Keluarga

10 Hal yang Harus Dihindari Saat Bertengkar dengan Pasangan

Pasangan bertengkar (Zinkevych @Getty Images via Canva Pro)
Pasangan bertengkar (Zinkevych @Getty Images via Canva Pro)

Suatu hubungan pasti mengalami pasang dan surut. Pernikahan yang bahagia bukan berarti tidak ada pertengkaran yang terjadi dengan pasangan.

Namun ketika perselisihan muncul, ada hal-hal yang tidak boleh Anda lakukan saat bertengkar.

Jangan Lakukan 10 Hal Ini Saat Bertengkar dengan Pasangan

1. Berhenti bertengkar di depan orang lain

Perselisihan dalam pernikahan tidak bisa dihindari, tetapi cobalah untuk tidak bertengkar di depan umum. Bertengkar di hadapan orang lain tidak akan menyelesaikan masalah, dan malah bisa membuat api semakin membara. Hasilnya tidak akan bagus jika tidak ada yang mengalah salah satu.

Tunjukkan rasa hormat kepada pasangan Anda di depan teman dan keluarga. Sikap Anda terhadap pasangan memengaruhi pandangan orang lain terhadap mereka. Jika Anda tidak peduli dengan pasangan Anda, begitu pula orang lain.

It takes two to tango, idiom dari bahasa Inggris, yang berarti perlu dua orang untuk bisa mewujudkan sesuatu. Pertengkaran terjadi karena kedua belah pihak saling berargumentasi. Hubungan yang baik membutuhkan saling toleransi, kemauan mengampuni, dan kesediaan untuk mengakui kesalahan.

2. Hindari bertengkar di depan anak-anak

Konflik pernikahan timbul di antara suami dan istri, tetapi anak-anak tidak bersalah. Menyaksikan orang tua bertengkar dapat memberikan pengaruh negatif pada anak-anak kecil dan bahkan mungkin membentuk sikap mereka terhadap pernikahan seiring bertambahnya usia

Hubungan baik kedua orang tua adalah tempat yang membuat seorang anak merasa aman dan perasaan ini tidak dapat digantikan oleh hal-hal yang berupa materi. Seorang anak tidak dapat merasakan rasa cinta dan kasih sayang di rumah jika orang tua saling menunjukkan perilaku yang buruk satu sama lain.
Orang tua adalah teladan bagi anak-anaknya.

3. Menahan diri dari pertengkaran saat sakit

Anda dapat memilih waktu untuk bertengkar, tetapi sebaiknya jangan dilakukan di saat pasangan Anda sedang sakit, merasa sedih, atau mengalami masalah di tempat kerja.

Ribut-ribut dalam situasi seperti itu hanya akan memperburuk konflik yang sudah ada. Mencintai pasangan Anda sebenarnya adalah mencintai diri Anda sendiri.

4. Berhenti membuka luka lama

Beberapa pasangan suka mengungkit hal-hal dari masa lalu – baik mengenai kesalahan yang pernah dilakukan atau mengenai mantan kekasih. Ini hanya akan meningkatkan intensitas perselisihan dan memperdalam konflik.

Sudah pasti hal ini adalah cara yang buruk untuk bertengkar dan jelas membesar-besarkan suatu masalah. Yang sudah berlalu biarlah berlalu, dan belajarlah untuk lebih toleran, penuh kasih, perhatian, dan mengalah bila diperlukan.

5. Jangan libatkan anggota keluarga yang lain

Ide yang buruk bertengkar mengenai anggota keluarga dari pasangan Anda, terutama orang tua. Hindari hinaan dengan segala cara. Sebaliknya, belajarlah untuk menghormati keluarga dan orang tua dari pasangan Anda. Pasangan Anda akan menghargai Anda dan lebih mencintai Anda ketika Anda memperlakukan mereka dengan baik.

Pertengkaran antara suami dan istri pasti akan terjadi, jadi jangan menganggapnya terlalu serius, dan tidak perlu menceritakan kepada orang tua Anda. Namun, penting untuk berkomunikasi dan memahami sudut pandang orang lain. Tip yang dapat Anda ingat saat bertengkar, pikirkan sifat-sifat baik pasangan ketika Anda marah.

6. Menghancurkan sesuatu tidak akan membantu

Orang cenderung meninggikan suara mereka saat bertengkar, maka menghancurkan barang-barang akan menambah keributan yang mungkin akan mengganggu tetangga atau menakutkan anak-anak. Selain itu, Anda hanya akan menghancurkan barang-barang yang telah Anda beli.

Jika Anda harus melempar sesuatu, lemparlah bantal. Kemarahan bisa menjadi pedang bermata dua, menyakiti kedua belah pihak. Memenangkan argumen tidak akan memperoleh piala, dan menahan diri adalah hal yang paling bijaksana untuk dilakukan.

7. Kata-kata yang menyakitkan memperdalam luka

Merendahkan pasangan Anda dan membandingkannya dengan pasangan orang lain dapat merusak kepercayaan diri dan citra diri pasangan Anda. Berhati-hatilah dengan pilihan kata-kata Anda. Kata-kata yang menyakitkan memiliki efek jangka panjang dan merusak.

8. Jauhi mengeluarkan ancaman kematian

Beberapa orang terbiasa menyampaikan ancaman “kematian” di saat kondisi sedang memanas atau mengatakan hal-hal seperti: “Saya tidak ingin hidup lagi!” Jauhi kata-kata itu dalam keadaan marah. Ini adalah tingkat manipulasi yang akan Anda sesali di kemudian hari saat Anda dalam kondisi baik.

9. Jangan pernah memukul pasangan

Perhatikan di mana tangan Anda berada saat marah, dan kendalikan keinginan untuk memukul atau menampar pasangan.

Tamparan di wajah dapat menghancurkan perasaan baik yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Meskipun Anda memukul bagian tubuh, perasaan hati yang akan merasakan kerusakan. Luka fisik dapat sembuh, tetapi luka emosional sulit untuk disembuhkan.

10. Jangan jadikan perceraian sebagai ancaman

Pernikahan memiliki pasang surut. Pikirkan sebelum mengucapkan kata “perceraian”, karena itu adalah kata yang sensitif. Anda bisa memberi pasangan Anda pesan yang salah dan mengarahkan hubungan ke jalan yang mungkin Anda sesali.

Menyebut “perceraian” dengan begitu saja dan tanpa berpikir panjang dapat merusak pernikahan dan dapat merusak ikatan emosional antara suami dan istri. (helenlondon/nspirement/sia/feb)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

VIDEO REKOMENDASI