Keluarga

Kembali Memiliki Hati Seperti Anak Kecil

Anak tersenyum(Screenshot @Storyblocks)
Anak tersenyum (Screenshot @Storyblocks)

Hati seorang anak kecil

Ketika saya masih kecil, saya agak pemalu dan pendiam, lebih memilih untuk berada di “belakang layar” dan mengamati. Meskipun saya memiliki beberapa teman, namun saya juga senang mengerjakan pekerjaan rumah atau menghabiskan berjam-jam membaca di tempat tidur, seperti halnya saya melakukan hal lain.

Jika orang lain berlaku tidak baik terhadap diri saya, saya tidak terlalu memikirkannya dan dengan mudah melupakannya.

Saya tidak membalas dengan perlakuan tidak baik pada orang tersebut dan tidak pernah menyimpan dendam. Bahkan tidak terpikir oleh saya untuk bersikap seperti ini.

Saya selalu mendengarkan kata-kata orangtua dan guru, serta mengikuti aturan dengan sungguh-sungguh. Saya memikirkan orang lain terlebih dahulu dan mencoba melakukan apa yang saya bisa untuk membantu. Saya yakin semua orang itu baik, bahkan jika di permukaan kadang-kadang mereka tampak tidak baik.

Saya tahu perbedaan antara benar dan salah, dan melakukan hal yang benar merupakan sesuatu yang alami dan mudah. Seperti keadaan pikiran saya, hidup saya saat itu sederhana dan tidak rumit.

Tumbuh dewasa

Seiring bertambahnya usia, kepentingan diri sendiri mulai bertambah. Keinginan untuk bersenang-senang dan melakukan apa yang saya inginkan mulai lebih penting dibandingkan membantu, atau bahkan melakukan hal yang benar pada waktu-waktu tertentu. Akibatnya, saya terkadang melakukan hal-hal yang kemudian saya sesali.

Tetapi ketika saya membandingkan diri saya dengan orang lain, saya pikir saya tidaklah terlalu buruk. Bagaimanapun, saya masih berusaha untuk menjadi orang baik dan membantu orang lain. Tetapi standar saya untuk diri saya sendiri sudah tidak seperti dulu lagi.

Saya sering disarankan menjadi orang yang kuat dan tidak membiarkan orang lain menginjak-injak diri saya, serta mengutarakan pendapat agar saya tidak dimanfaatkan.

Selama menjalani family medicine residency (fokus pada Psikiatri dan Kesehatan Perilaku) di Philadelphia. Seorang teman sekelas bahkan menyarankan agar saya pindah kembali ke daerah selatan yang lebih tenang setelah masa residensi selesai, jika tidak kota itu akan menggerogoti jiwa saya.

Perlahan-lahan, saya kehilangan hati seorang anak kecil yang pernah saya miliki, yang dahulu pernah saya yakini. Jika seseorang berbuat salah pada saya, alih-alih melepaskannya, saya harus mengungkapkan pikiran saya.

Ketika toleransi saya berkurang, perasaan bersaing dan cemburu saya tumbuh, meskipun pada saat itu saya belum menyadarinya. Saya menjadi lebih mudah kesal dan memendam perasaan buruk terhadap orang lain, bahkan untuk hal-hal kecil.

Egoisme

Saat keegoisan saya semakin kuat, kesabaran dan belas kasih saya melemah. Meski begitu, saya masih yakin bahwa saya berperilaku lebih baik dibandingkan orang lain. Saya sering memandang rendah orang lain, yang pada akhirnya membuat saya membenarkan perilaku buruk diri saya sendiri.

Banyak hal terkubur jauh di dalam hati, seperti keinginan untuk pamer dan keingin-tahuan saya terhadap apa yang orang lain pikirkan tentang diri saya, dan bagian egois ini tumbuh cukup kuat.

Sedikit yang saya sadari bahwa pikiran dan perilaku ini menutupi diri saya yang sebenarnya, saya yang baik dan penuh kasih sayang.

Akibatnya, saya sering kurang tidur dan pikiran saya tidak tenang. Hidup tidak lagi sesederhana dan sepolos ketika saya masih kecil. Sekarang, hati saya lebih mudah gelisah dan terkadang saya merasa tidak nyaman dengan diri saya sendiri, jauh di dalam lubuk hati.

Belajar instropeksi hati dan pikiran

Hari ini, saya sangat beruntung telah menemukan pentingnya instropeksi hati dalam pencarian “memiliki kembali” pikiran yang murni dan sederhana, yang dahulu pernah saya miliki. Ini berkat latihan kuno yang dikenal sebagai Falun Dafa, juga disebut Falun Gong.

