Cuka adalah pembersih yang luar biasa dan serbaguna untuk semua jenis aplikasi di dalam rumah.
Namun, karena cuka bersifat asam maka dia juga memiliki keterbatasan. Cuka berpotensi merusak permukaan tertentu. Untuk mencegah kerusakan, hindari penggunaan cuka yang kuat pada permukaan dan barang-barang rumah tangga berikut.
No.1: Lantai Papan Kayu
Bahkan cuka putih yang biasa dijual di supermarket, memiliki label keasaman 5 persen, cukup asam untuk menumpulkan atau merusak permukaan lantai papan kayu.
Membuat lantai papan kayu menjadi mengkilap bisa menjadi tugas yang menantang, dan penggunaan cuka dari waktu ke waktu dapat merusak keindahan kilau itu. Anda mungkin tidak menyadari adanya masalah setelah pembersihan pertama, tetapi kerusakannya setelah dilakukan beberapa kali akan bersifat kumulatif.
Peringatan: Saat Anda menggunakan cuka untuk membersihkan barang-barang di rumah, jangan pernah menambahkannya ke pemutih klorin; ini akan menciptakan gas klorin yang berbahaya, senyawa yang berpotensi mematikan.
No. 2: Perabot, Panel, dan Lemari Kayu
Cuka juga dapat merusak lapisan perabot kayu, baik yang diwarnai, dicat, atau diberi lilin (wax). Akan membuat permukaan tampak kusam dan keruh.
Memang, Anda akan sering membaca bahwa cuka sangat ideal untuk membersihkan semua jenis kayu dan Anda mungkin ingin menggunakan cuka pada perabot kayu finish cat atau berlapis lilin. Jika Anda tetap memilih untuk menggunakan cuka pada perabot tersebut, waspadai risiko yang akan didapatkan dan gunakan jarang-jarang.
No. 3: Perabot yang Dicat dengan Kapur atau Susu
Untuk perabot dengan cat kapur (cat yang terbuat dari kalsium karbonat, bedak, atau kapur) atau cat susu (yang terbuat dari protein susu, kapur, dan pigmen), baik yang diberi lilin maupun tidak, sebaiknya penggunaan cuka pada permukaannya dihindari. Sebagai gantinya, pilih metode pembersihan yang lembut menggunakan kain mikrofiber yang sedikit lembap.
No.4: Nat
Hindari penggunaan cuka pada nat yang tidak tertutup, tidak tertutup dengan sempurna, atau nat yang perlu ditutup kembali. Penetrasi cuka ke dalam pori-pori nat melemahkan material dan menyebabkan kerusakan seiring waktu, menyebabkan etsa atau keausan.
Namun, jika Anda telah menutup nat secara teratur, cuka seharusnya tidak menimbulkan masalah. Periksa nat Anda setiap tahun untuk kebutuhan penutupan kembali dan gunakan pembersih ubin yang direkomendasikan.
No. 5: Lantai Tanpa Lapis Lilin (Vinil dan Linoleum)
Sifat asam cuka dapat menghilangkan kilau dari lantai tanpa lapis lilin. Jenis lantai ini membutuhkan pembersih berbusa, jadi tidak cocok jika menggunakan cuka. Sebagai gantinya, gunakan pel spons, air hangat, dan sedikit deterjen pencuci piring yang lembut untuk pembersihan yang lebih mendalam. Bilas lantai dengan baik untuk menghilangkan busa dan hindari penggunaan pembersih lantai cair lainnya yang dapat menyebabkan penumpukan lilin seiring waktu.
Cara terbaik untuk membersihkan lantai vinil atau linoleum tanpa lilin adalah dengan menggunakan pel spons dan seember air hangat. Untuk pembersihan yang lebih dalam, tambahkan sedikit deterjen pencuci piring yang lembut ke ember berisi air, dan pastikan untuk membilas lantai untuk menghilangkan busa.
Menggunakan jenis pembersih lantai cair lainnya di lantai tanpa lilin dapat menyebabkan penumpukan lilin seiring waktu.
No. 6: Bau Karpet Tidak Sedap
Meskipun cuka sering disarankan untuk noda hewan peliharaan, namun tidak seefektif pembersih karpet enzimatik khusus seperti Nok-Out (nokout.com). Cuka dapat menutupi bau sementara tetapi tidak mengatasi penyebab yang mendasarinya. Untuk hasil yang lebih baik, gunakan Nok-Out atau pembersih karpet yang dirancang khusus untuk noda dari hewan peliharaan yang mengandung enzim untuk menghilangkan baunya.
Untuk hasil terbaik, gunakan Nok-Out atau pembersih karpet yang dirancang khusus untuk menghilangkan bau hewan peliharaan yang mengandung enzim. Nok-Out menghilangkan penyebab bau yang mengganggu melalui proses yang dikenal sebagai oksidasi.
No 7: Permukaan Batu
Meja dapur dari batu — granit atau marmer sebagai contoh — dapat tergores dan rusak karena penggunaan cuka. Untuk hasil terbaik, hubungi pemasok batu Anda untuk mendapatkan panduan tentang pembersih terbaik. Seringkali, yang dibutuhkan hanyalah mengencerkan sabun pencuci piring dengan air ditambah kain lembut untuk menjaga meja batu Anda tetap terlihat bagus. Pembersih batu khusus sering direkomendasikan juga.
No. 8: Layar dan Kacamata
Meskipun cuka bekerja dengan baik untuk jendela dan cermin yang bebas goresan, tidak disarankan menggunakan cuka untuk membersihkan layar atau kacamata elektronik. Sifat asam cuka dapat merusak atau menghilangkan lapisan pelindung dan fitur anti-silau. Pilih pembersih layar dan kacamata yang tepat sebagai gantinya. (mary hunt/epoch times/feb)
Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.
Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations
VIDEO REKOMENDASI
