Keluarga

Memilih Sendiri Cat Interior Ruang Anda

Cat Interior ( Samantha Gades @ Unsplash)
Cat Interior ( Samantha Gades @ Unsplash)

Tahukah Anda jika cat adalah material penutup dinding yang paling sering digunakan oleh seorang perancang interior untuk menciptakan mood tertentu atau mengubah tampilan sebuah ruangan?

Memang, dibandingkan dengan wallpaper atau wallcovering lainnya, mengaplikasikan cat pada dinding ruangan merupakan aplikasi yang lebih hemat biaya dan lebih memungkinkan untuk dilakukan sendiri.

Dilihat dari durasi pelaksanaannya pun dapat mentransformasi ruangan sesuai keinginan Anda dengan lebih cepat dibanding lainnya. Namun demikian ada beberapa hal yang patut diperhatikan saat Anda memilih menggunakan cat untuk “menyegarkan” interior Anda.

Beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan antara lain:

1. “Mitos” satu warna

Banyak beredar mitos mengenai pewarnaan ruangan di luar sana yang mungkin dapat mempersulit Anda memilih dan menggunakan warna yang tepat di rumah Anda. Mitos yang paling umum adalah lebih aman untuk memilih “satu warna” untuk keseluruhan rumah.

Saran ini terdengar masuk akal karena memilih hanya satu warna mungkin lebih mudah dilakukan dibanding harus memilih beberapa warna. Selain itu, satu warna dianggap ideal untuk “menyatukan” nuansa keseluruhan rumah. Namun sesungguhnya tidak ada satu warna yang dapat menciptakan nuansa yang sama untuk keseluruhan ruang.

Salah satu faktornya adalah pencahayaan. Banyak atau sedikitnya pencahayaan alami yang masuk dalam satu ruang maupun jenis pencahayaan yang diterapkan dalam ruang tersebut menjadi salah satu faktor “berubahnya” nuansa warna cat yang sama. Ditambah lagi, adanya perabot atau objek berbeda-beda yang dalam ruang-ruang yang berbeda.

2. “Mitos” warna netral

Mitos paling umum lainnya adalah pemilihan warna netral. Skema warna netral dianggap paling aman dan mudah untuk dipadupadankan.

Saran ini terdengar masuk akal karena umumnya, warna netral dianggap lebih bisa “masuk” jika disandingkan dengan warna-warna lainnya.

Namun sesungguhnya warna netral memiliki tone yang berbeda-beda. Mungkin Anda sulit membayangkan bagaimana warna putih memiliki tone yang berbeda-beda.

Jika Anda mengetahui rona kulit manusia (mungkin para wanita pernah mengalaminya), sama-sama memiliki warna nude, lipstik dengan tone pink memiliki hasil yang berbeda jika diterapkan pada rona kulit yang berbeda.

Demikian juga dengan warna putih. Warna putih tersedia dalam banyak shades: clear white, off-white, apple white, eggshell dan lain sebagainya.

3. Skema warna

Jika Anda akhirnya memutuskan untuk menerapkan lebih dari satu warna, Anda dapat menggunakan bantuan skema warna untuk menentukan nuansa dan tema ruangan yang Anda inginkan.

Terkadang seorang perancang interior pun menggunakannya untuk menentukan tone warna dan “membatasi” warna yang akan digunakan.

Pertama tentukan terlebih dahulu, warna apa yang ingin diaplikasikan dalam ruang tersebut. Jika telah menentukan satu warna, kemudian Anda dapat melanjutkan dengan memilih satu skema warna dalam referensi roda warna (color wheel) yang cocok dengan warna utama yang Anda pilih sebelumnya.

Ada berbagai macam skema warna yang dapat Anda pertimbangkan. Beberapa contoh skema padu padan warna antara lain skema warna monokromatik, skema warna komplementer, skema warna analog, skema warna triadic, skema warna tetradic, atau skema warna split-komplementer.

Dengan demikian, Anda tidak akan “keluar” dari koridor nuansa dan tone warna yang nyaman dilihat.

4. Cek warna

Semua warna cat memiliki hasil akhir yang berbeda, tergantung dari merek catnya. Meskipun Anda telah melihat warna di katalog warna maupun melihat langsung pada kaleng cat, namun ada baiknya Anda menyapukan sebagian cat pada dinding agar Anda dapat melihat langsung saat diterapkan pada dinding ruangan.

Jika Anda masih belum yakin, mungkin Anda dapat membeli beberapa jenis cat dengan ukuran yang paling kecil, untuk melihat nuansa yang dihasilkan ketika dipadukan bersama-sama.

Perlu diingat bahwa nuansa warna-warna sejuk dianggap dapat menciptakan suasana menyejukkan dan menenangkan. Oleh karena itu umumnya diaplikasikan pada ruang-ruang yang bersifat pribadi.

Sebaliknya warna-warna hangat dianggap dapat menghadirkan semangat dan energi. Oleh karena itu umumnya diterapkan pada ruang-ruang publik. (ntdindonesia/averiani)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI