan yang masuk akal atas kematian Zhang, namun tidak mendapatkannya.

Seorang warganet tidak percaya Zhang ingin bunuh diri.

Dia bertanya mengapa seorang Ibu dari anak berusia 2 tahun, ingin bunuh diri?

Warganet lain yakin bahwa jika Zhang bunuh diri, itu adalah untuk menentang sesuatu.

Dia mempertanyakan apa yang menyebabkan Zhang mengambil tindakan ekstrem seperti itu.

Kamera pengintai yang rusak juga telah menarik perhatian orang-orang.

Seorang warganet berkomentar dengan sinis, bahwa kamera pengintai ada di mana-mana, tapi tampaknya selalu rusak pada saat yang tepat.

Sekarang kita melihat situasi virus PKT di Tiongkok.

Gelombang wabah kini telah meluas ke 5 provinsi, termasuk juga Beijing.

Di dalam Beijing, di distrik Changping, daerah perumahan Tian Tong Yuan telah dikunci dan meluncurkan pengujian virus. Itu setelah 2 orang dinyatakan positif.

Lingkungan yang sangat luas itu adalah kawasan perumahan terbesar di Asia.

Itu adalah rumah bagi lebih dari 700.000 orang.

Seorang pemilik toko setempat mengatakan pasien itu terinfeksi ketika mengunjungi kota Dalian di Timur Laut, dan kemudian membawa virus saat dia kembali ke Beijing.

“Orang yang terinfeksi adalah kasus tanpa gejala, yang mana cukup menakutkan. Sangat sulit untuk mengatakan apa yang akan terjadi.”

“Seluruh bangunan tempat pasien tinggal sekarang disegel.”

Seorang agen real estate di lingkungan itu mengatakan bahwa bangunan yang terinfeksi hanya berjarak 10 menit dari jalur kereta bawah tanah Nomor 5 Beijing, yang membentang di sepanjang rute\NUtara-Selatan dan melewati seluruh kota.

“Saat ini, jika Anda tidak tinggal di kompleks, jika Anda tidak memiliki tiket izin, Anda tidak diperbolehkan memasuki kompleks.”

Di tempat lain, kota-kota di Timur Laut Tiongkok juga mengalami peningkatan jumlah kasus.

Yan, tinggal di Beijing, tetapi anggota keluarganya yang lain kembali ke rumah di Dalian.

Dia menjelaskan bahwa kerabatnya mengatakan kepadanya, bahwa lingkungan mereka tiba-tiba dikunci tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Saat ini sangat sulit untuk mendapatkan bahan makanan. Sekarang toko bahan makanan tidak diizinkan untuk buka. Dan tidak ada yang diizinkan meninggalkan rumah mereka. Jadi mereka tidak keluar. Mereka tidak ingin menambah beban kepada orang-orang. Namun jika kekurangan bahan makanan berlanjut, beberapa orang mungkin harus menyelinap keluar.”

“Untuk saat ini, keluarga saya masih memiliki beberapa kentang di rumah. Jika tidak, mereka benar-benar sudah tidak punya apa-apa lagi. Ibu saya mengatakan beberapa temannya bahkan tidak memiliki makanan pokok apapun di rumah.”

Dan di wilayah Xinjiang Barat, para petugas menyegel rumah-rumah penduduk, dengan kertas dan menyuruh mereka untuk tidak pergi.

Itu karena pihak berwenang dari kota wilayah Selatan, Fuzhou telah mengumumkan status masa perang, setelah seorang pasien yang terinfeksi dari Utara mengunjungi kota tersebut.

Pasien laki-laki tersebut dilaporkan mengunjungi beberapa bisnis, serta beberapa tempat wisata.

“Jika dia adalah penyebar super, maka virus itu mungkin akan menyebar ke seluruh kota kita.”

Hotel tempat dia menginap sekarang dikunci.

“Semua staf hotel sekarang dikarantina di hotel, kami tidak bisa pergi ke mana pun. “Saya bahkan tidak berani naik ke lantai atas sekarang. Hal yang baik adalah pelanggan tidak benar-benar keluar dari kamar.”

Kini perihal banjir di Tiongkok.

Hujan deras menghantam DAS sungai Yangtze dengan keras.

Shanghai, sebuah pusat keuangan utama, terletak tepat di mana sungai itu mengalir ke laut.

Shanghai menderita cuaca yang lebih ekstrem pada hari Selasa.

Tiba-tiba angin kencang menghantam daerah itu saat sekitar tengah hari, diikuti oleh badai petir dan kilat yang kuat.

Menurut Pusat Teknologi Pencegahan Bencana Meteorologi Shanghai, kilat menyambar lebih dari 4 ribu kali dalam waktu 3 jam, rata-rata 23 sambaran per menit.

Orang yang mengambil video mengatakan bahwa suara guntur sangat keras.

Mereka membandingkannya dengan guntur musim semi, menambahkan bahwa hujan telah turun terus-menerus sepanjang musim panas.

Observatorium Meteorologi Pusat Shanghai, mengeluarkan peringatan tingkat oranye untuk guntur dan kilat, peringatan bahaya tertinggi kedua.

Pada saat yang sama, peringatan kuning untuk hujan lebat dan angin juga telah dikeluarkan.

Menurut prakiraan cuaca di kawasan itu, 10% jalan dan daerah di Shanghai telah mengumpulkan lebih dari 2 inci curah hujan.

Itu terjadi ketika beberapa daerah hanya mendengar guntur, tanpa hujan.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.