Keluarga

Bagaimana Saya Mengajar Anak-Anak Mengikuti Jejak Saya Menjadi Pengusaha

Ayah dan Anak (Screenshot @ Storyblokcs)
Ayah dan Anak (Screenshot @ Storyblokcs)

Dengan empat strategi ini, Anda dapat memberi pengaruh secara langsung dalam pembentukan generasi wirausahawan sukses melalui pola asuh.

Tidak hanya ingin menjadi pemimpin dalam bisnis, tetapi Anda juga ingin membesarkan anak-anak yang mampu melakukan hal yang sama atau bahkan lebih baik untuk diri mereka sendiri. Masalahnya, tentu saja, ketika Anda harus bekerja 16 jam sehari karena tuntutan bisnis, maka waktu untuk keluarga tentunya berada dalam urutan kedua. Hal tersebut wajar, namun tidak sehat.

Coba Anda pikirkan: waktu Anda bersama anak saat mereka masih kanak-kanak hanya sementara. Dalam sekejap mata, mereka telah memiliki kehidupan sendiri, dan Anda telah kehilangan banyak hal jika tidak berpartisipasi secara aktif dalam tumbuh kembangnya.

Triknya adalah mencari cara untuk menyertakan keluarga Anda dalam seluruh kehidupan Anda, bahkan saat mendedikasikan diri untuk bisnis. Ketika saya menengok kembali masa-masa saat membesarkan anak-anak, saya mengenali empat strategi utama dalam pola pengasuhan yang membantu mereka menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan sukses seperti sekarang ini.

⦁ Tepati ucapan Anda

Jika Anda mengatakan akan melakukan sesuatu, lakukanlah. Jangan membuat ancaman kosong atau janji-janji “palsu.” Anak-anak suka kepastian, bukan menduga-duga bagaimana reaksi ibu atau ayah mereka dalam situasi baru. Jangan katakan padanya Anda akan mengambil semua mainan mereka dan kemudian hanya mengambil truk pemadam kebakaran; jangan katakan mereka tidak punya waktu bermain katakan saja, mereka harus membantu ibu mencuci pakaian. Jangan katakan jika mereka tidak membersihkan kamar, mereka akan menghabiskan waktunya sepanjang hari Sabtu di dalam kamar hingga kamarnya dibersihkan.

Hal itu akan menghukum Anda juga! Hanya berikan ancaman hukuman yang pasti akan Anda lakukan. Bahkan, terkadang lebih baik tidak mengancam sama sekali. Cukup dengan konsisten dan berikan konsekuensi yang dapat diprediksi.

Lakukan apa yang Anda katakan dan katakan apa yang Anda maksudkan, setiap saat. Ketika mereka tahu apa yang diharapkan dari Anda sebagai orangtua, Anda akan melihat anak-anak Anda lebih nyaman mendekati Anda dengan kejujuran dan rasa hormat. Ini memberi mereka kepastian dan mengajarkan pada mereka cara menepati janji adalah penting, bahkan ketika hal itu sulit.

Juga, jadilah orang yang dapat diandalkan ketika anak-anak melewatkan waktu bersama Anda, seperti menjadikan makan malam keluarga sebagai prioritas. Berusaha agar ikut bergabung dengan keluarga saat makan malam memberi Anda waktu yang dapat diandalkan sekitar satu jam atau lebih atau waktu untuk saling bercerita pengalaman masing-masing.

Manfaatkan waktu yang dijadwalkan seperti ini setiap hari. Berusaha selalu ada saat makan malam juga mengajarkan pada anak kehormatan dan integritas karena mereka akan menyadari bahwa Anda menepati janji. Dan ini memberikan mereka bonus yang lebih besar yakni: prediksi.

⦁ Libatkan mereka saat Anda bekerja

Jika bisnis Anda menjauhkan diri Anda dari anak-anak, buatlah anak-anak lebih terlibat dalam bisnis Anda. Biarkan mereka menyapu, merapikan kotak, membersihkan meja, atau menempelkan stiker pada barang-barang. Jika mereka dapat menangani lebih banyak tanggung jawab, tingkatkan levelnya, biarkan mereka mengemas pesanan atau melakukan beberapa entri data.

Mulailah ketika mereka masih kecil, dan pada saat mereka lulus SMA, mereka akan memiliki pengalaman dalam pengiriman, penerimaan, jalur produksi, administrasi kantor, komputer berbagai macam pekerjaan yang berbeda.

Bagaimana Anda akan menjawab pertanyaan “Anda ingin menjadi apa kalau sudah besar?” jika belum mencoba apa pun? Ketika saya masih muda, ibu saya memiliki salon, dan saya membantunya membuat janji dan menjual produk kepada pelanggannya, sebuah pengalaman yang mengajarkan pada saya bahwa saya pandai berurusan dengan orang lain.

Saya melakukan hal yang sama untuk anak-anak saya, dan sekarang, setelah dewasa, tidak ada kegagalan pada mereka. Bukan karena mereka tidak pernah gagal, tetapi karena setidaknya ada 10 pekerjaan lain yang bisa mereka lakukan, dan mereka beradaptasi dengan kegagalan tanpa berhenti.

⦁ Beri mereka tanggung jawab di luar pekerjaan

Membuat anak melakukan sesuatu yang tidak mereka sukai seperti memasukkan pasak persegi ke dalam lubang bundar. Daripada memaksanya, biarkan anak-anak menemukan kesukaan mereka dengan memberi mereka tanggung jawab di sekitar rumah. Biarkan mereka membantu Anda mengganti ban atau mencuci mobil.

Mereka mungkin tidak melakukannya persis seperti yang Anda inginkan, tetapi intinya adalah mereka mendapatkan pengalaman dan membiarkan bakat mereka muncul secara alami. Jika mereka menyukai keterampilan itu, mereka akan meminta untuk melakukannya lagi keesokan harinya.

Semakin Anda memupuk keinginan mereka untuk berkembang di suatu area, semakin banyak keterampilan yang akan mereka kembangkan. Setelah Anda mengetahui apa yang mereka sukai, biarkan mereka benar-benar menggalinya. Mungkin mereka senang membantu Anda mengemasi barang belanjaan saat Anda pergi ke supermarket, jadi tanyakan kepada manajer apakah mereka mungkin dapat mempertimbangkan mempekerjakan anak Anda untuk membantu dalam pengemasan.

Ini bukan posisi yang paling glamor, tetapi mungkin menuntunnya untuk menjalankan toko kelontong suatu hari nanti. Jika dia tidak menyukainya setelah satu bulan, tidak masalah — lanjutkan ke tugas berikutnya. Ada banyak keterampilan yang berbeda untuk dipelajari sepanjang “perjalanan” mereka, masing-masing tugas akan membantu anak Anda mengetahui apa yang dia suka dan bagaimana melakukannya dengan baik.

⦁ Bantu anak-anak mempelajari nilai dari usaha mereka

Melibatkan anak-anak dalam perkerjaan itu bagus, tetapi ini hanya setengah dari tugas Anda. Anda perlu memberi mereka penghargaan atas segala usaha yang mereka lakukan. Ini mengajarkan mereka apapun pekerjaan yang mereka lakukan itu berharga, dan bisa dalam berbagai bentuk — bisa uang, tetapi juga bisa hadiah, pergi berbelanja ke toko atau janji untuk melakukan kegiatan favorit bersama mereka. Tentu saja, dengan mempertimbangkan adanya prediksi, aspek terpenting bagi Anda sebagai orangtua adalah menindaklanjuti komitmen Anda, bahkan ketika Anda tidak ingin melakukannya.

Misalnya, cucu saya. Dia sangat suka naik sepeda motor saya, lebih dari apapun. Setelah beberapa hari berperilaku buruk, saya menjanjikannya naik sepeda motor jika dia berperilaku baik sepanjang hari, dan dia melakukan perilaku sempurna selama tiga hari berturut-turut. Saya lelah di hari ketiga, tetapi saya menepati janji saya.

Bahkan membelikannya mainan seharga 40 ribu yang pada akhirnya akan rusak, namun tetap mengakui usahanya dan ini akan sangat berharga baginya. Anak-anak yang mempelajari nilai mereka, akan tumbuh menjadi orang dewasa yang tahu bagaimana menghasilkan nilai yang baik juga.

Inti pentingnya

Tidak pernah terlalu dini untuk mulai mengajarkan anak-anak Anda nilai kerja keras. Beri mereka alat yang mereka butuhkan untuk menjadi sukses segera setelah mereka mampu menanganinya. Mereka pasti akan membuat kesalahan, tetapi setiap kegagalan akan membawa mereka lebih dekat pada kesuksesan saat mereka terus berusaha untuk mencapai apa pun yang mereka rencanakan. Ketika anak-anak mempelajari pelajaran ini di usia muda, mereka cenderung mengingatnya dan membawanya pada masa dewasa dan karier mereka.

Jangan hanya meminta anak-anak menggunakan “alat” tersebut. Luangkan waktu untuk menunjukkan cara menggunakannya. Berilah contoh. Kemudian, biarkan mereka mencoba menggunakan apa yang telah mereka pelajari dari Anda.

Bahkan saat terasa tidak nyaman atau saat Anda melakukannya sendiri, pekerjaan akan lebih cepat selesai, namun Anda perlu menahan diri untuk tidak menghilangkan kontribusi anak-anak hanya agar Anda dapat menyelesaikan sesuatu dengan lebih efisien.

Jika anak Anda mendapat tugas mencuci piring dan masih kotor, cucilah kembali nanti saat anak Anda tidak melihat. Jika anak Anda terlalu lama mengganti ban, tunggulah dengan sabar dan biarkan dia menyelesaikannya. Anak-anak yang merasa diperbolehkan untuk berkontribusi akan memiliki kepercayaan diri dan kemauan untuk berkontribusi kepada masyarakat setelah dewasa.

Semakin Anda mendorong kontribusi tersebut, semakin Anda memberi mereka kesempatan untuk membantu dan mengajari mereka bagaimana menjadi sukses dengan mencontoh nilai-nilai dan perilaku yang benar, semakin jauh anak-anak Anda akan melangkah menuju karir apa pun yang mereka pilih nantinya. (theepochtimes/chrisestey/sia/feb)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI