Warna memainkan peranan yang sangat penting dalam segala aspek kehidupan. Warna dapat memengaruhi pemikiran, dapat mengiritasi atau menenangkan mata, atau bahkan dapat menghemat konsumsi energi jika digunakan dengan cara yang benar. Menurut Jill Morton dalam laman colormatters.com, sebagai bentuk komunikasi yang kuat, warna tidak tergantikan. Merah berarti “berhenti” dan hijau berarti “jalan”. Lampu lalu lintas mengirimkan pesan universal ini.
Demikian juga dalam dunia kerja, warna dianggap sebagai elemen desain penting yang digunakan untuk meningkatkan kualitas estetika lingkungan kerja sekaligus sebagai branding perusahaan. Efek warna dalam lingkungan kerja ini dituliskan oleh Nattha Savavibool dalam makalah “The Effects of Colour in Work Environment, A systematic review” setelah Savavibool menelaah total 40 riset yang memenuhi kriteria inklusi dan dimasukkan dalam tinjauan. Hasilnya menunjukkan warna memiliki pengaruh yang signifikan pada perasaan (misalnya suasana hati, emosi), kesejahteraan (misalnya stres, kenyamanan, kesehatan dan kesegaran), dan kinerja (misalnya produktivitas, prestasi, kreativitas).
Di masa pandemi ini, dimana banyak pekerja masih bekerja dari rumah dan hampir semua anak-anak sekolah melakukan pembelajaran jarak jauh, mungkin perlu mencontoh hal-hal penting yang umumnya dilakukan perusahaan-perusahaan pada interiornya untuk menambah mood dan kinerja karyawannya. Karena meski bekerja atau bersekolah dari rumah, tuntutannya bagi karyawan atau pelajar tetap sama. Oleh karena itu tidak ada salahnya untuk melakukan sedikit perubahan suasana rumah untuk menambah mood dan kinerja para penghuninya. Karena bagaimanapun juga perusahaan atau sekolah tetap menginginkan pekerjaan dan pendidikan tetap berjalan sesuai jadwal. Salah satu penambah mood cukup penting namun sederhana adalah warna.
Arti Warna
Telah dibicarakan sebelumnya bahwa warna adalah salah satu bentuk komunikasi nonverbal sekaligus universal yang sangat kuat. Secara tidak sadar orang-orang telah dipengaruhi olehnya. Namun, memilih warna yang tepat itu sungguh subjektif. Pandangan atau reaksi seseorang pada warna tergantung dari banyak faktor, misalnya preferensi orang atau latar belakang budaya.
Sementara secara umum dikenal dua kelompok temperatur warna (warna dingin dan warna hangat), Kathleen Burns dalam artikel “You’re Not Colorblind! Improve Your Color Sense Now” di laman zilliondesigns.com, mengenalkan bahwa arti warna dapat berbeda karena latar belakang geografis dan budaya.
Budaya Barat
Merah: gairah, cinta, amarah
Oranye: energi, kebahagiaan, vitalitas
Kuning: kebahagiaan, harapan, tipu daya
Hijau: pertumbuhan, alam
Biru: tenang, bertanggung jawab, kesedihan
Ungu: kreativitas, royalti, kekayaan
Hitam: misteri, keanggunan, kejahatan
Putih: kemurnian, kebersihan, kebajikan
Budaya Timur (terutama Tiongkok)
Merah: kemakmuran, keberuntungan, warna pengantin
Oranye: kebahagiaan, spiritualitas
Kuning: suci, kekaisaran
Hijau: kehidupan baru, regenerasi, harapan, kesuburan
Biru: keabadian
Ungu: kekayaan
Hitam: kekayaan, kesehatan dan kemakmuran
Putih: kematian, duka, dan pemakaman
Warna-warna hangat penambah mood
Dalam roda warna, merah, oranye, dan kuning masuk dalam kategori warna hangat. Ketiga warna ini dikenal sebagai penambah semangat dan bersifat dinamis.
Kuning. Menurut Morton, kuning adalah warna yang paling bercahaya dari seluruh spektrum warna dan warna yang paling menarik perhatian lebih dari warna lainnya. Warna ini menandakan kebahagiaan, dan optimisme, pencerahan dan kreativitas, atau menggambarkan sinar matahari.
Merah. Warna kedua penarik perhatian setelah kuning adalah merah. Dia melambangkan cinta yang penuh gairah dan rayuan, namun sekaligus juga kekerasan, bahaya, kemarahan, dan petualangan. Menurut Morton, pada jaman prasejarah, merah dilihat sebagai warna penuh energi dan kekuatan hidup. Lebih lanjut, Morton menganggap klaim bahwa warna merah dapat meningkatkan tekanan darah dan mempercepat detak jantung adalah suatu mitos. Menurut dia, merah memang warna yang kuat, namun efek langsung hanya sementara dan tidak berlaku bagi semua orang.
Oranye. Warna oranye berkesan cerah, sehat, segar, menawan dan menarik, namun dapat berkesan kasar. Oranye melambangkan energi, vitalitas, keceriaan, kegembiraan, petualangan, kehangatan, dan kesehatan yang baik.
Ketiga warna diatas berkesan sangat kuat. Menerapkannya dalam elemen interior terlalu banyak, mungkin akan terasa berlebihan. Gunakan warna-warna ini hanya sebagai aksen. Sematkan aksen merah pada salah satu dinding ruang home office sebagai penyemangat. Warna kuning lembut cocok untuk ruang bermain dan kamar anak-anak karena kesannya yang membahagiakan. Warna oranye juga cocok untuk home office karena sifatnya yang mencairkan gairah merah dengan kehangatan kuning. Aksen cat oranye atau wallpaper di salah satu dinding sudah cukup. Atau mungkin Anda dapat menyematkan beberapa warna oranye melalui soft furnishing , item dekorasi, atau perlengkapan kantor.
Namun terlepas dari pendapat diatas, perlu diingat bahwa Andalah yang memutuskan. Ada baiknya sebelum mengaplikasikannya ke dalam rumah, Anda melakukan eksperimen sederhana tentang warna-warna yang Anda dan keluarga suka. Terkadang warna tertentu secara umum dapat memengaruhi suasana hati, perasaan, atau emosi orang lain namun tidak memunculkan mood apapun bagi Anda. Selamat mencoba. (ntdindonesia/averiani)
Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
