Keluarga

Cara Pengasuhan yang Lebih Baik: Kurangi Teriak dan Kurangi Pujian

Ibu dan Anak @Pexels
Ibu dan Anak @Pexels

Membesarkan anak dengan cara yang benar telah lama menjadi dilema bagi orang tua. Michaeleen Doucleff menyampaikan beberapa hal yang menjernihkan mitos-mitos yang terkait dengan pengasuhan.

Jurnalis NPR ini, menuliskan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh sebagian besar orang tua dan bagaimana dapat menghindarinya di dalam bukunya – yang telah diteliti secara cermat – berjudul Hunt, Gather, Parent: What Ancient Cultures Can Teach Us About the Lost Art of Raising Happy, Helpful Little Humans. Di dalamnya, ia mencoba mematahkan banyak stereotip yang berkaitan dengan membesarkan anak.

Teori Doucleff muncul ketika dia mengunjungi sebuah desa di Meksiko di mana dia menemukan orang tua menggunakan pendekatan yang lebih praktis dalam membesarkan anak-anaknya dibandingkan dengan rekan-rekan mereka di Amerika. Sebelumnya dia juga pernah melakukan perjalanan ke daerah terpencil di Kanada utara dan Tanzania. Selama perjalanan tersebut, ia menemukan anak-anak sama sekali tidak menemui masalah-masalah yang kerap menimpa anak-anak di lingkungan perkotaan.

Doucleff percaya bahwa memuji anak terus-menerus belum tentu benar, seperti yang banyak dilakukan oleh orang tua di perkotaan. Tidak perlu mengumbar pujian untuk hal yang biasa dan sederhana. Sebagai perbandingan, orang tua di daerah yang dikunjunginya tersebut tidak terlalu sering memuji anaknya, namun anak-anak tetap tumbuh menjadi anak percaya diri, mandiri, dan memiliki nilai-nilai yang kuat. Menurutnya, orang tua tidak boleh terlalu berlebihan. Anggukan atau senyuman sederhana sudah cukup.

Doucleff mengunjungi Nunavut di Kanada utara dan memerhatikan bahwa kebanyakan anak-anak memiliki watak yang tenang. Ia juga melihat betapa tenangnya reaksi orang tua terhadap anak-anak yang marah. Sebagai perbandingan, dia yakin anak-anak di lingkungan perkotaan kurang matang dan melakukan hal-hal tertentu yang bisa membuat orang tua marah.

Dari pengamatannya, ia percaya bahwa respons terbaik saat menghadapi tantrum adalah ketenangan dan kedewasaan. Jika orang tua bereaksi kasar, maka mereka akan menurunkan tingkatnya setara ketidakdewasaan anaknya.
Doucleff berpikir kebiasaan yang berkembang luas dengan membawa anak-anak ke tempat-tempat seperti taman hiburan tidaklah perlu.

Sebagian psikolog mengatakan bahwa anak-anak mungkin merasa bahagia untuk sementara waktu di tempat-tempat seperti itu, tetapi itu sebenarnya memisahkan mereka dari kenyataan. Ada bukti ilmiah bahwa anak-anak memiliki sifat bawaan untuk bekerja dan terikat dengan orang tua mereka dan bahwa melakukan aktivitas yang mementingkan diri sendiri dapat memengaruhi perkembangan mereka.

Walaupun demikian, tidaklah salah membawa anak-anak ke pantai, museum, atau taman hiburan, kata Doucleff. Dia secara pribadi percaya bahwa mengunjungi tempat-tempat ini sesekali lebih bermanfaat daripada memanjakannya setiap saat. Lebih penting lagi, orang tua harus melibatkan anak dalam kegiatan rumah tangga, karena hal ini mendorong ikatan. Penting juga untuk membiarkan mereka melakukan apa yang paling mereka sukai, selama tidak berisiko.

Tidak hanya orang tua kandung yang harus mengadopsi kebiasaan ini, kata Doucleff, tetapi juga tempat penitipan anak, pengasuh anak, dan guru. Bahkan kakak laki-laki dan perempuan dari anak-anak yang lebih kecil harus dilibatkan dalam pengasuhan. Kadang-kadang, bahkan teman dan tetangga juga bisa membantu.

Secara keseluruhan, Doucleff berpendapat bahwa model keluarga inti dewasa ini kekurangan banyak elemen yang diperlukan dalam membesarkan anak dan pendekatan yang lebih praktis dalam membesarkan anak akan lebih bermanfaat. (ravenmontmorency/visiontimes/sia/feb)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI