Keluarga

Ketika Setiap Benda Punya Rumahnya Sendiri

Penataan ruang bermain anak (Victoria Borodinova @Pexels)
Penataan ruang bermain anak (Victoria Borodinova @Pexels)

Kapan terakhir kali Anda merapikan rumah untuk menemukan barang yang salah tempat? Mungkin itu kunci mobil, dompet, sepatu, atau mainan favorit anak Anda? Apa pun benda itu, kemungkinan Anda akan menemukannya dalam waktu antara 1 dan 10 menit, yang merupakan waktu rata-rata yang kita habiskan untuk mencari sesuatu yang hilang.

Meskipun di bawah 10 menit tidak terdengar terlalu buruk. Tetapi jika kita menjumlahkannya selama umur normal manusia, maka kita akan menghabiskan lebih dari 6,5 bulan dari hidup kita, setara dengan hampir 5.000 jam, untuk mencari benda-benda di rumah kita.

Itu  adalah  jumlah  waktu  signifikan  yang dihabiskan untuk melakukan aktivitas yang dapat dihindari. Solusinya? Rumah untuk segala benda.

Rumah untuk segala benda berarti setiap benda di rumah Anda memiliki tempat yang ditentukan untuk kembali. Rumah setiap benda itu konsisten, nyaman, dan mudah dicapai.

Saat benda-benda Anda berada di rumah mereka, ini berarti lebih sedikit waktu yang dihabiskan untuk mencari benda yang salah tempat dan—sama pentingnya—penurunan jumlah kekacauan di tempat tinggal Anda.

Masalah yang Muncul Jika Tidak Memiliki Rumah Benda-Benda

Penyebab utama kesemrawutan adalah ketika benda-benda tidak memiliki rumah atau mereka tidak dikembalikan ke rumah yang telah ditentukan.

Guru kerapian rumah, Marie Kondo mengatakan, “Alasan setiap benda harus memiliki tempat yang ditentukan adalah, karena keberadaan benda tanpa rumah akan melipatgandakan kemungkinan ruang Anda akan menjadi berantakan lagi.”

Ketika benda tetap berada di tempat yang bukan rumahnya, itu berarti sebuah undangan untuk diikuti oleh benda lainnya. Kekacauan akan menghasilkan lebih banyak kekacauan dan ketika beberapa benda keluar dari tempatnya, secara psikologis memungkinkan kita untuk membuat pengecualian pada lebih banyak kekacauan.

Jadi jika solusinya adalah memiliki rumah untuk setiap benda, mengapa kita terus berusaha untuk mengikuti aturan ini? Setelah melihat secara serius beberapa kebiasaan saya selama beberapa tahun terakhir, saya menemukan bahwa ada empat alasan mengapa bendabenda saya tidak pernah kembali ke rumahnya.

1. Rumah tidak ditentukan.

Kita semua memiliki barang-barang pribadi kita dan mungkin tahu ke mana perginya benda-benda tersebut. Tapi bagaimana dengan benda milik bersama yang digunakan semua orang? Ketika benda-benda tidak memiliki rumah yang jelas yang diketahui semua orang, kemungkinan mereka akan ditempatkan di lokasi yang salah atau akhirnya tercecer, menunggu orang lain mengembalikannya ke tempat asalnya.

2. Ada beberapa rumah untuk benda yang sama.

Ketika ada beberapa rumah untuk benda yang sama (seperti buku, kertas penting, mainan, sepatu), ini biasanya menghasilkan dua masalah: mencari beberapa lokasi untuk barang itu, atau membuat lebih banyak rumah karena tidak hanya ada satu tempat untuk menyimpan mereka.

3. Rumahnya tidak realistis dan tidak nyaman.

Saya memiliki banyak kesempatan ketika alasan sebuah benda tidak kembali ke rumahnya adalah karena terlalu merepotkan untuk menyimpannya. Saya tidak ingin meluangkan waktu dan tenaga untuk pergi ke lantai basement atau mencarikan kotak yang tepat, sehingga benda itu biasanya berada di meja dapur sampai saya memiliki energi untuk menyimpannya.

Sejak itu saya belajar untuk menghindari ini dengan membuat rumah bagi setiap benda menjadi nyaman dan juga dengan mengikuti aturan dua menit. Jika Anda dapat menyelesaikan sesuatu dalam dua menit atau kurang (seperti menyimpan sesuatu), maka lakukanlah tanpa ragu-ragu.

4. Benda tersebut tidak sesuai dengan rumahnya.

Alasan terakhir mengapa saya yakin benda-benda tidak kembali ke rumah mereka adalah ketika benda itu “acak”. Maksud saya benda seperti majalah, pengembalian yang Anda butuhkan, uang tunai, mainan yang perlu diperbaiki, koleksi batu dari jalan-jalan alam, tugas sekolah atau proyek seni anak-anak, dan sebagainya.

Tidak ada rumah yang jelas (mungkin karena itu adalah benda acak dan tidak ada yang lain seperti itu) jadi skenario yang paling mungkin adalah bahwa itu berakhir di atas meja untuk sementara waktu sampai kita dapat memutuskan apa yang harus dilakukan dengannya.

Solusi untuk menemukan rumah yang baik untuk benda-benda kita bukanlah semakin banyak penyimpanan atau sistem organisasi yang lebih baik. Solusinya adalah lebih sedikit benda yang dikeluarkan dari rumahnya dan mengembalikannya lagi di penghujung hari. Mengurangi jumlah benda yang kita miliki di rumah telah menjadi cara yang signifikan untuk menghilangkan sebagian besar kesemrawutan, yang merupakan titik awal utama untuk memastikan setiap benda memiliki rumah.

Menjadikannya Kebiasaan

Menjaga rumah yang bebas dari kesemrawutan bukanlah tugas yang sederhana, terutama dengan adanya anak-anak yang berlarian sepanjang hari membuat berantakan.

Tetapi ada kebiasaan yang dapat Anda lakukan yang mendorong semua orang di keluarga Anda untuk melihat manfaat mengembalikan benda ke rumahnya.

Temukan rumah untuk segala benda

Berkomitmen untuk menemukan rumah untuk setiap benda di rumah Anda. Mulailah dengan “zona pembuangan” umum (di mana benda-benda biasanya berakhir dengan kesemrawutan).

Temukan rumah yang logis dan mudah diingat untuk benda-benda tersebut. Jika Anda tidak dapat menemukannya, tanyakan pada diri Anda apakah benda itu termasuk benda “acak” yang menyebabkan kesemrawutan yang tidak dibutuhkan. Jika demikian, sumbangkan, jual, atau buang dan pindah ke benda berikutnya.

Ajari anak untuk mengembalikan benda

Mengajari anak-anak kita bahwa setiap barang memiliki rumah dan mendorong mereka untuk membersihkannya sendiri adalah cara sederhana yang mengurangi banyak kesemrawutan dari mainan, pakaian kotor, dan sepatu. Tentu saja, anak-anak kita bukanlah robot kecil, jadi kita harus menetapkan harapan yang realistis tetapi juga membatasi jumlah mainan yang dapat mereka akses.

Berupaya rajin setiap hari

Ketika saya berkomitmen untuk membersihkan lantai rumah setiap malam, ini menghilangkan penumpukan kesemrawutan yang berlangsung selama berhari-hari. Meluangkan beberapa menit setelah kami menidurkan anak-anak untuk merapikan dan mengembalikan barang-barang ke rumah mereka, agar membuat pagi jauh lebih damai dan mengajarkan kita untuk berhati-hati tentang apa yang kita simpan (seperti surat atau karya seni anak-anak).

Simpan barang di tempat yang nyaman

Ketika rumah benda tersebut tidak nyaman atau terlalu sulit untuk dijangkau, maka saya cenderung membuat alasan dan melemparkannya ke zona pembuangan umum (alias meja dapur saya). Anda ingin membuat rumah setiap benda cukup mudah diakses sehingga terlalu mudah untuk tidak mengembalikannya.

Kurangi saat dibutuhkan

Jika rumah yang nyaman telah mencapai kapasitas penyimpanannya, ini adalah alasan yang baik untuk mengurangi sehingga Anda tidak kewalahan dan kelebihan beban.

Saya menyimpan pakaian anak-anak saya yang sudah tidak terpakai di kontainer besar di loteng kami. Saya telah menetapkan aturan bahwa saya hanya dapat memiliki satu kontainer per ukuran. Ketika kontainer itu penuh, saya tidak membeli kontainer lain dan mulai mengisinya, namun saya akan melihat mana yang bisa saya singkirkan untuk memberi ruang bagi baju lain yang ingin saya simpan.

Tujuan kami dalam menjalani kehidupan yang lebih sederhana bukanlah untuk memiliki rumah yang bersih setiap saat sepanjang hari, tetapi untuk mempelajari kebiasaan sederhana yang menghasilkan perilaku yang penuh perhatian dan menyisakan lebih banyak waktu dan energi untuk hal-hal yang paling kami hargai. (theepochtimes/thisevergreenhome/mollie donghia/yud)

Artikel  ini  awalnya  diterbitkan  di  This Evergreen Home.

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

VIDEO REKOMENDASI