Keluarga

Manfaat Dongeng Bagi Tumbuh Kembang Anak

Ibu mendongeng (Kredit: Lina Kivaka @Pexels)
Ibu mendongeng (Kredit: Lina Kivaka @Pexels)

Apakah Anda masih sering membacakan dongeng untuk si Kecil? Ternyata, ada beberapa manfaat dongeng untuk anak Anda.

Saya jadi teringat ketika masih kecil, kakek dan nenek selalu mendongeng saat menjelang tidur, atau ibu saya membacakan sebuah buku cerita kepada kami.

Mendongeng tidak hanya mempererat bonding, manfaat dongeng untuk anak juga dapat meningkatkan daya imajinasi, serta membantu proses tumbuh kembang anak lewat stimulasi.

Maka alangkah baiknya bila Anda meluangkan waktu untuk membacakan atau mendongengkan cerita untuk si Kecil. Dongeng juga tidak hanya dapat dilakukan sebelum si Kecil tidur, tetapi juga pada saat santai bersama, seperti sore hari.

Kenapa Memilih Dongeng untuk Anak?

Di usia awal perkembangan, yang sangat dominan dan aktif untuk tubuh adalah indera pendengaran dan indera penglihatan. Maka Anda harus memberikan stimulasi tepat untuk melatihnya.

Membaca dongeng bisa menjadi pilihan, karena anak-anak akan antusias melihat gambar-gambar tersebut. Indera pendengaran juga distimulasi dengan baik.

Manfaat Dongeng untuk Anak

Buku masih menjadi media bagi para orangtua untuk mengasah perkembangan anak. Ada beragam jenis buku anak, mulai dari buku cerita sampai buku yang membuat si Kecil sibuk bermain (busy book).

Berikut ini manfaat dongeng:

1. Mengajarkan kosa kata baru

Manfaat dongeng yang pertama adalah bisa jadi ajang untuk mengajarkan kosa kata baru kepada anak.

Sebuah penelitian Journal of Developmental & Behavioral Pediatrics menunjukkan bahwa, anak-anak yang secara teratur dibacakan dongeng rata-rata mengetahui 1,4 juta kosa kata lebih banyak daripada anak-anak yang tidak dibacakan.

Saat mendongeng secara tidak langsung saat Ibu dan Ayah membiasakan diri membacakan buku secara berulang, kosa kata dalam dongeng akan terserap dalam memori anak.

2. Mempererat hubungan dengan orangtua

Meluangkan waktu untuk membaca dongeng bukan hanya untuk menghabiskan waktu bersama anak. Tetapi juga membantu mempererat ikatan batin orangtua dan anak.

Sebab, ketika membaca dongeng, proses komunikasi yang interaktif terjalin antara orangtua dan anak. Tanpa disadari, hal tersebut memunculkan kehangatan antara kedua belah pihak.

3. Membantu anak mengenal emosi

Manfaat dongeng untuk anak selanjutnya adalah membantu mengenal dan menambah perkembangan bahasa lewat cerita yang mereka dengar. Saat mendengarkan cerita, anak akan memperhatikan dengan seksama cara menyampaikan emosi setiap tokoh.

Anda bisa menggambarkan emosi bahagia, marah, atau takut dengan ekspresi wajah, intonasi, bahkan irama yang berbeda.

4. Pengenalan konsep dan ide

Sama seperti manfaat dongeng yang dapat memperkenalkan kosa kata pada anak, dongeng juga dapat menyajikan konsep dan ide yang mungkin tidak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Ini bisa berguna saat Anda mempersiapkan mereka untuk pengalaman baru, seperti pergi ke dokter gigi atau mulai sekolah. Ini juga dapat membantu mereka belajar tentang budaya dan orang yang berbeda.

5. Meningkatkan keterampilan mendengar

Manfaat dongeng selanjutnya adalah meningkatkan pendengaran anak. Saat Anda membacakan dongeng, mereka akan memperhatikan dan mendengarkan dengan teliti.

Proses ini lah melatih si Kecil mencermati suatu masalah dengan cara mendengar. Sebuah penelitian Child Language Teaching and Therapy membuktikan bahwa, anak-anak yang terbiasa mendengarkan dongeng dapat memiliki keterampilan memecahkan masalah dengan cepat.

6. Merangsang minat baca anak

Rangkaian gambar yang menarik serta cara mendongeng yang seru secara tidak langsung merangsang anak untuk tertarik memperhatikan isi cerita.

Lama kelamaan, rasa ingin tahu anak pun meningkat dan pada akhirnya mereka melanjutkan membaca dongeng yang sudah Anda bacakan. Dengan begitu, manfaat dongeng menimbulkan minat serta kebiasaan membaca sejak dini.

Waktu tepat untuk mengajak si kecil mendongeng

Terlepas dari manfaat dongeng untuk anak yang didapatkan, mungkin Anda bertanya-tanya tentang kapan si Kecil bisa diajak mendongeng bersama.

Di usia tersebut, kapasitas anak sangat luas untuk belajar banyak hal baru. Semakin usia  si  Kecil  bertambah, sensitifitasnya akan semakin meningkat. Maka Anda harus bisa menyesuaikan dongeng yang dibacakan, sesuai dengan usia si Kecil.

Manfaat yang sama juga didapatkan bila si Kecil sosok yang justru lebih sering bercerita. Anda sebagai pendengar jadi dapat ’menyelami’ isi pikiran dan dunia imajinasi anak.

Mengajarkan nilai-nilai kebaikan melalui mendongeng

Mendongeng memiliki banyak manfaat bagi anak. Melalui dongeng, orangtua  dapat  memberikan  afirmasi  positif nilai-nilai kehidupan yang membantu memastikan tumbuh kembang anak secara optimal.

Melansir The International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences,lewat dongeng sebuah komunikasi dan kedekatan emosional dapat tercapai sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah dongengan dapat lebih mudah dimengerti.

Sayangnya masih banyak orangtua yang belum mengetahui teknik mendongeng yang baik sehingga pesan moral tidak tersampaikan.

Ada baiknya Anda memilih jenis cerita sesuai dengan umur anak. Jika si Kecil berusia 2-8 tahun, Ibu bisa memilih cerita fabel dan jika berusia 8-12 tahun pilihlah cerita kepahlawanan atau tokoh heroik.

Hanya saja cerita dongeng jangan terlalu panjang. Sebab, konsentrasi anak masih terbatas sehingga mereka cenderung bosan.

Anda juga bisa menggunakan gerakan tubuh atau ekspresi wajah sehingga si Kecil mengerti makna dari gerakan tersebut dan menarik perhatian mereka untuk menyimak.

Agar lebih seru, lafal ucapan juga harus menarik, keras, dan jelas. Intonasi suara mengikuti alur cerita kapan saat bersuara keras atau lembut.

Mengapa mendongeng sebelum tidur?

Sebelum tertidur Anda tentu akan memosisikan diri untuk rileks dan nyaman, begitu pula dengan si Kecil. Frekuensi rileks otak manusia saat menjelang tidur ini ternyata adalah frekuensi yang tepat untuk seseorang bisa menerima sugesti positif. Saat Anda membacakan dongeng di awal, biasanya si Kecil masih dalam keadaan semangat yang belum terlalu mengantuk.

Lalu mendekati bagian akhir, Si Kecil sudah berada pada frekuensi rileks yang dimaksud, sehingga kata-kata positif yang ia dengar masuk menjadi sugesti yang baik. Meski dalam keadaan setengah sadar, nilai-nilai positif dari dongeng tersebut tetap akan diterima otak si Kecil sebagai sugesti baik dan tertanam di sana.

Melansir dari The Telegraph,membacakan dongeng pun membantu si Kecil untuk mengerti perasaan membingungkan yang belum dipahaminya melalui sebuah cerita.

Cara dongeng mengisahkan mana baik dan buruk secara jelas membantu si Kecil untuk mengerti hal sederhana tetapi penting dalam kehidupan, seperti tingkah laku dan moralitas. Bahkan saat mulai tumbuh dewasa, nilai-nilai yang ditanamkan oleh dongeng pun akan tetap bersama kita.

Ini juga menjelaskan kenapa orang dewasa masih bisa mengingat dongeng masa kecil meskipun sudah lama sekali berlalu. (theepochtimes/yuan mei)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

VIDEO REKOMENDASI