Keluarga

Aktivitas Fisik di Sekolah Dapat Meningkatkan Keterampilan Belajar dan Motorik Anak

Anak-anak bermain sepakbola (Getty Images Signature via Canva Pro)
Anak-anak bermain sepakbola (Getty Images Signature via Canva Pro)

Ilmuwan olahraga di Nottingham Trent University meneliti bagaimana pelajaran matematika yang dipadukan dengan aktifitas fisik selama delapan jam per minggu memengaruhi anak-anak berusia 6-7 tahun selama dua tahun pertama sekolah mereka, dengan membandingkannya dengan kelompok lain yang belajar dengan cara biasa.

Mereka menemukan bahwa pelajaran yang dipadukan dengan aktifitas fisik meningkatkan kognisi dan keterampilan motorik anak-anak sekolah dasar, dan juga meningkatkan kemampuan matematika mereka. Sebagai bagian dari penelitian, aktivitas berbasis permainan dihubungkan dengan konsep matematika utama dan memasukkan latihan pemanasan serta tugas pembelajaran aktifitas fisik singkat.

Dalam satu pelajaran, misalnya, para siswa yang berasal dari sekolah dasar di Italia utara diminta untuk menyelesaikan jalur orienteering bertema matematika, dengan jawaban atas setiap soal memberikan mereka rute mengelilingi peta.

Pelajaran yang dipadukan dengan aktifitas fisik meningkatkan fungsi kognitif dan perkembangan motorik anak

Selama penelitian, siswa di kedua kelompok juga melakukan serangkaian tes kemampuan kognitif yang mencakup faktor-faktor seperti bahasa, persepsi visual, ingatan, perhatian, membaca, menulis, dan berhitung.

Mereka juga melakukan tes yang menilai keterampilan motorik dasar, seperti berlari, melompat, lompatan horizontal, dan mengontrol objek menggunakan bola, termasuk menendang, melempar, dan menangkap. Tim menemukan bahwa pelajaran aktif secara fisik meningkatkan tes fungsi kognitif rata-rata sekitar 30% bila dibandingkan dengan kelompok lain, dan bahwa tugas perkembangan motorik meningkat sekitar 25%.

Sebagai efek sekunder, intervensi tersebut juga menyebabkan perkembangan matematika yang lebih kuat pada anak-anak, para peneliti menemukan, dengan peningkatan kemampuan sebesar 17%. Para peneliti berpendapat bahwa, meskipun mereka berfokus pada pelajaran matematika, pendekatan yang sama dapat dengan mudah digunakan di kelas dengan topik lain, seperti bahasa.

Peneliti utama Dr. Daniele Magistro, seorang ahli dalam aktivitas fisik dan kesehatan di Sekolah Sains dan Teknologi Universitas Nottingham Trent, mengatakan:

“Studi kami menunjukkan bahwa dimasukkannya aktivitas fisik dalam pelajaran matematika menghasilkan manfaat sinergis dalam meningkatkan kemampuan kognitif, motorik kasar, dan prestasi akademik di kalangan murid. Yang menggembirakan, perbedaan positif itu tetap ada setelah liburan sekolah dan berlanjut hingga akhir tahun ajaran kedua. Peluang untuk aktivitas fisik di sekolah kerap diabaikan dengan memfokuskan pada faktor ‘akademis’, tetapi sekolah sebenarnya dapat memberikan pengaturan yang ideal untuk meningkatkan aktivitas.

“Pelajaran yang dipadukan dengan aktifitas fisik bisa menjadi pelengkap yang berguna untuk kurikulum; menggabungkan gerakan dengan kegiatan belajar bisa sangat bermanfaat untuk perkembangan komunikasi kognitif dan motorik anak, yang sangat penting untuk perkembangan optimal di periode awal.”

Penelitian yang juga melibatkan Universitas Torino Italia, University Center of Asti (Astiss), dan Sekolah Komprehensif Guido Gozzano, telah diterbitkan didalam jurnal Psychology of Sport and Exercise. (nspirement/sia/may)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

VIDEO REKOMENDASI