Remaja dan Spontanitas Bermain
Salah satu hadiah terpenting yang dapat diberikan orang tua kepada anaknya adalah waktu untuk bermain. Karena bagi anak-anak, bermain memiliki sangat banyak manfaat, seperti meningkatkan fungsi eksekutif, mengelola depresi, bersosialisasi, dan lain sebagainya, seperti yang telah dituliskan dalam “Makna Bermain bagi Anak, Remaja, dan Orang Dewasa (bagian 1)”
Sebenarnya, tidak hanya pada anak-anak, bermain sendiri maupun bermain bersama keluarga juga bermanfaat bagi remaja. Maka, bagi orang tua yang dapat memberikan atau menyediakan waktu bermain bersama anak remajanya, adalah kesempatan yang sangat berharga. Akan tetapi, mencari waktu untuk bermain bersama anak, tidak semudah berbicara. Baik bagi kedua orang tua yang bekerja maupun salah satu menjadi ibu rumah tangga, sama-sama memiliki tantangan tersendiri dalam hal waktu. Menyempatkan sedikit waktu di tengah-tengah tenggat waktu setiap harinya bukan hal yang mudah. Namun demikian, orang tua perlu mengingat bahwa bermain bukanlah pilihan. Itu adalah hal yang sangat diperlukan.
Menurut Marie Hartwell-Walker, Ed.D, seorang psikolog yang juga konsultan pernikahan dan keluarga, bermain dibutuhkan untuk perkembangan otak yang sehat.75 persen otak manusia akan terus berkembang setelah dia dilahirkan hingga awal usia 20-an. Bermain di masa kanak-kanak akan merangsang otak merangkai koneksi antar sel-sel saraf. Inilah yang membantu seorang anak mengembangkan keterampilan motorik kasar (berjalan, berlari, melompat, koordinasi) dan keterampilan motorik halus (menulis, menggerakkan alat-alat kecil, mengerjakan tugas-tugas yang rumit). Lebih lanjut, artikel Walker yang berjudul “The Benefits of Play” dan dimuat dalam laman Psych Central ini menuliskan bahwa aktivitas bermain yang dilakukan di masa remaja dan saat memasuki masa dewasa akan membantu otak mengembangkan konektivitas lebih banyak lagi, terutama di lobus frontal yang merupakan pusat perencanaan dan pengambilan keputusan yang baik. Oleh karena itu, dengan bermain mereka memiliki kesempatan untuk mengembangkan praktik pengambilan keputusan dan keterampilan memecahkan masalah.
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk mendorong anak remajanya bermain, antara lain:
Spontanitas
Menurut Marcy, seorang homeschool mommy dalam artikel “Why Play is Important for Teens,” menyampaikan agar memberi kesempatan pada anak remaja untuk melakukan permainan, musik, atau sport secara spontan. Melakukan olahraga terstruktur secara tim seperti basket atau bergabung dalam grup orkestra memang sangat bagus. Namun, bermain sepakbola secara spontanitas bersama teman atau keluarga atau bermain gobak sodor, atau berimprovisasi musik (jam session) bersama teman di basement akan menambah kesempatan pada remaja untuk melatih kerjasama, memecahkan masalah, dan mengekspresikan permainan secara kreatif sambil meminimalkan kompetisi. Tidak setiap anak memiliki jiwa kompetitif. Bermain secara spontan membuat permainan menjadi lebih menyenangkan.
Jangan Selalu Menyediakan Semuanya
Bermain secara spontan, tidak memerlukan biaya apapun. Marie Hartwell-Walker dalam artikel yang sama mengingatkan agar orang tua tidak perlu membelikan semua mainan terbaru, atau video game, atau kostum favorit dari film terkini untuk anak remaja mereka. Anak-anak yang tidak memiliki mainan atau kostum siap pakai untuk bermain akan belajar berimprovisasi. Kotak dan bantal sofa diubah menjadi benteng atau mengubah sarung menjadi jubah superhero. Anak-anak akan didorong untuk kreatif dengan menggunakan apa yang tersedia. Maka, alih-alih menyediakan apa yang ada di toko, biarkan mereka menjadi lebih kreatif.
Bermain Bersama Anak
Saat semua anggota keluarga sibuk dengan ponsel masing-masing, mereka akan kehilangan ikatan satu sama lain. Menyediakan waktu bermain secara spontan bersama anak-anak akan memberikan kesempatan pada orang tua untuk mengajarkan banyak hal tentang dunia mereka dan memberi masukan perilaku positif dan pemecahan masalah secara tidak langsung, kata Hartwell-Walker. Permainan keluarga seperti permainan papan (board game) membantu anak-anak yang lebih besar belajar bersabar saat menanti giliran tiba, mengikuti aturan, dan belajar menjadi pemenang yang rendah hati dan menerima kekalahan dengan lapang dada. Lebih lanjut, percakapan dan kerjasama yang dilakukan saat melakukan permainan, akan membentuk ikatan yang lebih kuat antar anggota keluarga dan mereka cenderung akan lebih mendukung satu sama lain.
Oleh karena itu, meski tampaknya berbeda, namun bermain di masa remaja memberikan manfaat yang kurang lebih sama. Jangan merasa resah saat Anda harus mengurangi waktu bermain ponsel. Karena masa itu tidak akan terulang kembali. (ntdindonesia/averiani)
Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
