Keluarga

Kegagalan Wawancara Mengubah Kehidupan Seorang Pria

Wawancara @Canva Pro
Wawancara @Canva Pro

Shawn Lee adalah seorang mahasiswa terbaik jurusan pemasaran dari perguruan tinggi ternama. Setelah lulus, ia menghadapi lika-liku saat mencari arah hidupnya.

Dia gigih dan berhasil mendapatkan kesempatan wawancara kerja di sebuah perusahaan internasional yang terkenal. Kegagalannya berubah menjadi kesuksesan dan mengubah hidupnya.
Wawancara dibagi menjadi dua putaran. Putaran pertama adalah wawancara standar (one on one) oleh manajer personalia perusahaan. Putaran kedua adalah wawancara kelompok dengan para pemimpin departemen.

Lee memiliki banyak pengalaman magang selama masa kuliahnya, jadi dia sangat percaya diri. Ada 20 pelamar dalam wawancara putaran pertama pada hari itu. Pada akhirnya, hanya lima orang yang terpilih untuk maju ke putaran berikutnya, dan Lee adalah salah satunya.

Dia menghadapi persaingan ketat untuk posisi yang bagus tersebut

Hanya ada satu lowongan pekerjaan di perusahaan tersebut, sehingga di putaran kedua, persaingannya cukup ketat untuk posisi yang bagus itu. Lee dan empat peserta lainnya ditempatkan di ruang konferensi yang besar. Pewawancara utama memberi satu topik untuk dikerjakan kelima kandidat tersebut dan mereka diminta untuk melakukan diskusi kelompok.

Saat kuliah, Lee sangat menonjol dalam kompetisi debat. Maka, selama melakukan diskusi kelompok saat wawancara, kata-katanya tajam dan tegas serta dia mencuri perhatian semua pihak. Ketika wawancara selesai, Lee merasa lega saat keluar dari kantor perusahaan. Dia yakin pekerjaan itu akan berhasil diraihnya.

Seperti kebanyakan perusahaan, pewawancara menyampaikan akan memberitahu hasil keputusannya dalam waktu seminggu. Namun, setelah satu minggu berlalu, Lee tidak menerima kabar apapun dari perusahaan. Keyakinannya berangsur-angsur berubah menjadi ketidakpastian dan akhirnya, ketidakpercayaan. Lee menelepon perusahaan dan diberi tahu bahwa, setelah melalui banyak pertimbangan, perusahaan memutuskan untuk mempekerjakan kandidat yang lain.

Kepercayaan dirinya hancur, tetapi dia tidak akan menyerah

Itu merupakan pukulan besar bagi Lee. Dia depresi dan mengunci diri di rumah sepanjang hari.
Pagi-pagi keesokan harinya, Lee mengenakan pakaian yang sama seperti ketika dia menghadiri wawancara dan pergi ke kantor pusat perusahaan. Dia menunggu hampir setengah jam sebelum kepala pewawancara yang sebelumnya mewawancarainya dan Direktur Pemasaran muncul. Lee dengan cepat berjalan ke arah mereka dan menyapa sang direktur. Sang direktur sedikit terkejut saat melihat Lee, namun dengan sopan membalas sapaan Lee.

Lee memperkenalkan dirinya dan bertanya dengan tulus: “Halo Pak, saya Shawn Lee yang datang ke sini untuk melakukan wawancara baru-baru ini. Saya datang kemari untuk meminta saran Anda. Apakah kekurangan saya selama wawancara? Saya hanya ingin tahu alasan kegagalan saya.”

Direktur memandang pemuda di depannya sejenak, lalu merenung dan berkata: “Saya masih cukup terkesan dengan Anda. Kami tidak mempekerjakan Anda, bukan karena Anda tidak cukup profesional, tetapi karena kami memiliki pilihan yang lebih baik. Tentu saja, kami mencari orang yang bisa menyelesaikan masalah, bukan orang yang bisa secara lisan membuat orang lain tidak berdaya.”

“Terima kasih, Pak, saya mengerti.” Kata-kata Direktur Pemasaran itu cerdas dan langsung pada pokok masalahnya, dan Lee akhirnya memahami penyebab dari kegagalannya. Agar tidak menunda pekerjaan pria itu atau menyita waktunya, Lee mengucapkan terima kasih lagi dan pergi dengan sopan. Hatinya perlahan-lahan merasa tenang.

Dengan sikap rendah hati, dia mengubah kegagalan menjadi kesuksesan

Di sore hari, ponsel Lee berdering. Nomornya tidak dikenal. Setelah Lee menekan tombol untuk menjawab, dia mendengar suara Direktur Pemasaran: “Tuan Lee, kami ada pertemuan lagi di siang hari. Jika saya meminta Anda untuk bekerja sekarang, apakah Anda setuju? Lee merasa jantungnya berdebar kencang karena berita ini terlalu mendadak. Dia menarik napas, kemudian menjawab dan mengulangnya dua kali: “Ya, ya!”

Pada akhirnya, Lee diberi kesempatan lagi. Beberapa waktu kemudian, Direktur Pemasaran memberi tahu Lee bahwa dia telah mewawancarai banyak pelamar kerja sebelumnya, dan Lee adalah orang pertama yang melakukan perjalanan khusus ke perusahaan untuk mengetahui penyebab kegagalannya dalam wawancara tersebut.

Pada kenyataannya, yang dicari perusahaan bukanlah orang yang tidak memiliki kekurangan, tetapi orang yang berani menghadapi kekurangannya dan bekerja keras untuk memperbaikinya. Dengan sikap rendah hati seperti itu, para kandidat dapat melangkah maju menuju kesuksesan. (nspirement/sia/feb)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

VIDEO REKOMENDASI