Falun Dafa adalah suatu latihan watak dan raga untuk peningkatan diri dan menyehatkan tubuh, dan meskipun berasal dari Tiongkok, sekarang telah dilatih di berbagai tempat di seluruh dunia. Latihan ini, yang diajarkan oleh Master Li Hongzhi, mengajarkan seseorang untuk hidup berdasarkan prinsip Sejati (Zhen), Baik (Shan), dan Sabar (Ren), dan berfokus pada peningkatan jiwa dan karakter moral. Video pengantar tentang latihan ini dapat ditemukan secara daring.

Saya mulai memahami pentingnya untuk melihat ke dalam diri saya sendiri, daripada menuding orang lain atas kesalahan mereka. Tidak mudah, bahkan terkadang menyakitkan. Saya telah menemukan hal-hal yang bahkan diri saya tidak menyadarinya tumbuh di dalam hati – sifat egoisme.

Banyak hal yang saya lihat pada orang lain, hal-hal yang sering mengganggu saya, sebenarnya adalah hal-hal juga ada dalam diri saya.

“Orang kuno mempercayai bahwa semua kehidupan mengikuti ritme alam semesta. Orang bijaklah yang menginternalisasi ritme ini, menyelaraskan dengan ‘semua yang mengelilingi’, dan menyesuaikan apa yang dia lakukan dengan aliran kehidupan, Tao.” Abigail Brenner (Psychology Today)

Kesehatan yang lebih baik

Diyakini bahwa apa yang ada di dalam hati akan terpancar keluar. Oleh karena itu, hati dan pikiran Anda memiliki peranan penting dalam kesehatan Anda.

Sejak berlatih Falun Dafa, saya mengalami peningkatan kesehatan yang signifikan dan bahkan tak terduga. Saat remaja, saya didiagnosis menderita penyakit skoliosis. Kelengkungan tulang belakang saya sangat parah sehingga, untuk menghindari bedah mayor, saya harus memakai penyangga punggung 23 jam sehari, tujuh hari seminggu, selama lebih dari dua tahun.

Meskipun saya dapat menghindari operasi, sakit punggung saya semakin memburuk, dan saya sering merasa kesal karena rasa sakit dan rasa seperti terbakar terus-menerus. Meskipun sudah melakukan pijat jaringan dalam, peregangan, latihan kekuatan, dan bahkan melakukan inversion table, rasa sakit saya tak berhenti. Rasa itu menjadi bagian hidup yang tak terhindarkan.

Setelah belajar Falun Dafa dan melakukan latihan secara teratur, suatu hari saya menyadari bahwa punggung saya tidak lagi sesakit dulu. Kemajuan ini terus berlanjut, dan saat ini saya sudah tidak sakit punggung lagi, sesuatu yang dulu saya pikir hal yang tidak mungkin.

Saya juga mengalami serangan penyakit kandung empedu beberapa kali di masa lalu, dan ini juga teratasi, bersamaan dengan masalah hormonal yang pernah saya alami.

Saat ini saya sudah dapat tidur nyenyak dan memiliki semua energi yang saya butuhkan untuk menjalani hari saya, dimana dulunya saya selalu kurang energi. Ada banyak kisah praktisi yang mengalami manfaat kesehatan, beberapa di antaranya benar-benar menakjubkan.

Latihan Falun Dafa yang lembut dan perlahan. Sejak berlatih, saya telah mengalami peningkatan yang tidak terduga dalam kesehatan saya. (Gambar: Samira Bouaou / The Epoch Times)

Hidup tidak mudah bagi kita semua. Cobaan dan kesengsaraan pasti datang, terkadang kecil, terkadang besar, dan terkadang seperti badai, dengan banyak hujan lebat sekaligus.

Ketika saya bertahan dan melihat kesulitan sebagai peluang, sebagai kesempatan untuk melakukan hal yang benar, bahkan ketika sangat sulit untuk melakukannya, saya menemukan diri saya menjadi lebih baik karenanya.

Seperti kata Carl Jung: “Pandangan Anda akan menjadi jelas hanya ketika Anda dapat melihat ke dalam hati Anda sendiri. Mereka yang melihat ke luar, bermimpi; mereka yang melihat ke dalam, terbangun.”

Tidak peduli apapun agama atau kepercayaan seseorang, prinsip universal Sejati, Baik, dan Sabar diakui oleh semua orang sebagai baik dan lurus.

Memegang prinsip ini di dalam hati Anda akan membawa Anda dalam kondisi refleksi diri dan perbaikan diri, dan apa pun jalan yang Anda pilih, dunia secara alami menjadi tempat yang lebih baik ketika Anda meningkatkan hati Anda. (Tatiana Denning/visiontimes/sia/feb)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI