Keluarga

Cara Baru untuk Menyingkirkan Barang yang Tidak Terpakai

Donasi barang ( Gustavo Fring via Pexels)
Donasi barang ( Gustavo Fring via Pexels)

Untuk berbagai alasan, kebanyakan dari kita memiliki lebih banyak barang daripada yang kita butuhkan. Karena pembelian impulsif, godaan flash sale, kebiasaan sosial yang membutuhkan bingkisan (namun tidak perlu), dan fenomena barang yang tidak berguna lagi, kita secara bertahap mengumpulkan berbagai macam barang tak terpakai yang dapat digambarkan sebagai “sampah”, dan kita pun menjadi “penimbun”.

Meskipun kita mungkin merasa terikat dengan semua hal kecil ini, “menyampah” bisa menjadi masalah nyata, menyebabkan tekanan mental, frustrasi, dan dalam kasus ekstrem, bahaya fisik. Mari kita lihat bagaimana “menyampah” mempengaruhi kehidupan kita, dan beberapa cara bijaksana untuk menghadapinya.

Bagaimana “menyampah” memengaruhi hidup anda

Dari sekian banyak alasan kuat untuk “menyampah”, alasan yang paling penting secara spiritual adalah bahwa keterikatan pada barang barang membuatnya tampak seperti identitas kita bergantung padanya, menyelimuti kita dalam ketakutan akan kehilangannya.

Baik itu memori masa lalu, atau melihatnya sebagai indikasi harga diri kita, ikatan dengan “menyampah” menghalangi kita hidup dengan bebas. Secara psikologis, “menyampah” adalah beban yang tidak pernah hilang, sehingga menyulitkan kita untuk fokus, dan menyebabkan stres yang tidak perlu.

 “Menyampah” juga mempersulit pembersihan, mengakibatkan debu yang memicu alergi, bahaya tersandung, dan ketidakmampuan untuk menerima tamu dan kerabat.

Dalam kasus yang serius, “menyampah” mungkin menghalangi hubungan yang baik. Bagaimana pasangan Anda tahan dengan rumah yang “dimana-mana barang”?

Jika menurut anda “menyampah” membuat anda tidak nyaman, inilah saatnya untuk mengambil kendali dan menyapu bersih.

Cara membersihkan tanpa merasa kehilangan

Sebagai manusia, kita memiliki berbagai sentimen yang seringkali mengesampingkan pemikiran rasional kita. Kita menjadi terikat pada satu hal demi satu, dan akhirnya merasa menyakitkan untuk melepaskannya.

Jika kita mulai melihat sesuatu dari perspektif yang berbeda, mungkin kita akan menemukan bahwa menghilangkan barang-barang yang tidak perlu terasa cukup membebaskan, dan membuka peluang dan kemungkinan baru.

Coba lihat barang-barang anda sebagai titipan dari Tuhan. Setelah barang itu memenuhi kebutuhan anda, biarkan mereka pergi dan memenuhi kebutuhan orang lain.

Ucapkan terima kasih atas layanan mereka dan tentukan cara terbaik untuk memindahkan mereka. Barang tak terpakai bagi satu orang adalah harta orang lain. Dibawah ini adalah beberapa cara yang dapat Anda tempuh:

Ubah barang tidak terpakai menjadi uang tunai

Jika anda telah mengumpulkan barang-barang berharga namun tak lagi terpakai dan sedang membutuhkan uang tunai, ada banyak pilihan untuk menjual barang bekas. Anda bisa menjualnya di OLX atau Carousell.

Buat Orang Lain Bahagia

Banyak dari kita tidak tahan melihat segala sesuatunya sia-sia. Jika ini adalah perhatian utama anda, pertimbangkan untuk memberikan barang-barang anda kepada asisten rumah tangga, pesuruh kantor atau kenalan anda yang bisa memanfaatkannya dengan lebih baik; atau mungkin disumbangkan ke pemulung dan pusat donasi barang bekas layak pakai untuk amal (menerima sepatu, buku, ranjang, furniture, barang elektronik, mainan dll) di Nyumbang.id (sedekahbarangberkualitas)

Barang barang tersayang anda pasti akan menemukan rumah yang baik setelah anda melepaskannya. Anda akhirnya akan melepaskan keterikatan, dan pada saat yang sama memperoleh kebajikan.

Penggunaan Ulang yang Kreatif 

Cara hebat lainnya untuk mengatasi “menyampah” adalah dengan menggunakan kembali barang-barang yang tidak lagi digunakan, atau membetulkan barang rusak. Khususnya perabotan dan pakaian, dapat digunakan kembali secara kreatif jika anda memiliki inspirasi dan akses ke peralatan tukang dan penjahit.

Ini bisa menjadi petualangan DIY (Do It Yourself) yang hebat yang akan menantang anda ke level baru. Cari tukang servis di Sejasa.com dan umumnya penjahit dapat anda temukan di pasar tradisional di dekat rumah Anda. 

Dengan prinsip yang sama, kita dapat memperbaiki barang yang rusak dan memperbaiki pakaian saat dibutuhkan; tetapi jangan terlalu lama ditunda.

Jika anda tahu bahwa anda tidak akan pernah sampai ke “proyek” memperbaiki tersebut, lepaskan dan ganti barang tersebut jika perlu, daripada menyimpan tumpukan barang yang perlu dikerjakan.

Bagaimana mencegah “menyampah” di masa depan

Setelah anda berhasil mengembalikan ruangan anda dan merasakan ketenangan yang menyertainya, anda pasti ingin mempertahankannya. Beberapa kebiasaan buruk dapat membuat anda kembali kepadanya dalam waktu yang tidak lama, jadi perhatikan tindakan pencegahan berikut:

Tahan Pembelian Impulsif

Saat ini, dengan kartu kredit, belanja online, dan layanan “pengiriman cepat, gratis”, sangat mudah untuk membeli apapun yang kita inginkan dan mendapatkan kepuasan langsung. Cobalah mengambil pendekatan yang lebih tradisional untuk pembelian. Sekalipun uang bukanlah barang, pertimbangkan untuk menyimpannya untuk hal-hal yang benar-benar anda butuhkan.

Ingat: Setelah anda membeli sesuatu, barang itu memiliki anda sama seperti anda memilikinya. Barang akan membutuhkan ruang dan pemeliharaan, pada dasarnya menjadi tanggung jawab tambahan, betapapun kecilnya. Apakah itu layak?

Jika anda memasukkan sesuatu kedalam keranjang belanja virtual anda, biarkan selama sebulan untuk melihat apakah anda benar-benar memerlukannya.

 “Apa yang disediakan bumi cukup untuk memenuhi kebutuhan setiap orang, tetapi tidak untuk keserakahan setiap orang.” –

 “Apa yang disediakan bumi cukup untuk memenuhi kebutuhan setiap orang, tetapi tidak untuk keserakahan setiap orang.” – Mahatma Gandhi

Pilih kualitas daripada kuantitas

Sangat mudah untuk jatuh kedalam perangkap membeli berbagai barang yang berbeda untuk memenuhi berbagai kebutuhan khusus.

Alih-alih, bidiklah untuk membeli barang-barang berkualitas yang akan bertahan dalam waktu, dan memiliki keserbagunaan untuk melayani berbagai tujuan.

Dengan pakaian, misalnya, seseorang mungkin cenderung membeli bermacam-macam warna dan gaya yang berbeda untuk setiap barang dasar; ketika pada kenyataannya, sedikit pakaian berkualitas yang dipertimbangkan dengan cermat akan sesuai dengan semua kebutuhan kita. Untuk pakaian pesta yang mahal, pertimbangkan situs rental baju seperti styletheory

Prinsip yang sama dapat diterapkan pada semua jenis barang rumah tangga. Pilih pembelian yang akan memiliki aplikasi luas, dan pilih untuk menyewa atau meminjam kebutuhan sekali pakai. (visiontimes

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI