Banyak diskusi yang dilakukan untuk menghadapi Kehidupan “Normal” baru. Tergantung dimana Anda tinggal, berbagai strategi social distancing, wajib masker, sarung tangan, desinfektan, hand sanitizers, berbagai acara yang batal, dan keputusan darurat pemerintah membuat kita bergulat dengan cara hidup yang baru.
Daripada merana menginginkan kondisi kembali seperti dulu, berikut delapan ide melakukan yang terbaik dalam situasi seperti ini.
Mengutamakan istirahat
Dengan waktu luang yang lebih banyak, tubuh Anda dapat merasakan masa istirahat yang sesungguhnya. Ini juga berarti mengistirahatkan pikiran Anda. Jauhkan ponsel Anda, hentikan semua berita, dan biarkan pikiran dan tubuh “diremajakan” tanpa gangguan dari luar. Jika Anda masih merasa sulit tidur nyenyak, periksa kembali jenis dan jumlah konten yang Anda lihat serta sebaiknya tidak tidur dengan ponsel di ruang tidur.
Konsumsi makanan padat nutrisi
Berkutat di dapur menjadi lebih sering dilakukan, akhir-akhir ini. Pastikan persediaan Anda diisi dengan beragam makanan yang bersih, bahan pangan alami, serta beberapa suguhan yang menyenangkan dan istimewa supaya Anda tetap semangat. Saya sendiri telah menemukan pasar setempat untuk memenuhi persediaan yang lebih baik dan lebih dapat diandalkan daripada supermarket besar dan terkenal pada saat sekarang ini.
Cobalah memasak sendiri, mempersiapkan cemilan ringan, dan pilih konsumsi nutrisi sehat untuk Anda dan anggota keluarga, agar tetap kuat dan sehat.
Pergi keluar
Setiap hari atau sesering mungkin, keluarlah dan olah tubuh Anda. Berjalan, berlari, main engklek, atau apapun asalkan bergerak sambil menghirup udara segar. Jika matahari bersinar cerah, seraplah. Amati keindahan alam di sekeliling Anda. Bernafaslah perlahan-lahan.
Peluk keluarga anda
Pertahankan suasana yang hangat, penuh cinta, kasih sayang, dan saling dukung dengan pelukan dan penghargaan untuk setiap anggota keluarga. Pelukan yang erat adalah cara untuk mencegah perdebatan dan pertengkaran. Seringkali, saat seseorang sedang naik darah atau sedang tidak dapat mengendalikan diri, dia hanya sedang memerlukan sebuah pelukan. Jangan biarkan berita-berita dari krisis ini menghalangi Anda memberikan pelukan di rumah.
Amati hidup anda
Selagi dalam kondisi semacam ini, cobalah mengamati secara objektif apa yang berhasil dan tidak berhasil dalam hidup Anda. Apakah bekerja dari rumah efektif? Apakah yang Anda pelajari dari sekolah dan pendidikan anak-anak? Bagaimana Anda mengatasi masalah dirumahkan atau diberhentikan? Bagaimana situasi ini mengganggu Anda? Bagaimana situasi ini menyenangkan Anda? Apa yang Anda pelajari dari diri sendiri?
Berbelas kasihlah pada orang lain
Setiap orang menangani krisis secara berbeda. Terlebih lagi, krisis saat ini memiliki dampak yang berbeda pada orang yang berbeda. Ketakutan, depresi, kegelisahan, stres, emosi-emosi semacam ini tidak membuat seseorang berada dalam kondisi sempurna.
Jadi, turunkan harapan Anda pada orang lain. Jangan bersikap terlalu keras. Berikan kesempatan yang lebih besar pada orang yang Anda kasihi. Jangan terlalu memasukkan ke dalam hati. Saat Anda merasa tersinggung, cobalah refleksi diri dan melihat apakah anda menemukan sesuatu dari kejadian tersebut.
Catatan harian
Jika anda belum memiliki catatan harian, sekarang adalah saat yang tepat untuk memulai. Terlepas dari mendokumentasikan pengalaman anda selama periode yang nantinya pasti akan tercatat dalam sejarah, menulis dapat menghibur sekaligus mencerahkan.
Sungguh terasa melegakan saat Anda menuliskan ide-ide yang berputar-putar dalam pikiran di atas kertas. Berilah ruang dan privasi pada diri Anda untuk menulis secara bebas.
Selain itu, ketika Anda mengubah kebiasaan, rutinitas Anda, insipirasi “normal” Anda akan menemukan jalan untuk keluar. Mungkin Anda akan menemukan ide untuk membuat atau melakukan sesuatu. Berilah ruang yang cukup untuk menangkap semua ide inspiratif yang timbul.
Melihat kebenaran
Dunia sedang melalui kejadian yang monumental. Pertajam kemampuan Anda untuk melihat kebenaran dan membuat keputusan rasional untuk keluarga dengan pikiran jernih. Pemahaman tentang sejarah dan akses ke berbagai sumber informasi sangat penting.
Jika Anda terpicu dan melakukan tindakan saat emosi tinggi, kemampuan untuk berpikir jernih, hilang. Tenangkan diri Anda. Cerna informasi secara objektif, pikirkanlah secara cermat dan hati-hati. (barbaradaza/theepochtimes/sia/feb)
Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
