Site icon NTD Indonesia

Berat Badan Naik Selama Pandemi? Terapkan 4 Pilar, Menurut Ahli

Timbangan

Timbangan.@pixabay

Tidak terasa saat ini telah memasuki bulan ke-9 sejak himbauan untuk menerapkan social distancing dan stay at home demi menekan pandemi. Sembilan bulan bukan waktu yang singkat, tentu saja. Hampir satu tahun di rumah terus menerus, tidak hanya membuat bosan, namun juga membuat jarum timbangan bergeser ke kanan.

 Jika Anda merasa tubuh semakin melar dan banyak baju atau celana yang terasa semakin ketat, mungkin Anda perlu memeriksa timbangan Anda. Namun, tidak perlu berkecil hati, karena Anda tidak sendirian. Selama pandemi ini, ternyata banyak yang mengalaminya. Bahkan munculnya idiom “quarantine 15” yang mengacu pada kenaikan berat badan selama masa pandemi, menunjukkan kenaikan berat badan itu telah mengglobal.

Sebuah studi dari Surabhi Bhutani and Jamie A. Cooper berjudul COVID-19?Related Home Confinement in Adults: Weight Gain Risks and Opportunities yang dipublikasikan kali pertama pada 19 Mei 2020 ini menunjukkan terjadinya perubahan kebiasaan makan selama pandemi. Dalam studi tersebut diketahui bahwa banyak keluarga yang menimbun makanan olahan padat energi seperti keripik kentang, popcorn, coklat, es krim, dan alkohol. Tidak hanya itu, dalam studi juga menyebutkan penutupan pusat kebugaran yang kemudian mengurangi porsi olah raga yang biasa dilakukan dan meningkatnya stres, kecemasan, dan kebosanan berkontribusi terhadap kenaikan berat badan.

Namun kondisi ini bukan tidak mungkin diatasi. Saat kita memasuki bulan kesembilan, mau tidak mau kita sudah harus siap beradaptasi. Apalagi menjelang akhir tahun atau Natal yang umumnya berkaitan dengan makanan yang melimpah.

John Morton, MD, MPH, MHA, direktur medis operasi bariatrik di Yale New Haven Health System, melalui tulisan Kathy Katella menyampaikan bahwa mengurangi berat badan 2,5 atau 5 kg selama pandemi sangat mungkin dilakukan. Bahkan jika perlu menurunkan 5 kg atau 5,5 kg pun masih dapat dilakukan ? meskipun dengan perubahan dan pembatasan pandemi, lanjut Morton.

Lebih lanjut, dalam artikel yang dimuat di laman yalemedicine tersebut, Morton menegaskan bahwa langkah pertama adalah membuat rencana. Dia juga merekomendasikan rutinitas baru yang dia sebut sebagai empat pilar penurunan berat badan yakni: diet, olahraga, tidur, dan manajemen stres.

Merangkum tulisan Kathy Katella dalam Quarantine 15? What to Do About Weight Gain During the Pandemic tentang beberapa tips yang mendukung program manajemen berat badan dari John Morton dan Artur Viana, MD, direktur klinis Metabolic Health & Weight Loss Program, antara lain:

1.Terapkan rutinitas harian.
Atur waktu bangun dan tidur harian.

Kenakan outfit busana kerja setiap pagi ? jika setiap hari Anda mengenakan celana olahraga atau pakaian longgar lainnya, akan cenderung mengabaikan penambahan berat badan.

2. Perbaharui perhatian Anda pada makanan dan masakan.
Dengan menghabiskan banyak waktu di rumah, Anda dapat mempelajari menu makanan sehat.

Memasak makanan sendiri selama seminggu (atau protein dari makanan) setidaknya dalam satu kali sesi. Pastikan menyertakan biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan daging tanpa lemak.

3. Rencanakan konsumsi Anda.
Kontrol porsi. Gunakan piring yang lebih kecil daripada biasanya. Atau minum segelas air sebelum makan, lalu tunggu sekitar 15 menit untuk mengetahui apakah Anda masih lapar.

Konsumsi protein dulu, agar terasa lebih kenyang. Terlalu banyak karbohidrat dapat menyebabkan naik-turunnya gula darah dan akan sulit mengendalikan rasa lapar.

Berbelanja dengan hati-hati. Jika Anda merasa akan menghabiskan kudapan dalam sekejap, sebaiknya jangan membelinya.

4. Jadwalkan olahraga teratur.
Jika Anda ragu ke pusat kebugaran, cobalah aktivitas lain, seperti hiking atau kelas olahraga online. Olahraga bukanlah faktor utama untuk menurunkan berat badan, tetapi berperan dalam menjaga berat badan setelah Anda menurunkannya, kata Viana. Penurunan berat badan juga dapat membantu suasana hati dan nyeri sendi, tambah Morton.

5. Tidur nyenyak.
Ini berarti tujuh jam atau lebih, tergantung pada tubuh Anda. “Ada banyak bukti yang menunjukkan orang yang tidak cukup tidur cenderung mengalami kelebihan berat badan atau obesitas,” urai Morton dan Viana.

6. Kelola stres.
Melakukan ibadah bersama, mungkin sedang tidak bisa dilakukan seperti dahulu. Tapi Anda dapat menggantinya dengan beribadah di rumah dan berjalan-jalan. Meditasi, yoga, dan latihan mindfullness juga dapat membantu. (ntdindonesia/averiani

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI