Setiap orang tua pasti ingin memahami tahap perkembangan anaknya, seperti keterampilan motorik, bahasa, sosialisasi, dan perkembangan emosional.
Tetapi seberapa banyak yang kita ketahui, dan bagaimana peran orang tua berpengaruh terhadap anak di masa awal pertumbuhannya?
Institut Pengembangan Anak di Universitas Yale, meneliti pertumbuhan ribuan anak untuk membantu orang tua menetapkan harapan yang realistis terhadap perkembangan anak mereka.
Temuan ini menawarkan panduan bagi orang tua tentang bagaimana melatih dan mendidik mereka selama periode 8 tahun emas pertama, sehingga mereka tumbuh sehat jiwa dan raga.
Satu tahun: mengembangkan perasaan aman
Anak akan mengalami kesulitan terkadang patah semangat dalam tahun pertama kehidupannya. Hal terbaik yang harus dilakukan orang tua adalah mengajak anak bermain dan melatih kesabaran.
Dengan demikian, anak akan merasa bahwa mereka dicintai dan dihargai oleh orang tua mereka. Mereka akan belajar bahwa segala sesuatu di dunia ini indah, dan mereka akan menumbuhkan rasa percaya dan kebahagiaan dalam hidup mereka.
Dua tahun: mengembangkan rasa humor
Usia dua tahun adalah waktu terbaik menumbuhkan selera humor anak. Selera humor merupakan esensi dalam membentuk karakter karismatik dan daya tarik bagi orang lain.
Humor membantu individu keluar dari lingkaran diri dan terhubung dengan orang lain. Ketika Anda tertawa, anak akan ikut tertawa.
Pada usia ini, orang tua harus memperhatikan minat anak, menambahkan suasana yang membuatnya tertawa dan menumbuhkan rasa humor mereka, yang juga dapat menjadi alat yang berharga untuk menghilangkan ketegangan dan kesedihan.
Tiga tahun: pertumbuhan kreativitas
Kreativitas anak-anak tumbuh ketika mereka berusia tiga tahun. Kreativitas mereka tumbuh dari rasa ingin tahu dan tingkat keaktifan anak. Namun, potensi maksimal mereka akan terwujud apabila tersedia lingkungan yang sesuai dan kesempatan yang bisa mengembangkan kreatifitas anak.
Biarkan anak usia 3 tahun mengarang cerita, menggambar, dan bermain di lumpur. Memberi mereka banyak dorongan adalah cara terbaik untuk menumbuhkan kreativitas.
Berkebun, merawat hewan peliharaan, dan mengajak anak berusia 3 tahun rekreasi secara rutin adalah cara terbaik untuk menginspirasi kreativitas mereka.
Empat tahun: pertumbuhan pesat dalam perilaku ekspresif
Ketika menginjak usia empat tahun tiba-tiba si kecil menjadi sangat banyak berbicara. Jangan tertawa apabila perkataan yang mereka ucapkan ada yang salah, karena bila Anda melakukannya, si kecil bisa saja mengalami kecemasan, gagap, atau bahkan menolak berbicara.
Empat tahun juga merupakan usia bertanya. Anak-anak ini memiliki seribu pertanyaan “mengapa”, sebagian karena keinginan untuk belajar, sebagian untuk bersenang-senang, dan juga bisa menjadi ekspresi penolakan. Tapi tentu saja yang terpenting adalah mendapatkan pengetahuan, jadi sebaiknya orang tua bisa mencoba memuaskan rasa ingin tahunya.
Lima tahun: hubungan orang tua-anak yang paling intim dan harmonis
Seorang anak berusia 5 tahun dapat mengontrol perilakunya dan menciptakan hubungan yang harmonis dengan orang lain. Mereka sangat mencintai ibu mereka. Hal favorit mereka adalah membuat ibu mereka bahagia. Kata-kata dan sikap seorang ibu adalah aturan emas di usia ini, pujian dan pengakuan dari ibu sangat penting.
Enam tahun: konflik batin yang paling menonjol
Enam tahun mungkin merupakan tahun yang ramai konflik dengan orang tuanya. Pada usia lima tahun, seorang ibu menjadi pusat dunia, pada usia enam tahun, anak menjadi pusat dunia.
Seiring anak-anak mencari jati diri mereka, mereka secara bertahap tumbuh menjadi lebih dewasa dan mandiri. Mereka ingin mendobrak ketergantungan dan membangun karakter independen sendiri.
Di satu sisi, mereka mencintai dan membutuhkan ibu mereka, disisi lain, mereka sangat ingin mandiri, sehingga mereka sering menjauhi ibu mereka.
Ayah dapat memainkan peran penting dengan menyeimbangkan suasana sehingga beban ibu tidak terlalu berat.
Tujuh tahun: munculnya pola pemikiran abstrak
Anak usia tujuh tahun cenderung menganggap diri mereka sebagai pusat dari seluruh dunia dan bahwa segala sesuatu yang bergerak adalah hidup.
Dengan perkembangan pola pemikiran abstrak, seorang anak dapat melihat baik persamaan maupun perbedaan antar objek. Misalnya, mereka dapat memahami bahwa mengubah bentuk wadah tidak mengubah jumlah yang dapat ditampungnya. Mereka juga mulai memahami pentingnya angka.
Delapan tahun: berpikir aktif dan tajam
Anak usia delapan tahun dapat mulai menyelesaikan masalah. Mereka dapat menggunakan logika sederhana untuk mencapai kesimpulan dan melakukan penalaran deduktif sederhana.
Seorang anak berusia 8 tahun semakin mengenali karakter kuat yang objektif dan dapat menunjukkan pemikiran yang sangat tajam. Selain itu, tipikal anak berusia 8 tahun sangat banyak bicara dan dapat membedakan fantasi dari kenyataan, tonggak penting lain dalam perkembangan kognitif.
Akhir kata, kita perlu mengingatkan orang tua dan teman-teman bahwa anak-anak tumbuh dan berkembang sesuai jalannya sendiri.
Kemampuan mereka akan berkembang pada waktu yang ditentukan, bukan sesuai dengan harapan kita. Semua anak tumbuh dengan kecepatannya masing-masing.
Perkembangan setiap anak berbeda. Orang tua harus mengajar dan membimbing anak secara benar dan tepat. (nspirement/sia/may)
Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
