Sejak dulu, saya sudah mengajurkan bagi para keluarga agar mengenalkan realita keuangan sedini mungkin kepada anak-anak ketika mereka beranjak remaja. Saya tahu benar, dulu saya tumbuh besar tanpa tahu cara mengelola uang dan ini nyata terbukti dalam setiap keputusan salah yang saya buat atas pengeluaran uang selama 10 tahun.
Selama beberapa kurun waktu terakhir, saya berkesempatan mengamati secara dekat para keluarga membesarkan anak mereka dan ada banyak sekali yang sukses namun ada beberapa yang gagal. Saya terkesan dengan beberapa orang muda yang merupakan generasi inti masa mendatang. Dua di antaranya adalah keponakan dan saudara sepupu saya, mereka adalah jenis orang yang sangat berpotensi bagi dunia dan alangkah bangga jika anak saya kelak bisa menjadi seperti mereka.
Di waktu yang sama, saya juga melihat banyak remaja yang menghabiskan uang dengan sembrono, menghabiskan ratusan bahkan jutaan pada hal-hal yang sama sekali tidak perlu, dan terus-menerus mengulangi perbuatannya seolah-olah tidak ada konsekuensinya sama sekali. Orang-orang seperti ini, yang saya takutkan, akan jatuh kedalam kesulitan seperti yang pernah saya alami.
Ketika anak-anak saya menginjak masa remaja, apa yang bisa saya lakukan untuk mengajarkan mereka pentingnya mengelola uang? Topik inilah yang membuat saya berpikir cukup lama, sepanjang waktu saya berupaya mencari ide dan penemuan. Akhirnya hari ini, saya berkesempatan membacakan beberapa hal ini dan menarik strategi yang kelihatannya efektif untuk diterapkan.
Waktu Dini
Memperkenalkan kepada mereka sedini mungkin akan arti pentingnya menabung, memberitahu bahaya utang kartu kredit, menanamkan jiwa kewirausahaan serta memperkenalkan mereka akan prinsip penyusunan anggaran. Lebih baik dimulai saat mereka masih sepenuhnya dapat memahami akan makna dari semua hal tersebut daripada kelak ketika dewasa, mereka akan lebih sulit menerima karena dalam pemikiran mereka telah terbentuk suatu konsep yang salah. Ini akan menguras lebih banyak upaya untuk mengembalikan semua perilaku buruk mereka.
Uang Saku
Uang saku sepenuhnya diberikan tanpa syarat. Ini bukanlah sebuah alat untuk menilai baik tidaknya perilaku, melainkan alat untuk mengajarkan dasar pengelolaan uang.
Extra Uang Saku untuk Extra Tugas
Jika Anda memiliki setumpuk tugas tambahan di samping tugas-tugas rumah tangga biasa, sebaiknya tawarkan pembayaran terpisah kepada anak sebagai imbalan atas tugas yang mereka kerjakan. Biarkan mereka (atau bahkan mendorong mereka) untuk belajar menegosiasikan imbalan yang sesuai, sehingga mereka bisa belajar seni negosiasi.
Buka Rekening Bank
Ketika anak-anak telah cukup mengerti, ajarkan mereka untuk membuka rekening tabungan dan ajak mereka untuk menyimpan uang di bank. Tunjukkan kepada mereka perolehan bunga tiap bulannya. Ketika mereka beranjak dewasa, Anda dapat menjelaskan jenis investasi lainnya beserta profil resikonya seperti reksadana, obligasi, emas, dll dan biarkan mereka memilih dari antara investasi ini.
Berikan gambaran tetang tujuan jangka panjang atas investasi yang mereka pilih secara serius, seperti kuliah atau uang muka rumah, sehingga mereka dapat mulai mendapatkan bayangan untuk jangka panjang. Hal ini memungkinkan Anda untuk membedakan antara tabungan jangka pendek dan investasi jangka panjang.
Seiring dengan semakin bertambahnya nilai tabungan, biarkan anak Anda agar mengelola seluruh anggarannya sendiri, menyiasati tabungan, mengatur pengeluaran, mendermakan uang, dan mengelola investasi sesuai keinginan mereka sendiri.
Tunjukkan Anggaran Bulanan Anda
Beritahukan kepada mereka pendapatan yang Anda peroleh tiap bulannya, lalu bagaimana uang tersebut Anda distribusikan untuk membayar uang sekolah dan les, pajak, cicilan rumah, cicilan mobil, tagihan listrik, air, pulsa, belanja bulanan, dan sebagainya. Biarkan mereka melihat realita kedewasaan dan bagaimana mahalnya biaya-biaya itu. Kita sedang membicarakan tentang pilihan yang kelak dia akan buat sepanjang hidup.
Bedakan Antara keinginan dan Kebutuhan
Ini ada kaitannya dengan pasal sebelumnya yakni menunjukkan anak-anak anggaran bulanan Anda. Beberapa barang yang merupakan kebutuhan seperti sekolah dan makanan. Hal lainnya yang merupakan keinginan seperti hiburan.
Semakin baik Anda bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan dan mengontrol keinginan tersebut, semakin besar kemungkinan Anda mengajar mereka untuk mengendalikan keinginan mereka sendiri. Itu salah satu kunci terbesar untuk kesuksesan keuangan pribadi orang dewasa. (epochtimes)
Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
