Keluarga

Hunian Sejuk tanpa AC

Rumah sejuk @ Pixabay
Rumah sejuk @ Pixabay

Tinggal di daerah yang beriklim tropis banyak memiliki keuntungan. Selain matahari berlimpah, curah hujan yang cenderung tinggi membuat daerah tropis memiliki beragam flora dan tanaman yang hidup di sepanjang tahun. Dan tentu saja masih banyak keuntungan lainnya.

Namun, matahari yang berlimpah ternyata memiliki dampak yang tidak menguntungkan pada bangunan, jika tidak dirancang dengan baik. Teriknya matahari maupun udara yang tidak mengalir lancar di dalam rumah, akan membuat rumah cenderung menjadi lebih panas.

Namun, rupanya nenek moyang kita telah melakukan banyak upaya untuk beradaptasi dengan iklim yang panas ini. Terbukti arsitektur rumah-rumah tradisional di Indonesia telah menggunakan bahan-bahan seperti kayu dan bambu untuk menimbulkan efek dingin pada bangunan. Selain untuk keperluan konstruksi, bahan kayu dan bambu juga dipakai sebagai dinding.

Dinding dari anyaman bambu yang berpori maupun celah pada jajaran papan kayu memungkinkannya terjadi aliran udara yang menurunkan tingkat kelembaban dan suhu dalam ruangan. Penggunaan teras yang lebar juga merupakan salah satu upaya menghalangi panas langsung masuk ke dalam ruangan. Upaya lain yang diterapkan pada hampir semua rumah tradisional di Indonesia yakni dengan membuat sosoran atap jauh menjorok keluar bangunan. Dengan sosoran yang panjang, dapat berfungsi sebagai naungan untuk ruang dalam agar tidak langsung terpapar sinar matahari.

Namun demikian, dewasa ini hunian modern telah mengalami banyak perubahan. Masalah luasan lahan yang semakin terbatas, bahan material dan teknologi yang baru, juga pertumbuhan hunian yang cenderung vertikal merupakan beberapa hal yang perlu diadaptasi pada hunian modern.

Masyarakat modern menggunakan perangkat AC atau memasang kipas angin sebagai solusi tersingkat dalam mendapatkan udara sejuk di dalam rumah tinggalnya.

Namun, kedua perangkat tersebut baru dapat bekerja jika terdapat aliran listrik. Tentunya banyak orang yang mungkin menginginkan solusi yang lebih alami berkaitan penghawaan di dalam ruangan. Karena selain lebih hemat, bergantung hanya pada perangkat elektronik, akan terasa menyulitkan di saat lampu padam.

Jika Anda termasuk yang menginginkan penghawaan alami di dalam ruangan, berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat merancang sebuah bangunan, antara lain:

  1. Secondary skin

Secara sederhana, secondary skin adalah lapisan yang ditambahkan pada sisi terluar bangunan yang berhadapan langsung dengan matahari. Fungsi dari secondary skin ini sebagai bayang-bayang pada dinding utama bangunan sehingga tidak langsung terpapar sinar matahari. Jika Anda pernah melihat tirai bambu yang dipasang di depan rumah, itu adalah salah satu secondary skin paling sederhana yang sering dilakukan masyarakat di masa lalu.

Saat ini secondary skin sudah mulai terintegrasi dalam rancangan sebuah bangunan, tidak hanya sekedar menambahkan tirai bambu. Banyak perumahan yang telah memasukkan secondary skin sebagai bagian dari rancangan fasad bangunannya.

  1. Ventilasi udara

Perputaran udara secara bebas di dalam sebuah ruangan cukup penting dalam rumah beriklim tropis. Aliran udara yang bergerak ini membantu menyegarkan ruangan secara alami.

Salah satu cara menghadirkan sirkulasi udara di dalam rumah yakni dengan meletakkan bukaan-bukaan pada dinding yang berhadapan. Cara lain dengan membuat ruang sempit memanjang yang melorong ke atas seperti cerobong. Umumnya cara ini dapat menangkap angin karena adanya perbedaan tekanan udara di dalam dan di luar ruangan.

  1. Taman atau kolam ikan

Membuat taman, kolam ikan, atau ruang terbuka di tengah atau belakang rumah tidak hanya berperan menyegarkan pandangan namun juga berguna untuk membantu pergerakan udara di dalam rumah.

Tanaman yang mengeluarkan oksigen atau air kolam yang menyegarkan, menciptakan iklim yang menyejukkan di sekitar area tersebut. Prinsipnya hampir sama dengan ventilasi udara. Tekanan udara di dalam ruang yang lebih tinggi daripada taman akan menghasilkan sirkulasi udara dari dalam rumah ke taman.

  1. Langit-langit tinggi

Langit-langit ruangan yang tinggi memungkinkan udara panas terangkat ke atas, sedangkan udara dingin tetap berada di area bawah sehingga rumah terasa lebih sejuk. (ntdindonesia/averiani)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

VIDEO REKOMENDASI