Pentingnya ditanamkan pendidikan moral dan toleransi pada anak sejak usia dini, dimana anak –anak akan bertemu dengan teman – teman yang baru, sehingga anak dapat melihat banyak perbedaan didalamnya, baik itu dalam lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, maupun dalam lingkungan bermasyarakat lainnya.
Hal ini menjadi tugas utama Anda sebagai orangtua, dalam membantu anak – anak Anda untuk menyadari bahwa berbeda itu indah.
Toleransi adalah benang yang menjembatani hubungan antar manusia, dan cerminan dari sebuah hati, keinginan dari jutaan harapan untuk hidup bahagia dan mempunyai makna dalam kehidupan, dimana mereka dapat diterima tanpa prasangka, untuk siapa dan darimana mereka berasal.
Berbagai ras, agama, etnis, jenis kelamin, usia, budaya, politik, status ekonomi di mana kita berada, cara kita berpakaian, apa yang kita makan dan masih banyak lagi, bisa menimbulkan antipati dari orang-orang yang tidak toleran terhadap orang-orang yang tampak berbeda atau perilaku hidup yang berbeda.
Kurangnya pengelolaan emosi diri sendiri dalam memahami perasaan kita sendiri juga bisa berkembang menjadi intoleransi.
Terlalu sering, orang dewasa dan anak-anak mengalihkan rasa tanggung jawab dari perasaan sakit hati dan kecewa sehingga mudah untuk menghakimi dan menyalahkan orang lain.
Ini memperburuk intoleransi dan bahkan menimbulkan kebencian. Pengajaran toleransi pada anak dimulai dengan tanggung jawab secara emosional dan orangtua sebagai contoh yang baik.
Mengajar anak-anak peraturan dan keterampilan untuk pengelolaan emosional diri, kasih sayang dan memahami orang lain adalah langkah berikutnya serta subjek sensitif dimana orangtua perlu mendiskusikan secara jujur dan terbuka dengan anak-anak mereka.
Berikut ini adalah 7 Tips sederhana untuk Membangun Toleransi pada Anak:
1. Menjelaskan kepada anak-anak Anda bahwa kita semua hidup dalam dunia yang sama dan penting untuk mencoba bergaul dengan orang-orang, terlepas dari bagaimana mereka melihat dan apa yang mereka yakini.
Ingatkan anak Anda bahwa mereka juga berbeda dari anak-anak di negara-negara lain, dan mungkin berbeda dari beberapa anak di lingkungan dan sekolah mereka sendiri.
Minta anak Anda untuk menjelaskan perbedaan yang ada tanpa disertai oleh penghakiman. Kemudian meminta anak Anda untuk menjelaskan bagian mana yang terdapat persamaan yang mungkin dalam hati kita semua adalah sama.
2.Tanyakan pada anak Anda bagaimana mereka ingin diperlakukan dan apakah itu adil untuk memperlakukan orang lain secara berbeda.
3.Jelaskan pada anak Anda bahwa bukannya harus takut atau kritis terhadap orang yang berbeda dengan kita,, sebaliknya kita harus merasa senang, karena tidak semua orang sama dengan kita dan adalah menyenangkan untuk banyak belajar tentang keragaman dari orang di seluruh dunia.
4.Ketika anak-anak Anda atau remaja melakukan hal-hal yang menunjukkan kurangnya toleransi, maka Anda dapat membagikan beberapa aturan yang secara ilmiah dikembangkan untuk membantu anak – anak Anda melepaskan kemarahan dan mengelola emosi mereka.
Hal ini akan membantu mereka melihat orang lain melalui penglihatan yang baru dan hati yang lapang dada.
5.Memiliki percakapan dengan anak Anda tentang tidak menyalahkan semua orang dari suatu bangsa tertentu, kelompok etnis, agama, dan lain-lain atas tindakan kejam beberapa orang dari kelompok yang sama.
6.Bicaralah dengan anak-anak dan remaja tentang kasih sayang, juga saling peduli terhadap sesamanya dan apa yang mungkin anak Anda alami dan rasakan.
7.Mendorong anak-anak Anda untuk tidak takut menjalin persahabatan dengan anak-anak yang lain, meskipun mungkin mereka terlihat berbeda dari segi berbicara maupun cara berpakaian, mendorong anak Anda untuk bersikap baik juga menghormati orang lain.
Kita masing-masing dapat mencari tempat di mana kita dapat menambahkan sikap bertoleransi.
Sumber : www.care2.com
Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI

