Keluarga

Computer Vision: Meningkatkan Profit Hingga Menyelamatkan Nyawa

Computer vision memanfaatkan artificial intelligence untuk mengenal suatu objek dan sekitarnya. (Image: Screenshot / YouTube)

Implementasi mesin dan Artificial Intelligence (AI) dalam pengoperasian bisnis mendobrak terciptanya era baru perekonomian. Salah satu teknologi yang sedang naik daun adalah computer vision, yang merujuk pada kemampuan analisis visual sebuah mesin terhadap suatu citra atau objek.

Computer vision merupakan proses alogaritmik sebuah perangkat digital dalam menangkap dan menterjemahkan objek/citra menggunakan artificial intelligence kemudian mentransformasikannya menjadi bentuk tertentu melalui proses analisis. Menurut Forbes, computer vision secara khusus mampu mengkategorikan, mengidentifikasi, membenarkan dan mendeteksi suatu obyek.

Contoh implementasi computer vision yang sukses adalah Snapchat, dengan lebih dari 200 juta user aktif, salah satu fitur handalan adalah visual mask. Perusahaan ekspedisi Royal Mail Inggris mulai menggunakan computer vision untuk mengkonversi alamat rumah menjadi kode yang dapat dibaca mesin. Meski investasi awal menghabiskan biaya hingga 185 juta dolar AS, namun teknologi ini nantinya mampu memenuhi pengiriman ekspres berskala besar.

Penggunaan computer vision membawa serangkaian manfaat terhadap beberapa sektor industri berikut.

Ekspedisi Royal Mail Inggris menggunakan computer vision untuk mengkonversi alamat rumah menjadi kode yang dapat dibaca mesin (Image: Screenshot / YouTube)

Industri manufaktur

Perpaduan antara computer vision dengan Internet of Things (IoT) memudahkan perusahaan mengidentifikasi potensi kegagalan dalam proses produksi. Kelainan atau cacat produk dapat dideteksi sejak dini, sehingga produksi dapat memenuhi standar tertinggi. Pada industri farmasi, variabel seperti warna, berat, jumlah, dan bentuk kapsul adalah sangat penting. Dengan bantuan computer vision, botol dengan kapsul yang tidak sesuai standar dapat teridentifikasi dan ditolak secara otomatis. Teknologi ini juga dapat digunakan untuk membaca label barcode pada produk selama proses perakitan, sehingga pemindaian manual dengan tangan tidak lagi dibutuhkan dan efisiensi waktu.

Sektor keuangan

Perusahaan bisa memperoleh data geografis melalui gambar yang ditangkap dari satelit atau drone guna memprediksi tren ekonomi. Misalnya, gambar lokasi lahan pertanian dapat mengungkapkan tren yang mungkin berdampak pada kekurangan atau kelebihan pasokan pangan. Pengembang real estat dapat mengidentifikasi tren konstruksi menggunakan computer vision untuk menentukan area investasi mereka. Perusahaan asuransi dapat memanfaatkan computer vision untuk memeriksa fitur-fitur properti milik klien seperti mobil, bangunan dan lainnya tanpa perlu mengirim SDM.

Sektor ritel dan e-commerce

Computer vision memudahkan konsumen mengambil gambar atas produk yang dibutuhkan dan mendapatkan daftar toko terdekat yang bisa mengirim produk atau menerima penawaran dari platform e-commerce. Perusahaan ritel Amazon Go di kota Seattle, AS memanfaatkan teknologi computer vision dimana konsumen cukup masuk dan mengambil setiap produk yang dibutuhkan dan pergi. Amazon akan mengkreditkan jumlah belanjaan saat konsumen keluar melalui sensor turnstile gate. Beberapa saat kemudian, konsumen akan menerima pemberitahuan masuk dari aplikasi amazon di ponsel berupa kwitansi, tanda terima pembayaran beserta informasi tentang berapa lama waktu yang dihabiskan selama berbelanja.

Di Amazon Go, konsumen cukup masuk dan mengambil setiap produk yang dibutuhkan tanpa harus melalui kasir. Tagihan akan dikreditkan pada kartu kredit secara otomatis pada saat keluar. (Image: Stephen Brashear/Getty Images)

Sektor medis

Computer vision dapat mengidentifikasi cedera otak atau stroke pada foto CT scan dalam waktu singkat dibanding kemampuan analisa dokter. Hal ini sangat krusial dalam situasi kritis yang butuh analisis cepat guna menyelamatkan nyawa pasien. Selama operasi, computer vision mempermudah dokter melihat gambar 3D organ internal secara akurat sehingga pasien bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat. (visiontimes/may)