Keluarga

5 Alasan Orangtua Sebaiknya Tidak Tinggal Serumah dengan Anak yang Sudah Berkeluarga

Keluarga besar
Keluarga besar. @Pexels

Orangtua yang tinggal bersama anak, mungkin kelihatannya sangat bahagia karena bisa menikmati waktu kebersamaan dengan anak-cucu. Tapi, tinggal di bawah satu atap, satu dapur yang sama, terutama dengan menantu perempuan, pasti sedikit banyak akan terjadi gesekan yang tidak bisa dihindari. Lama kelamaan, gesekan yang semakin sering, kadang malah memicu kesalahpahaman hanya karena hal sepele. Dan jika kesalahpahamaan semakin dalam, maka akan semakin sulit untuk diselesaikan, hingga akhirnya, tidak ada yang nyaman tinggal di rumah.

Bahkan, ada yang sampai perang dingin, bertengkar, dan akhirnya berpisah dengan cara yang tidak nyaman. Karena itu, orangtua yang pintar, dimana selama kondisinya memungkinkan, pasti akan memilih untuk tidak tinggal bersama dengan keluarga anak mereka, kecuali kondisi ekonomi anak belum memungkinkan.

Berikut beberapa alasan mengapa orangtua lebih baik tinggal berpisah dengan anaknya yang sudah berkeluarga:

Kebiasaan hidup yang tidak sama (kebiasaan yang berbeda)

Ketidaknyamanan tinggal bersama karena setiap generasi masing-masing memiliki kebiasaan yang berbeda, setiap kebiasaan itu terbentuk dari kegiatan yang dilakukan sehari-hari, dan sangat sulit untuk bisa mengubah kebiasaan ini. Apalagi kebiasaan dari tiga generasi yang berbeda. Seperti misalnya, kebiasaan makan, mungkin orangtua lebih suka direbus, namun anak muda suka digoreng; Dan soal tidur pun, orangtua suka tidur pagi bangun lebih pagi, sedangkan anak muda tidur lebih malam dan bangun pun lebih siang, dan contoh-contoh lain yang umum ditemui dalam kehidupan sehari- hari. Jika begitu terus, akan membuat kedua belah pihak merasa tidak nyaman dan lelah.

Pola pikir yang tidak sama (pandangan hidup)

Dalam banyak hal, pemikiran orang- tua dan anak muda semakin berbeda, dan dengan semakin banyaknya perbe- daan pandangan, jelas akan menimbulkan pertengkaran yang berdampak buruk pada kedua belah pihak. Contoh misalnya, orangtua terbiasa hidup hemat, jadi merasa makan di rumah jauh lebih sehat dan irit, tapi anak muda sekarang terkadang jauh lebih suka makan di luar atau pesan makanan dan tak peduli dengan harganya selagi ia mampu, menurut mereka hal itu lebih praktis dan sesuai selera. Karena hal inilah, akhirnya ada orang yang tidak nyaman hanya karena masalah makan.

Perbedaan Gaya Hidup

Hidup bersama membuat banyak orangtua tidak nyaman akan kehidupannya, begitu juga dengan anak muda yang memiliki gaya hidupnya sendiri.  Orangtua dan anak muda tinggal secara terpisah menjadi jauh lebih bebas dan leluasa melakukan semua aktivitasnya dengan bebas. Banyak anak muda yang merasa, orangtua yang tinggal bersama anak mereka, akan memengaruhi privasi mereka, termasuk kehidupan suami istri dari sang anak. Namun sebenarnya, pengaruh seperti ini juga dirasakan keduanya, orangtua juga perlu privasi dan ruang geraknya sendiri.

Jika hidup berpisah, akan terasa jauh lebih nyaman saat mengajak teman-teman datang ke rumah untuk sekadar minum-minum dan ngobrol panjang lebar dengan leluasa.

Rentan Memicu Kontradiksi Hubungan antara Mertua dan Menantu

Ada yang mengatakan, bahwa hubungan antara mertua dan menantu itu paling sulit untuk bisa harmonis. Perkataan ini bukanlah hal yang terlalu dilebih-lebihkan. Jadi, kalau orangtua tidak tinggal bersama anak, maka kesempatan bertemu mertua-menantu menjadi sangat jarang. Sehingga kemungkinan terjadinya gesekan dan kesalahpahaman jelas jauh lebih kecil.

Kalau tinggal berpisah dengan anak, maka hubungan mertua dan menantu akan jauh lebih baik, dan keluarga pun jauh lebih harmonis.

Yang paling penting adalah selalu menjaga kesehatan diri, dan prioritaskan hidup yang nyaman untuk diri sendiri, jika semua ini dijalankan secara teratur, dipastikan keseharian Anda semua akan jauh lebih baik. (epochtimes/jhn)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI