Sejak kecil, Ruby Chitsey, seorang gadis usia 12 tahun asal Harrison, Arkansas, sering diajak oleh sang ibu ke panti jompo, tempat ibunya bekerja.
“Di sana tempat yang menyenangkan dan saya suka berada di sana,” jelas Ruby. “Saya merasa, tempat itu lingkungan yang bagus untuk belajar dan menghabiskan waktu.”
Pada 2018, Ruby mengamati seorang lansia bernama Pearl saat berkunjung ke panti jompo. Pearl memandang penuh perhatian keluar jendela dan Ruby bertanya mengapa. Dia mengatakan pada Ruby bahwa anjingnya baru saja pergi karena dia tidak sanggup merawatnya. Beberapa hari kemudian, Ruby bertanya pada Pearl, seandainya dia diperbolehkan memiliki tiga hal di dunia, apa yang dia inginkan.
Pearl memberitahu Ruby dia menginginkan perdamaian dunia, pizza Chicago, dan perjalanan ke pulau yang eksotis. Permintaannya tidak seperti yang disangka Ruby dan dia dengan cepat mendekati lansia lain untuk menanyakan, apakah tiga keinginan mereka.
“Keinginan yang paling umum adalah cokelat, potong rambut, Cheeto Puffs, banyak sepatu, bantal baru, buku-buku yang lebih baik, dan terutama selimut hangat,” kata Ruby.
Akhirnya, dia mendirikan organisasi nirlaba Three Wishes for Ruby’s Residents (Tiga keinginan untuk penghuni Ruby). Dimulai dari panti tempat dimana ibunya bekerja, tetapi inisiatif ini telah berkembang luas ke seluruh negeri.
Organisasi yang dikelola oleh dewan anak-anak ini telah mengangkat kepedulian dan dana bagi 1,5 juta lansia yang tinggal di panti jompo di negara itu, dan sebanyak 65 persen atau 975.000 lansia, sebagian besar tergantung pada Medicaid (program asuransi kesehatan untuk orang yang tidak mampu), menurut AARP. Lansia ini hanya menerima tunjangan 545 ribu rupiah perbulan dari bantuan pemerintah untuk pengeluaran pribadi yang tidak ditanggung oleh panti.
Lansia yang menginspirasi
Ruby bertemu dengan beberapa lansia yang meninggalkan kesan mendalam padanya. Salah satu lansia yang diingatnya, menderita stroke dan tidak dapat berbicara namun selalu bersikap positif.
“Dia tidak pernah menyerah, sangat percaya diri, dan sangat mengagumkan. Kami memberi dia kursi roda elektrik karena kami melihat dia kesulitan berpindah dari titik A, ke titik B, ke titik C … dan itu mengubah hidupnya,” kata Ruby.
Marilyn, lansia lain, bergabung dengan Ruby dan membantunya membagikan cokelat pada para lansia di panti. Seiring waktu, Ruby mendapatkan kepercayaan diri dan belajar tentang pentingnya bersikap positif. Melalui pekerjaaannya dengan para lansia, Ruby mendapatkan beberapa pelajaran hidup yang penting.
“Terutama, agar terus bertahan tidak menyerah dan bahwa mereka juga sama seperti saya. Meskipun usia mereka terpaut 50 sampai 60 tahun namun kami tetaplah sama,” kata Ruby.
Ruby berpikir masyarakat telah mengabaikan populasi lansia, yang semestinya pantas mendapatkan perhatian lebih.
Dia ingin menambah tunjangan 545 ribu rupiah dan ingin lebih banyak orang datang mengunjungi panti jompo untuk menciptakan suasana yang lebih ramah.
Umpan balik dan reaksi yang Ruby terima adalah bagian yang paling berharga dari pekerjaannya. Selama tahun pertama, Three Wishes for Ruby’s Residents telah mengabulkan 2500 permintaan dan sampai saat ini telah mengumpulkan 3,4 milyar rupiah untuk para lansia yang miskin. Bagi Ruby, misi ini sederhana namun sangat berpengaruh.
“Saya hanya ingin mengubah dunia menjadi lebih baik, bagi mereka,” pungkas Ruby. (theepochtimes/theresia/averiani)
Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI

