Keluarga

Memperbaiki Pernikahan: Perjalanan dari “Kebencian” Menjadi “Memaafkan”

Pernikahan bahagia
Pernikahan bahagia. @Pexels

Sebenarnya, seseorang yang Anda nikahi bukanlah orang yang akan menghabiskan hidup bersama Anda. Karena semua orang berkembang dan berubah.

Dalam pernikahan yang sehat, kedua orang berubah menjadi pribadi yang lebih baik? Namun umumnya perkembangan itu terjadi karena tempaan penderitaan dan kesalahan.

Terkadang, pasangan saling menyakiti selama bertahun-tahun sebelum akhirnya berupaya untuk berubah, seperti contoh dari buku bantuan pernikahan, “Fascinating Womanhood”

“Kami berdua orang yang sangat keras kepala. Saya pikir tanpa disadari kami melakukan semacam perebutan kekuasaan untuk melihat siapa yang akan memegang kendali, membuat keputusan akhir, dan akhirnya memenangkan argumen. Pernikahan membuat saya sangat tertekan dan kecewa dengan kehidupan. Saya patah semangat dan lelah dengan semuanya. Setelah mempertimbangkan perceraian untuk kesekian kalinya karena saya merasa telah dipasangkan pada seorang pria yang mustahil, saya menemukan (buku) Fascinating Womanhood.

Buku itu telah membuka mata saya dan melihat kebenaran tentang diri saya dan hubungan pernikahan saya. Bertindak berdasarkan prinsip dari F.W telah menyelamatkan pernikahan dan rumah tangga saya. [Suami saya] jauh lebih sabar dan lembut sekarang. Bahkan ketika sesekali dia marah pada saya, tidak seperti dulu. Dia menjadi orang yang lebih baik dan tidak kasar lagi. Dia juga sangat bijaksana dan murah hati. Saat ini saya dapat melihat jika karakter dia memang seperti itu. Tetapi saya harus belajar untuk mencintai dan memahami dia untuk mengetahuinya.”

“Fascinating Womanhood” diterbitkan pada pertengahan 1960-an oleh Helen Andelin, seorang istri dan ibu dari delapan anak. Andelin menyatukan ide-ide tentang pernikahan dan feminitas dari pandangan umat Kristen, sastra klasik, dan pamflet saran wanita dari tahun 1920-an. Gagasan-gagasan ini, seperti menghargai perbedaan jenis kelamin, merangkul peran maskulin dan feminin, dan memperbaiki karakter seseorang, membawa kebahagiaan besar pada pernikahannya, dan buku itu menjadi buku terlaris.

Buku tersebut membagikan banyak kisah dari para wanita yang menulis kepada Andelin tentang bagaimana pernikahan mereka berubah setelah mereka mulai memperlakukan suami secara berbeda.

Tekanan dan kebencian

Setiap perkawinan yang sehat melalui titik-titik dimana akan timbul tekanan, dan jika tidak ditangani dengan tepat, maka akan semakin meningkat.

Pepatah lama “keakraban melahirkan kebencian” mengingatkan kita bahwa jika Anda mengenal seseorang dengan sangat baik, kemungkinan besar kita akan berhenti menghormati mereka karena telah melihat semua sifat buruk mereka. Jika Anda telah menikah, mungkin Anda pernah memandang rendah pasangan karena hal-hal kecil ?kebiasaan menjengkelkan seperti cucian yang tertinggal di lantai, atau mungkin dalam kekurangan yang lebih serius seperti tidak bertanggung jawab secara finansial.

Jika dibiarkan berkembang tanpa terkendali, kebencian dapat merusak pernikahan yang baik. Kebencian itu akan menghilangkan rasa kekaguman dan hormat yang pernah Anda miliki terhadap pasangan, dan mereka akan berubah menjadi seseorang dengan setumpuk kesalahan di mata Anda.

Saat berada dalam kebencian, akan terasa sulit untuk melihat lebih jauh dan terhubung secara emosional dan berempati dengan rasa sakit dan perjuangan pasangan Anda.

Namun gangguan, rasa kecewa, siklus negatif ini, dan bahkan beberapa kekurangan yang serius, adalah suatu ajakan untuk bertumbuh, baik sebagai suatu individu maupun sebagai pasangan.

Dan dengan perangkat dan keadaan yang tepat, banyak pernikahan yang tidak bahagia bisa berubah menjadi bahagia.

Mengutip sebuah studi dari Institute for American Values, Diane Medved, psikolog dan penulis buku “Don’t Divorce: Powerful Arguments for Saving and Revitalizing Your Marriage”, menuliskan, “Hampir tiga dari empat pasangan menilai diri mereka ‘tidak bahagia’ dalam pernikahan mereka tetapi tetap bertahan, dan mengatakan bahwa mereka ‘bahagia’ atau ‘sangat bahagia’ hanya dalam lima tahun kemudian.”

Beberapa pernikahan mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menjadi bahagia dan memerlukan lebih banyak upaya, seperti dalam cerita dari “Fascinating Womanhood” dibawah ini:

 “Saya dan suami telah menikah selama lima belas tahun. Sebelas tahun-nya dihabiskan untuk berjuang melawan kecanduan alkohol. Siapapun yang pernah berurusan dengan masalah ini, entah dengan teman atau kerabat pasti mengetahui bagaimana menderitanya menyaksikan orang yang Anda cintai menghancurkan diri mereka sendiri. Tetapi melihat ke belakang, saya dapat melihat masalah kecanduan alkohol suami saya adalah “kambing hitam” atas kekurangan saya. Saya selalu bisa menyalahkan kebiasaan minumnya untuk perilaku saya.”

Suaminya akhirnya berhenti minum atas kemauannya sendiri, tetapi setelah dua tahun berusaha keras, dia jatuh cinta pada orang lain dan mereka sepakat untuk berpisah selama tiga bulan. Kemudian, dia mulai membaca “Fascinating Womanhood” dan menyadari dia memiliki banyak kesalahpahaman tentang pria dan pernikahan. Awalnya perlu perjuangan untuk menerima dan menghargai suaminya, tetapi dia berhasil melakukannya.

 “Sungguh sesuatu yang indah melihat tanggapan suami saya.” Pada bulan Januari tidak ada pembicaraan tentang perpisahan. Bahkan kami melakukan perjalanan akhir pekan bersama teman-teman. “Saat kami berjalan bersama setelah sarapan, dia berkata, “Saya pikir, saya jatuh cinta lagi pada Anda.”

Perangkat yang tepat

Banyak perangkat, terapi, buku self-help, dan konselor, yang dapat membantu saat pernikahan Anda dalam masalah. Salah satunya pasti akan lebih sesuai untuk Anda dibandingkan yang lain. Temukan perangkat yang sesuai dengan nilai-nilai Anda, yang dapat menawarkan harapan, dan membantu Anda melihat tantangan, kerentanan, dan kekurangan diri Anda sendiri.

Seperti halnya pernikahan, “proses memperbaiki” itu sendiri juga suatu perjalanan. Ini mungkin berarti menyesuaikan harapan Anda, melihat diri Anda dari perspektif pasangan, dan memahami bagaimana unsur-unsur temperamen, karakter, latar belakang, harapan, ketakutan dan rasa tidak aman Anda memicu ketegangan.

Ini juga berarti mendengarkan pasangan Anda lebih dalam dan memahami ketakutan, kebutuhan, harapan, dan prioritas mereka. Mungkin akan membuat Anda rentan dan terkejut dengan seberapa banyak Anda menyakiti pasangan secara tidak sengaja. Anda mungkin belajar bahwa melakukan beberapa hal kecil untuk pasangan setiap hari akan membuat mereka merasa dicintai.

Bahkan pernikahan dimana satu pasangan telah melakukan kesalahan serius dapat diperbaiki jika ada kemauan dan keinginan, bahkan jika keinginan itu hanya dimulai dari satu pihak saja.

 “Jika anda menginginkan pernikahan Anda selamat, Anda harus bersedia mengakui telah menyakiti dan menakuti pasangan Anda,” kata Sue Johnson, psikolog dan pencipta Emotionally Focused Therapy, yang membantu pasangan memahami dan melampaui batas pola emosi negatif dengan menumbuhkan pemahaman dan ikatan.

 “Dan pasangan Anda harus bersedia berbicara dengan Anda tentang semua kesulitan yang terjadi sebagai akibat dari kesalahan yang dilakukan salah satu pasangan, betapa sulitnya untuk menempatkan diri sebagai orang yang telah melanggar kepercayaan yang telah Anda berikan.

“Pasangan dapat melakukan percakapan semacam ini. Itu adalah percakapan yang sulit, tetapi dapat dilakukan. Kecuali Anda memiliki kemampuan tertentu yang dapat menciptakan rasa aman dan menunjukkan pada orang lain tentang kepedulian Anda tentang dampak yang Anda timbulkan, itu sangat sulit.”

Belajar bagaimana mencintai

Di masa lalu, baik budaya Timur maupun Barat berbicara tentang temperamen sebagai salah satu aspek manusia ? dan memahami bagaimana temperamen yang berbeda rentan terhadap kekuatan dan kelemahan yang berbeda.

Bergantung pada keluarga masing-masing, mencintai orang lain mungkin -atau mungkin juga tidak- adalah suatu hal yang terjadi secara alami bagi anda. Dan bahkan jika aspek terbesar dari cinta dan pernikahan itu mudah dan alamiah, mungkin Anda mengalami beberapa hal yang di bawah standar. Jika Anda mau belajar dan memperbaiki, hampir semua kekurangan dapat diubah menjadi kekuatan atau setidaknya suatu kompetensi yang nyata.

Seperti semua hal yang penting dan dinamis, pernikahan yang sehat membutuhkan perawatan.

Jika kita jujur pada diri kita sendiri, mungkin beberapa karakteristik dasar yang menarik kita pada pasangan kita juga merupakan kebalikan dari beberapa karakteriktik dasar kita, yang kemudian berubah jadi menjengkelkan kita.

Sebagai contoh, suami Anda mungkin melakukan segala aktivitas dengan sangat cepat, dan Anda mengagumi betapa cepatnya dia bekerja, namun jika dia menginginkan Anda mengikuti kecepatannya, Anda dapat merasa diburu-buru dan kewalahan.

Memaafkan: penangkal kebencian

Ketika kita melihat diri kita sendiri dengan jujur, kita akan melihat banyak kesalahan. Kita semua memiliki kelemahan yang harus diperbaiki. Kerendahan hati untuk melihat dan memperbaiki kesalahan kita akan menghapus kebencian dan membantu kita memaafkan diri kita sendiri dan orang yang kita cintai.

Gary Chapman, dalam bukunya “Love as a Way of Life,” menulis tentang kekuatan pengampunan:

 “Kesulitan dalam menjalani kehidupan cinta sejati adalah di dalam tekanan, kita harus terus memberikan pengampunan pada mereka yang telah berbuat kesalahan kepada kita, bahkan saat kita mengakui luka yang mereka timbulkan. Seorang suami yang istrinya pergi bersama lelaki lain memberitahu saya, ‘Dia kembali setelah pergi tiga bulan dan mengatakan jika dia telah membuat kesalahan besar dan ingin memperbaiki pernikahan kami. Saya tidak berpikir dapat memaafkannya. Itu tidak terjadi dalam semalam. Tetapi ketika saya menyadari bahwa dia tulus, saya menemukan kemampuan untuk memaafkan. Saat ini kami memiliki pernikahan yang luar biasa.”

Hubungan pernikahan kita akan sulit jika kita rapuh. Perlu keberanian untuk menghadapi kekuatan jahat dalam diri kita. Ini akan jauh lebih mudah jika kita membangun ikatan yang lebih kuat dengan pasangan kita. (junekellum/theepochtimes/sia/feb)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI