Keluarga

Kiat Mempersiapkan Anak-Anak Memasuki Sekolah Baru

@Unsplash

Mempersiapkan anak-anak –terutama anak usia prasekolah– memasuki sekolah baru, tidak hanya memerlukan persiapan fisik, namun juga perlu menyiapkan hati. Bagi anak-anak, sekolah baru berarti memasuki dunia baru diluar lingkungan “nyaman” yang selama ini dia kenal. Dia harus belajar beradaptasi dengan lingkungan baru –dunia mini baru yang terkadang tidak selalu sesuai dengan kemauannya– yang akan mempersiapkannya di dunia yang lebih besar. Sedangkan bagi orang tua sendiri, “melepaskan” anak di lingkungan baru, bukan hal yang mudah. Mulai dari ketakutan jika anak terlalu pendiam atau tidak mudah beradaptasi, atau sebaliknya, ketakutan seandainya si Anak terlalu egois pada teman-temannya, hingga perasaan orang tua sendiri yang tiba-tiba merasa sedih karena menyadari si anak sudah “besar” dan tidak lagi membutuhkannya 100%. Terlepas dari semua hal tersebut, menyiapkan anak jauh-jauh hari sebelum dia memasuki dunia baru, adalah hal terbaik yang dapat dilakukan.

Menurut Dr. Amie Duncan, Ph.D., Divisi Perkembangan dan Perilaku Pediatrik, Pusat Medis Rumah Sakit Anak Cincinnati, seperti dilansir ulang di laman theepochtimes.com, “Tidak pernah terlalu dini untuk mulai berbicara dan mendengarkan anak Anda tentang tahun ajaran yang akan datang,”

Duncan meminta para orang tua agar mulai berbicara dengan anak mereka tentang sekolah baru yang akan mereka masuki, beberapa minggu sebelum sekolah dimulai, dan orang tua juga perlu mendengarkan dengan cermat ketakutan atau kekhawatiran anak mereka. “Sekitar 4-6 minggu sebelum sekolah dimulai, proses transisi dari masa-masa tanpa rutinitas ke sekolah harus dilakukan,” lanjutnya.

Sangat normal mengalami kegelisahan di hari pertama memasuki tahun ajaran baru. Umumnya sekolah-sekolah usia dini atau taman kanak-kanak memperbolehkan orang tua menemani anaknya selama 1 minggu pertama. Selanjutnya, tergantung dari kebijakan sekolah atau orang tua sendiri. Namun hal ini juga tergantung pada si anak itu sendiri, bagaimana dia beradaptasi terhadap lingkugan baru.

Berikut adalah beberapa hal yang mungkin dapat mengurangi kegelisahan anak-anak seperti dituliskan pada Cincinnati Children’s Hospital Medical Center di laman cincinnatichildrens.org.

Anak-anak prasekolah dan Taman Kanak-Kanak perlu tahu apa yang akan terjadi saat memasuki sekolah baru.

• Orang tua harus mengajak anak mereka untuk mengunjungi calon sekolah baru dan membiarkan mereka bermain di taman bermain sekolah, berjalan melalui ruang kelas dan bertemu guru baru mereka sebelum sekolah dimulai.

• Orang tua dapat memperlihatkan pada anak-anak film kartun pendidikan untuk membantu mereka menghadapi hari-hari selama di sekolah dan hal apa saja yang akan mereka pelajari di sekolah.

• Bicaralah dengan anak Anda tentang tahun ajaran baru, tingkat kelas baru, dan guru baru.

• Bersiaplah mendukung kesuksesan sekolah dengan menciptakan “area sekolah” untuk menyimpan alat-alat sekolah seperti tas ransel, alat tulis, atau wadah bekal makan siang.

• Ajak anak Anda berjalan-jalan dan berbelanja alat tulis sekolah. Biarkan dia memilih tas punggung, buku catatan, dan / atau pensil yang diperlukan untuk sekolah. Alat-alat tidak perlu mahal.

• Untuk membantu memudahkan transisi bagi anak-anak batita atau anak-anak yang mudah cemas, mungkin orang tua dapat memasukkan beberapa barang sebagai pengingat kecil di rumah (mungkin foto) ke dalam ransel atau wadah makan siang.

• Orang tua harus mulai menerapkan jadwal waktu tidur dan bangun tidur rutin untuk mempersiapkan anak-anak pada jadwal sekolah mereka. Mungkin akan lebih bermanfaat seandainya penerapan dimulai 4-6 minggu sebelum sekolah dimulai.

• Terakhir, tetap bersikap positif & bersemangat untuk menyongsong tahun ajaran baru! (ntdindonesia/averiani)