Perbuatan baik dapat menyentuh hati dengan cara tertentu. Seseorang yang menolong orang lain pada saat dibutuhkan, tidak diragukan lagi, layak mendapatkan pengakuan, dorongan semangat, dan pengikut. Seorang tukang pipa berusia 52 tahun di Inggris, James Anderson, ramai dibicarakan dunia maya setelah media melaporkan perusahaan nirlaba yang dijalankannya, menawarkan jasa kepada orang lemah dan rapuh, secara gratis.
Layanan gratis
Perusahaan DEPHER menarik perhatian banyak orang setelah putri dari seorang wanita berusia 91 tahun yang menderita leukemia akut memposting tagihan ibunya di Facebook. Tagihan wanita tua itu sebesar nol poundsterling. Anderson menulis diatas tagihan itu: Tak ada biaya apapun untuk wanita ini. Kami akan siaga 24 jam membantu dan menjaga agar dia tetap merasa senyaman mungkin. (CBS News)
Postingan Facebook itu menjadi viral dan menarik lebih dari 11.000 orang yang membagikan dan 30.000 orang yang bereaksi terhadap postingan tersebut. Anderson dan perusahaannya menjadi terkenal dalam sekejap. Media kemudian mengungkapkan bahwa sebelumnya Anderson menjalankan usaha pribadi. Ketika dia melihat seorang lelaki tua miskin yang diperlakukan kasar oleh seorang teknisi, dia segera menutup usahanya dan memulai usaha baru. Sejak saat itu, Anderson telah memberikan pelayanan perbaikan pipa gratis kepada ribuan orang.
Menjalankan sebuah perusahaan nirlaba dan harus mencari nafkah tentu sangat sulit. Anderson memiliki hutang hampir 8,000 poundsterling karena perbuatan amalnya. Namun dia percaya, jumlah itu masih dalam kendalinya karena dia mengumpulkan cukup banyak uang melalui donasi dan penggalangan dana. Selama dua musim dingin terakhir ini, Anderson telah membantu orang-orang di Lancashire. Dia berharap dapat melayani semua kota di seluruh Inggris.
Banyak orang dekat saya bertanya: Mengapa Anda membiarkan diri terlilit hutang? Mengapa Anda melakukannya? Bagi saya, hutang adalah hutang.. Saya lebih suka berhutang agar orang lain dapat hidup dengan bahagia dan aman.. Ini adalah pandangan hidup saya dan akan selalu ada di hati.. Saya tidak ingin ada lansia dan penderita disabilitas meninggal atau menderita karena kedinginan di dalam rumah hanya karena tidak memiliki uang untuk memperbaiki pemanas mereka, katanya pada Metro.
Anak penderita kanker
Amal baik Anderson bukanlah satu-satunya cerita yang menggegerkan dunia maya. Di Amerika Serikat, sebuah badan amal yang membantu anak laki-laki penderita kanker menemukan keceriaannya, membangkitkan perhatian media. Anak laki-laki berusia 4 tahun, Baxley Hoover didiagnosis menderita kelainan jaringan langka yang disebut rhabdomyosarcoma.
Seluruh kehidupannya berubah. Anak itu berulang kali masuk rumah sakit dan menjalani beberapa sesi kemoterapi. Mendengar cerita tentang anak tersebut, Yayasan Roc Solid bekerja sama dengan Grup Mortgage Atlantic Bay menghadiahkan seperangkat alat bermain, sehingga dia tetap dapat bermain walaupun tidak berada di rumah.
Alasan kami menghadiahkan seperangkat alat bermain karena, satu hal yang tidak perlu diajarkan kepada seorang anak adalah bermain dan hal pertama yang direnggut dari penderita kanker pediatrik (anak-anak) adalah bermain, kata Eric Newman, pendiri Roc Solid ke My Horry News.
Keluarga dan teman-temannya berkumpul merakit alat bemain Baxley, yang terdiri dari ayunan, panjat dinding, dan seluncuran. Orang tuanya berlinang air mata setelah alat bermain tersebut selesai dan menghadiahkannya pada anak laki-laki mereka. (visiontimes/sia/feb)

