Keluarga

Anak dengan ‘Kecerdasan Emosional Tinggi’ Sering Mengungkapkan 4 Kalimat ini

Anak-anak
Anak-anak. (Odua Images via Canva Pro)

Orang tua pada umumnya menginginkan anak-anak mereka memiliki pendidikan yang baik, dikaruniai IQ tinggi, memiliki tingkat kecerdasan emosional yang tinggi, dan sebagai orang dewasa, memiliki moralitas yang baik sepanjang hidup mereka. Kecerdasan emosional seorang anak dapat dilihat dari rutinitas kesehariannya. Jika seorang anak bisa mengungkapkan empat kalimat berikut, menunjukkan bahwa kecerdasan emosionalnya sangat tinggi.

4 kalimat yang mencerminkan kecerdasan emosional tinggi seorang anak, antara lain:

  1. Kamu sangat baik!

    Seorang anak yang mengucapkan kalimat ini akan membuat pendengarnya merasa hangat dan mendapat dukungan dari orang lain. Selain itu, akan meninggalkan kesan yang baik tentang sikap positif anak. Secara umum, seorang anak yang tahu bagaimana memberikan dukungan emosional kepada orang lain dan memuji orang lain pasti memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Jika anak Anda sering berbicara seperti ini, Anda secara alami akan merasa dihargai.
    Lihat apakah anak Anda adalah anak yang peduli
  2. Terima kasih!

    Jika seorang anak sering mengucapkan “Terima kasih” pada orang-orang yang membantunya, menunjukkan bahwa dia anak yang sopan dan selalu bersyukur atas keberuntungan yang dia peroleh. Ini juga menujukkan baik IQ maupun EQ mereka sama-sama tinggi. Jika orang tua ingin memupuk kecerdasan emosional anak yang tinggi, mulailah dengan kata “Terima kasih”. Mengajarkan anak untuk memiliki sikap bersyukur sejak dini akan bermanfaat bagi pertumbuhan mereka di masa depan.
    Salah satu pengalaman yang paling menyakitkan adalah saat orang yang baik hati menawarkan bantuan, si penerima hanya menanggapinya dengan acuh tak acuh. Orang yang baik hati tersebut pasti akan merasa tidak nyaman.
    Pastikan Anda memupuk sikap rasa bersyukur pada anak-anak Anda dengan mengajari mereka untuk mengatakan “Terima kasih.”
  3. Apakah kamu baik-baik saja?

    Ketika kecerdasan emosional seorang anak tinggi, berarti ia akan lebih peka dan responsif terhadap perubahan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya. Misalnya, ketika teman atau orang tua mereka sedang stres, sang anak akan bertanya: “Apakah kamu baik-baik saja?”
    Mengekspresikan kalimat ini menunjukkan bahwa anak itu selaras dengan perasaan dan perilaku Anda serta dapat dengan jujur ​​menunjukkan kepedulian mereka — sebuah tanda kecerdasan emosional yang tinggi.
  4. Saya bisa melakukannya!

    Beberapa orang tua merasa anaknya masih kecil dan belum bisa melakukan banyak hal secara mandiri, sehingga sering membantunya. Beberapa anak mungkin menerima bantuan orang tua mereka, tetapi yang lain berharap mereka dapat melakukan berbagai hal secara mandiri, sehingga mereka akan menolak bantuan orang tua mereka dengan mengatakan, ”Saya bisa melakukannya sendiri!”

Anak-anak yang memiliki sifat mandiri yang kuat dan kemampuan untuk menangani masalah sehari-hari memiliki tingkat kecerdasan emosional yang tinggi. Orang tua harus mengembangkan bakat anak-anak ini.

Kesimpulan

Jika anak Anda sering menyampaikan keempat kalimat tersebut, ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosionalnya sangat tinggi, dan Anda sebagai orang tua bisa diam-diam merasa puas. Jika seorang anak hanya mengomunikasikan satu atau dua frasa, tetap merupakan suatu pencapaian yang harus dihargai.
Kecerdasan emosional pada anak sangat penting untuk ditanamkan oleh orang tua sejak dini. Ini akan membantu anak untuk tumbuh dan melangkah dengan mantap serta memiliki kehidupan yang sukses.

Mengasuh anak membutuhkan waktu yang berkualitas, energi, dan usaha. Ibu dan ayah yang merasa kurang mampu dalam mengasuh anak akan mendapat manfaat dari membaca lebih banyak buku pengasuhan anak dan meminta nasihat dari orang tua yang lebih berpengalaman. Menghabiskan waktu berkualitas dengan anak-anak akan membantu mereka tumbuh dengan perasaan aman, percaya diri, dan sehat. (nspirement/sia/feb)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

VIDEO REKOMENDASI