Keluarga

2 Kisah yang Mengubah Hidup, Mengungkap Siapa Orang yang Paling Bisa Diandalkan di Sekitar Anda

Membantu @Canva Pro
Membantu @Canva Pro

Bagaimana Anda mengetahui siapa orang yang paling bisa diandalkan di sekitar Anda? Lingkaran sosial sangat memengaruhi kehidupan seseorang.

Ketika Anda bergaul dengan orang-orang yang positif, Anda bisa menjadi lebih ceria; ketika Anda bergaul dengan orang-orang negatif, Anda bisa menjadi depresi; ketika Anda bergaul dengan orang-orang jujur, Anda dapat berpikiran terbuka dan saling menguatkan; dan berinteraksi dengan orang yang tidak dapat diandalkan akan membuang-buang waktu dan hidup Anda, dan mungkin dapat berbahaya.

Orang yang paling bisa diandalkan

Cerita 1: Orang yang egois biasanya tidak bisa diandalkan

Seorang pengusaha mengundang tamu, klien, dan staf untuk makan malam. Dia meminta dua lulusan perguruan tinggi yang baru bergabung dengan perusahaan untuk menemaninya.
Para tamu berasal dari Tiongkok bagian selatan dan selera makanan mereka dikenal relatif ringan. Karena sopan santun, hidangan yang disiapkan sesuai dengan selera para tamu. Namun, masakannya tidak sesuai dengan selera staf barunya, dua lulusan perguruan tinggi tersebut. Mereka berasal dari Sichuan dan suka makanan pedas. Mereka mengeluh secara terbuka bahwa tidak ada hidangan yang mereka sukai.

Dalam hati pengusaha itu merasa tidak senang dengan perilaku buruk dan kekasaran anggota stafnya, tetapi dia tidak menegur keduanya di depan para tamu. Sebagai gantinya, dia memesan hidangan khusus yang lebih pedas untuk mereka. Ketika hidangan pedas disajikan, dua lulusan perguruan tinggi tersebut “memonopoli” makanan itu dan menyantap sendiri di depan yang lain, acuh tak acuh terhadap orang di sekitar mereka. Keduanya terus makan dan mengobrol di antara mereka sendiri, berperilaku seolah-olah tidak ada orang di sekitar mereka. Selesai makan, mereka bahkan berkomentar bahwa hidangannya lezat.

Sekembalinya ke kantor, pengusaha yang sangat malu itu langsung memecat kedua lulusan perguruan tinggi tersebut tanpa memberikan penjelasan apapun.
Kisah ini menceritakan bagaimana individu yang asyik dengan diri sendiri hanya fokus pada apa yang mereka inginkan dan tidak mau berkompromi. Selama mereka merasa nyaman, mereka tidak peduli apakah mereka menyakiti orang-orang di sekitar mereka. Ironisnya, perilaku mereka ternyata merugikan diri sendiri dan akhirnya menyakiti diri sendiri.

Cerita 2: Semakin tulus seseorang, semakin bisa diandalkan

Pertemuan yang mengubah hidup ini terjadi di sebuah department store. Pada suatu hari saat hujan, seorang wanita tua sederhana basah kuyup dan dia memasuki toko untuk berteduh dari hujan lebat. Semua pelayan di toko mengabaikannya kecuali seorang pria muda.
Pria muda itu bertanya kepada wanita tua itu: “Halo Bu, ada yang bisa saya bantu?”
Wanita tua itu merasa sedikit tidak nyaman dan memberi tahu pria muda itu: “Tidak, tidak ada – saya akan pergi segera setelah hujan berhenti.”

Pria muda itu melihat wanita tua itu menjadi gugup lantas dia menenangkannya dan membawakannya sebuah kursi, meletakkannya di dekat pintu untuknya berteduh dan beristirahat.
Dua jam kemudian, hujan berhenti. Sebelum wanita tua itu meninggalkan toko, dia meminta kartu nama pemuda itu.

Beberapa bulan kemudian, tiba-tiba, pemuda itu menerima tawaran untuk mewakili perusahaan kelas-atas merundingkan kesepakatan bisnis dengan perusahaan besar lain yang memiliki prospek menguntungkan. Belakangan, pemuda itu mengetahui bahwa kesempatan ini datang dari wanita tua yang ternyata adalah ibu dari orang terkaya di dunia, miliarder Amerika, “Raja Baja” Andrew Carnegie.

Kisah ini menceritakan bahwa tidak ada jalan menuju ketulusan, karena ketulusan itu sendiri adalah jalannya. Orang yang paling dapat diandalkan akan menerima imbalan mereka. (nspirement/sia/feb)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

VIDEO REKOMENDASI