Keluarga

Jadikan Resolusi Tahun Baru Anda sebagai Tujuan Keluarga

Rencana
Rencana. @Unsplash

Tak terasa, sudah dua pekan kita memasuki tahun baru 2020. Bagaimana dengan Anda dan keluarga? Apakah Anda memiliki resolusi di tahun baru ini? Atau barangkali Anda sudah mulai menerapkannya? Sebuah resolusi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia daring, adalah putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat. Resolusi juga bisa berarti pernyataan tertulis, berisi tuntutan tentang suatu hal.

Bagi sebagian orang resolusi di setiap tahun yang baru adalah suatu hal yang wajib dilakukan. Mereka merasa perlu memperbaiki diri dengan suatu pernyataan tertulis. Namun bagi lainnya, resolusi tidak diperlukan. Mereka beranggapan, cukup dengan tidak mengulang kesalahan yang sama, sudah merupakan resolusi nyata. Apapun keputusan Anda, pada dasarnya ingin melakukan hal yang lebih baik lagi sebagai seorang pribadi atau individu.

Mumpung masih dalam suasana tahun baru, mengapa tidak menambahkan sedikit resolusi untuk keluarga Anda. Baiklah, kita namakan resolusi itu sebagai Family Goals. Apakah Family Goals itu? Secara umum, Family Goals adalah hal-hal yang ingin dicapai bersama, sebagai suatu keluarga. Setiap individu dalam keluarga perlu berperan aktif dalam mengidentifikasi dan menetapkan tujuan keluarga sebagai sebuah tim. Hal ini diharapkan, hasil tindakan dari setiap anggota keluarga nantinya akan bermanfaat bagi semua orang dalam keluarga.

Lantas apa saja yang dapat dimasukkan dalam Family Goals? Beberapa kategori yang mungkin dapat Anda pertimbangkan antara lain:

Kebiasaan: Ini berkaitan dengan kebiasaan buruk yang acapkali dilakukan oleh masing-masing anggota keluarga. Misalnya, Ibu yang sering mengomel panjang lebar pada hal-hal sepele, atau Ayah yang selalu lupa meletakkan kunci dan kacamata, atau Kakak yang harus selalu diingatkan agar berhenti melihat saluran televisi kesukaannya saat waktu belajar, atau Adik yang terbiasa tidak langsung membuang sampah pada tempatnya.

Kesehatan: Ini berkaitan dengan lebih banyak menerapkan gaya hidup sehat. Mulailah dengan hal yang paling sederhana, misalnya dengan mewajibkan setiap anggota keluarga untuk minum air putih hangat setiap bangun tidur. Atau lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah. Atau berolahraga bersama setiap minggu pagi.

Keuangan: Ini berkaitan dengan pengeluaran yang akan dinikmati semua anggota keluarga. Misalnya, berlibur bersama ke tempat yang dicita-citakan di akhir tahun. Cobalah menghitung berapa banyak yang dibutuhkan kemudian, sepakati bersama berapa banyak uang yang harus disisihkan untuk masing-masing anggota keluarga. Ini juga berlaku untuk tujuan lain, misalnya beramal, membeli sesuatu, dan lain sebagainya.

Spiritual: Ini tidak hanya berkaitan dengan keyakinan atau religi, namun juga pengembangan diri masing-masing individu dengan menerapkan nilai-nilai positif. Misalnya, kesepakatan menerapkan waktu untuk berdoa bersama. Atau mempraktikkan kesabaran, kebaikan, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Atau mengembangkan empati pada masing-masing anggota keluarga.

Sesuaikan tujuan yang ingin dicapai dengan keadaan keluarga Anda. Selain keempat kategori diatas, Anda juga dapat menambahkan kategori-kategori lain yang menurut Anda perlu. Satu hal yang perlu diingat bahwa menerapkan resolusi dalam keluarga, semestinya berasa “menyenangkan” bagi setiap anggota keluarga. Karena itu buatlah tujuan yang realistis.

Apabila Anda atau anggota keluarga lainnya merasa begitu kewalahan dengan daftar “tugas,” resolusi akan berakhir menjadi “beban.” Tujuan yang spesifik, terukur, dan dapat dilakukan dalam periode waktu yang wajar akan cenderung lebih konsisten diterapkan, dibandingkan tujuan yang fantastis namun sulit dipraktikkan. (NTDindonesia/ averiani)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI