Perayaan Natal tinggal menghitung hari. Pada momen inilah umat Kristiani berkumpul bersama keluarga. Mereka yang merantau umumnya sudah mulai berdatangan untuk merayakan bersama keluarga besar. Di malam Natal, mereka akan bersama-sama beribadah di gereja atau menghabiskan waktu dengan makan malam bersama keluarga.
Meluangkan waktu bersama keluarga besar rupanya tidak hanya merekatkan hubungan kekerabatan, namun juga memilki manfaat yang lebih besar. Penelitian menunjukkan bahwa liburan adalah peluang terbesar untuk melakukan ritual keluarga. Pengalaman ini adalah kunci utama untuk membuat diri kita, anak-anak kita, dan keluarga kita menjadi lebih tangguh, menurut Marshall P Duke, PhD, Charles Howard Candler Professor of Psychology, Emory University.
Secara statistik, lanjut Duke dalam artikel “Prime Time for Families,” keluarga yang melakukan upaya nyata untuk menangkal kekuatan yang memisahkan keluarga mereka, memiliki anak-anak yang mudah beradaptasi, yang cenderung melakukan hal yang lebih baik di sekolah, menghindari narkoba dan kenakalan, memiliki rasa cinta, perhatian, dan dukungan terhadap anggota keluarga lain yang lebih baik, anak-anak dengan tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi dan kesan yang lebih kuat pada diri mereka sendiri.
Meskipun pada dasarnya semua orang mengetahui makna utama Natal adalah menghabiskan waktu bersama orang-orang yang disayangi ? namun banyak diantara kita yang akhirnya terjebak dalam rutinitas lainnya. Seperti berbelanja hadiah untuk semua orang, membuat makanan ekstra untuk jamuan makan malam Natal, atau menghadiri undangan jamuan makan dari teman dan kerabat, sehingga melupakan hal-hal kecil – tradisi Natal keluarga yang menyenangkan. Ritual keluarga, aktivitas-aktivitas sederhana yang membuat Natal bertahan lebih dari satu hari dan layak dirayakan. Bersama anggota keluarga menikmati kebersamaan dan mengukir kenangan.
Banyak orangtua yang ingin memberikan hadiah sempurna bagi anak-anak, namun melupakan bahwa anak akan lebih mengingat momen-momen menyenangkan bersama orang tua mereka. Anak-anak kecil pada akhirnya akan tumbuh dewasa. Saat beranjak dewasa, mereka tidak akan menghabiskan banyak waktu di rumah. Oleh karena itu, sebaiknya orangtua lebih banyak mengeksplorasi kenangan ini sebelum anak-anak beranjak dewasa dan terlalu sibuk untuk menghabiskan malam di rumah.
Beberapa aktivitas sederhana yang membuat suasana Natal bertahan lebih lama sekaligus mengukir kenangan bersama anak-anak, antara lain:
- Membacakan cerita
Membacakan cerita pada anak, meskipun pada anak yang lebih besar, akan tetap terasa menyenangkan. Cerita klasik seperti Christmas Carol karangan Charles Dickens atau The little match-girl karangan Hans Christian Andersen tidak akan pernah ketinggalan jaman.
Bahkan cerita yang tergolong sebagai “monster” bagi anak-anak seperti pengalaman yang mengerikan, yang mengakibatkan cedera atau bahkan kematian orang yang dicintai dapat menjadi “vaksin” bagi anak-anak, menurut Marshall Duke dalam artikel “What Stories Should You Be Telling Kids This Holiday Season” yang dimuat ulang di theepochtimes.com. Lebih lanjut Duke mengungkapkan, ini karena saat tantangan yang sama kemudian tiba-tiba dihadapi sendiri oleh anak-anak, mereka telah memiliki panutan.
- Berbagi
Bersama anak-anak berbelanja hadiah dan membungkusnya bersama-sama untuk diberikan pada anak yatim piatu, panti werda, atau penampungan tunawisma akan menumbuhkan empati dan mendorong rasa sayang dan kemurahan hati anak dan keluarga Anda.
- Bermain bersama
Memainkan bersama anak-anak permainan klasik seperi monopoli atau scrabble tidak akan lekang oleh waktu. Permainan yang dapat dilakukan baik di suasana Natal keluarga, di hari-hari besar lainnya, atau hanya saat hari hujan, akan menyenangkan (sekaligus pertengkaran bagi kakak dan adik) bagi semua orang.
- Membuat kue
Bagi Anda yang hobi membuat kue sendiri, perayaan Natal pasti sangat menyibukkan Anda. Undangan jamuan makan potluck kerabat maupun jamuan yang Anda adakan sendiri pasti sangat menyibukkan Anda. Bagaimana seandainya Anda berbagi pengalaman tersebut bersama anak-anak? Biarkan mereka membantu menimbang bahan-bahan, menyiapkan alat-alat, atau menghias kue.
Meskipun dapur Anda mungkin akan lebih terlihat berantakan. Namun memanggang bersama anak-anak akan terasa sangat menyenangkan dan membantu mengurangi stres Anda. Sambil memutar lagu-lagu Natal saat mencampur bahan atau mengaduk adonan akan menjadikannya sebagai ritual tersendiri.
Menciptakan tradisi Natal keluarga tidak perlu mahal atau rumit. Pada intinya, tradisi ini hanya tentang menghabiskan waktu yang menyenangkan bersama keluarga. (NTDindonesia/ averiani)
Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
