Keluarga

Matematika Pada Anak: Bisa Menghitung Mengapa Sulit Memahami Soal Cerita?

Anak sedang belajar (Olia Danilevich @Pexels)
Anak sedang belajar (Olia Danilevich @Pexels)

Pada artikel sebelumnya telah dibicarakan tentang mental block yang menyebabkan sebagian anak memiliki ketakutan tersendiri saat berhadapan dengan matematika.

Di sisi lain, bagi sekelompok anak lainnya, matematika dianggap sebagai mata pelajaran biasa layaknya menghadapi mata pelajaran lainnya. Mereka tidak merasakan adanya perbedaan yang berarti. Namun demikian, meski matematika tidak menjadi “momok” bagi kelompok anak ini, menghadapi soal cerita dalam matematika merupakan hal yang berbeda.

Soal cerita dalam matematika bisa menjadi hal yang cukup rumit bagi siswa-siswi sekolah, meski mereka tidak memiliki mental block terhadap matematika. Mengapa? Karena, dalam soal cerita mereka harus dapat membaca cerita yang disampaikan, kemudian memahami isi cerita tersebut, lantas harus mencari tahu operasi matematika mana yang tepat digunakan, dan terakhir perlu melakukan perhitungan dengan benar. Hanya salah satu saja dari rangkaian proses itu tidak dipahami atau tidak dilakukan dengan benar, akan dapat menyebabkan permasalahan untuk mendapatkan jawaban yang benar,

Jika dilihat dari sisi neurosains, menurut Irene Phiter dalam Brainfit Talks, soal cerita lebih susah dipahami karena melibatkan banyak brain region. Karena bagian otak yang mengurus jumlah atau quantity tidak terletak pada bagian yang sama dengan bagian otak yang mengenali simbol.

Bagian otak yang mengenali simbol berada di bagian visual, sementara bagian otak yang mengenali jumlah atau quantity terletak pada penyeberangan antara visual dan parietal lobe. Parietal lobe sendiri merupakan bagian otak yang mengurus gerakan atau motorik.

Lebih lanjut Irene menyampaikan, “Sedangkan soal cerita dalam matematika memerlukan kemampuan untuk membaca dan memahaminya yang notabene berada pada bagian otak yang bertanggung jawab pada membaca atau language brain

Maka jika diilihat dari sisi ini, wajar jika soal cerita tidak mudah dipahami, karena dia harus mengaktifkan beberapa brain region sekaligus.”

Oleh karena itu, bagi anak-anak yang baru mulai menginjakkan kakinya di sekolah dasar, soal cerita memiliki tantangan tersendiri. Karena di usia tersebut, umumnya mereka baru saja mempelajari bagaimana cara membaca dan sedang berada dalam tahap memahami suatu kalimat. Lebih rumit lagi bagi mereka yang belajar di sekolah yang menggunakan bahasa pengantar bukan bahasa ibunya. Kerumitannya akan berkali-kali lipat.

Namun, kerumitan-kerumitan tersebut bukan tidak bisa diuraikan. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai orangtua untuk membantu anak atau mendorong anak menjadi lebih baik menghadapi soal cerita dalam matematika.

Dalam artikel Why some kids struggle with math word problems, Bob Cunningham membagikan lima tip cepat bagi para orangtua yang melihat sang anak kesulitan dalam menghadapi soal matematika.

Tip 1: Tandai akar permasalahnya.

Mintalah anak-anak untuk membacakan soal cerita satu kali. Kemudian, mintalah mereka membacanya sekali lagi. Lingkari kata-kata dan frasa-frasa penting. Ini dapat membantu anak-anak tetap fokus dan menghindari mereka terburu-buru mengerjakan tanpa memahami isi ceritanya.

Tip 2: Tutup yang tidak perlu.

Gunakan potongan kertas coretan kosong untuk menutupi soal cerita lainnya yang sedang tidak dikerjakan oleh anak-anak. Ini akan membantu anak fokus hanya pada soal cerita yang sedang dihadapi.

Tip 3: Buat daftar periksa.

Buatlah daftar hal-hal yang harus diperiksa ulang oleh anak-anak saat memecahkan masalah, seperti melingkari kata-kata kunci dan menuliskan kalimat matematikanya.

Tip cepat 4: Gunakan kartu indeks.

Pada kartu indeks, tuliskan kata-kata kunci yang digunakan dalam soal cerita tersebut berikut simbol yang mewakilinya. Gunakan satu kartu untuk setiap kata kunci. (Satu kartu mungkin menunjukkan kata kunci “semuanya” di sebelah tanda “+”.) Dorong anak-anak untuk mencocokkan masing-masing kartu dengan setiap kata kunci dalam suatu soal cerita.

Tip 5: Berikan bantuan membaca.

Jika anak masih kesulitan dalam hal membaca, bantu anak membacakan soal ceritanya. Perubahan sederhana ini dapat membantu anak-anak terus belajar matematika meskipun dia masih menghadapi kesulitan saat membaca.

Kelima tip tersebut mungkin dapat membantu orangtua mendampingi anak-anak agar mereka tetap merasa nyaman saat mengerjakan soal cerita, meskipun mereka merasa kesulitan.

Jika membaca memang masih menjadi masalah bagi si anak, mungkin orangtua juga perlu mencari cara-cara menyenangkan lain agar dapat membantunya meningkatkan kemampuan membaca. (ntdindonesia/averiani)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

VIDEO REKOMENDASI