Keluarga

Apa yang Kita Dapat dari Kesalahan

wanita berpikir
Wanita berpikir @pexels

Penghujung tahun telah di depan mata. Mungkin ini saatnya bagi kita untuk sedikit melakukan kilas balik “perjalanan kesalahan” dalam kehidupan sehari-hari di sepanjang tahun ini. Adakah hal-hal yang menurut Anda tidak menyenangkan, memalukan, atau menyesalkan.

Suatu hal yang Anda harap tidak akan terjadi atau bahkan tidak ingin memikirkannya lagi, bisa dikatakan sebagai suatu kesalahan.

Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Satu hal yang membedakannya adalah, ada orang yang belajar dari kesalahan dan tidak mengulanginya lagi, namun ada orang -yang mungkin juga telah berusaha belajar dari kesalahan-  namun tetap melakukan kesalahan yang sama berulang kali. Mereka yang masih melakukan kesalahan yang sama berulang kali ?namun tetap berharap memperoleh hasil maksimal? bisa dikatakan telah melakukan kebodohan.

Bersediakah Anda membicarakan kesalahan Anda, jika pernah melakukannya? Mungkin tidak. Wajar jika Anda tidak ingin membicarakan bahkan untuk mengingatnya sekalipun. Namun ada kalanya kita perlu menoleh sejenak, melihat kembali hal-hal yang dapat kita perbaiki dari kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan.

Dalam kehidupan sehari-hari, ada beberapa kesalahan tidak perlu yang semestinya bisa kita hindari jika telah dilakukan dengan cermat. Mungkin Ada dapat mempertimbangkan beberapa hal berikut:

Kesalahan: Lupa mengecek kondisi rumah saat akan bepergian.
Take two. Biasakan untuk mengecek ulang segala sesuatu, sebelum bepergian. Cek apakah kompor dan AC sudah dimatikan, listrik telah dicabut, atau keran air sudah ditutup. Cek juga apakah pintu depan sudah dikunci. Jika masih kurang yakin, lebih baik turun dari mobil dan cek kembali. Lebih baik mengecek dua kali daripada tidak yakin di sepanjang jalan dan harus putar balik setelah jauh dari rumah. Selain meyakinkan diri, juga memastikan rumah dalam kondisi aman.

Kesalahan: Mengabaikan panggilan anak saat sibuk di dapur, di depan komputer, atau sedang memegang smartphone.
Lima menit. Sisihkan waktu lima menit saja untuk mendengarkan cerita anak. Lima menit bagi Anda mungkin hanya waktu untuk mengunggah foto dan menuliskan caption, namun bagi anak Anda, lima menit adalah waktu yang sangat berharga. Terkadang dia hanya ingin menunjukkan gambar coret-coret yang dia buat atau memamerkan kapal dari lego-nya. Bantu dia memupuk harga diri dengan mendengarkan apa yang ingin disampaikannya.

Kesalahan: Membersihkan dan mengatur seluruh rumah dalam suatu waktu.
Ambil sepuluh menit saja. Alih-alih membersihkan atau mengatur seluruh ruangan dalam satu waktu, pasang alarm hanya untuk sepuluh menit saja. Waktu sepuluh menit tidak akan mengganggu waktu Anda melakukan pekerjaan rutin. Atur spot-spot tertentu yang terjangkau atau bersihkan area-area lain yang bisa dilakukan dalam waktu sepuluh menit. Anda dapat melakukannya beberapa kali dalam sehari.

Ketika Anda telah terbiasa melakukannya setiap hari, pasti Anda akan kagum dengan hasilnya. Mungkin rumah Anda tidak seindah dan serapi foto-foto di media sosial, namun setidaknya Anda telah melakukan yang terbaik untuk rumah dan keluarga Anda.

Kesalahan: Mengandalkan Kartu Kredit.
Singkirkan kartu kredit. Mengandalkan kartu kredit untuk menutupi kekurangan dalam membelanjakan kebutuhan rumah tangga sehari-hari sama dengan menipu diri sendiri. Mungkin Anda berdalih akan memiliki uang setelah mendapatkan gaji, namun itu hanya ilusi. Meminjam uang tidak akan memperbaiki keuangan Anda, justru akan semakin menumpuk.

Alih-alih berhutang, cobalah mengatur ulang pengeluaran Anda dan sesuaikan kembali dengan pemasukan. Ini akan membuat sirkulasi keuangan Anda lebih sehat. Setelah berhasil dengan mengatur pengeluaran dan penghasilan, mulailah memasukkan pos tabungan sedikit demi sedikit, hingga mendapatkan uang cadangan setidaknya untuk 3 bulan tanpa pemasukkan apapun. Ini penting terutama ketika menemui kondisi genting seperti di awal pandemi Maret lalu.

Kesalahan: Berbelanja tanpa perencanaan.
Tulis daftar belanja. Jangan berbelanja apapun tanpa ada perencanaan sebelumnya. Tidak hanya menuliskan daftar belanjaan namun juga merekap kupon atau voucer yang Anda miliki. Periksa lemari es atau lemari penyimpanan Anda sebelum menuliskan daftar belanja Anda. Cek juga voucer, cashback, maupun margin belanja Anda. Saat berbelanja, fokus pada kebutuhan Anda terlebih dahulu.

Umumnya perhatian kita sering teralihkan hal-hal yang lebih menarik. Tahan diri sejenak, dengan demikian Anda akan memiliki waktu untuk berpikir logis. Ada yang mengatakan “lebih baik menyesal membeli daripada menyesal tidak membeli.” Mungkin itu salah satu bahasa penjual untuk menarik pembeli.

Bagi pembeli akan lebih baik jika tetap bertahan pada rencana awal.
Apakah daftar kesalahan Anda? Silakan Anda mengingat-ingat dan mencatatnya. Kemudian, buatlah daftar dan resolusi untuk memperbaikinya. Jangan membuat resolusi yang terlalu tinggi (jika bisa, akan jauh lebih baik), lebih baik membuat resolusi yang masuk akal sesuai kemampuan kita, dan pasti akan bisa terlaksana. Selamat mencoba. (ntdindonesia/averiani)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI