Site icon NTD Indonesia

Cara Mudah Ciptakan Ruang Tidur yang Tenang dan Rileks

©unsplash

©unsplash

Saat ini telah banyak ditemukan penelitian yang menghubungkan kebutuhan tidur seseorang dengan kesehatan fisik maupun mentalnya. Entah untuk anak-anak maupun dewasa.

Tidur yang optimal diperlukan anak-anak untuk pertumbuhan serta menjaga suasana hati tetap positif agar tidak mudah tantrum. Sedangkan bagi orang dewasa, tidur yang efektif diperlukan agar dia tetap dalam kondisi prima dan siap beraktivitas.

Meski kesehatan fisik maupun mental terutama berasal dari diri sendiri, namun mempersiapkan lingkungan yang mendukung seseorang agar dapat merasa tenang dan relaks saat tidur adalah hal yang sangat penting. Lingkungan yang tepat memudahkan seseorang tertidur atau lebih jauh lagi, tertidur dengan nyenyak.

Mempersiapkan lingkungan ini diantaranya mendesain suasana ruang, menata perabot, atau memilih dekorasi yang tepat agar penghuni merasa rileks dan nyaman. Menata sebuah ruang agar selaras dengan penghuni sebenarnya bukan hal baru. Ribuan tahun yang lalu, masyarakat tradisional Tiongkok telah menerapkan prinsip Feng shui pada bangunan yang dimilikinya. Prinsip topografi tradisional Tiongkok ini terutama menekankan penataan ruang yang selaras dengan individu yang tinggal di dalamnya dengan memanfaatkan energi positif.

Prinsip selaras ini, jika diterapkan dalam desain ruang tidur Anda, antara lain dengan memosisikan tempat tidur sejauh mungkin dari pintu atau menghindarkan jendela langsung berhadapan dengan jalan utama untuk mengurangi kebisingan dan cahaya yang masuk.

Selain prinsip-prinsip selaras diatas, beberapa elemen lain juga perlu dipertimbangkan untuk menciptakan ruang tidur yang nyaman. Berikut beberapa elemen dasar yang dapat menjadi pertimbangan bagi Anda:

1. Bersih

Jaga ruang tidur agar tetap bersih dari debu. Periksa setiap sudut ruangan, lekukan, kusen jendela, ambalan, nakas, atau AC. Usahakan memeriksanya setiap hari agar tumpukan debu tidak terlalu tebal.

Ruang yang bersih, mendukung sirkulasi udara yang sehat. Sirkulasi udara sendiri bisa didapatkan dari bukaan-bukaan yang cukup di dalam ruangan.

2. De-clutter

Keluarkan “sampah” yang ada di dalam ruang tidur, seperti  tumpukan kertas, botol kosong, buku-buku yang tidak dibaca, dan lain-lainnya. Singkirkan semua benda-benda tersebut keluar dari ruang tidur atau buang di tempat sampah jika memang sudah tidak terpakai lagi.

3. Minimalisir

Pilih perabot yang menurut Anda benar-benar mendukung Anda beristirahat. Keluarkan perabot dan benda-benda lain yang cenderung mengganggu Anda tidur seperti meja dan kursi kerja, laptop, televisi atau cermin yang membuat ruang tampak kacau.

4. Warna

Pilih warna-warna yang lembut dan menenangkan. Menurut National Sleep Foundation, pengaruh warna pada pera-saan kantuk disebabkan oleh reseptor khusus di retina mata yang bertanggung jawab menyampaikan informasi ke bagian otak yang mengendalikan ritme sirkadian tubuh. Sel-sel ganglion ini paling sensitif terhadap warna biru, yang dikaitkan dengan perasaan tenang

Studi lain dari Minnesota State University menemukan jika warna merah meningkatkan respon stress sedangkan warna putih dan hijau tidak.

5. Pencahayaan

Pencahayaan alami bagus untuk ruang tidur. Namun jika jendela menghadap barat, pilih tirai tebal yang dapat mereduksi panas matahari. Jika ruangan tidak cukup mendapat sinar matahari, gantilah dengan lampu. Namun perlu diingat, pilihlah pencahayaan yang tidak langsung, misalnya ditutup dengan kap lampu atau disembunyikan di balik gypsum plafon.

Selain elemen-eleman diatas, perlu juga diperhatikan beberapa hal lain se-perti faktor kebisingan, suhu ruangan, dan jenis kain seprai. (NTDIndonesia/averiani)