Di era yang serba elektronik ini, tidak dapat dipungkiri jika buku masih memainkan peranan penting, terutama pada kategori buku anak-anak. Masih banyak orang tua yang lebih rela membelikan buku untuk anaknya daripada memberi mereka perangkat elektronik, entah itu buku aktivitas, buku cerita, atau bahkan buku bergambar untuk first reader.
Meski e-book yang diperkenalkan tahun 2007, sempat menjadi tren dan diprediksikan sebagai pengganti buku. Namun dewasa ini, buku kembali memenangkan hati para pembaca. Menurut Michael Kozlowski, melalui laman goodereader, penjualan buku hardback meningkat 6,2%, sedangkan buku paperback meningkat 2,2% dari tahun 2017 ke tahun 2018, dibandingkan penjualan e-book yang menurun 3,9%. Demikian juga pada tahun sebelumnya, menurut The Wall Street Journal, penjualan buku di USA meningkat 5%, sedangkan penjualan e-book turun 17%. Ini menunjukkan fenomena kebangkitan buku, yang bagi sebagian orang dirasa cukup mengejutkan.
Jika Anda seorang pecinta buku atau lebih memilih membelikan buku daripada perangkat elektronik pada anak, dan menyaksikan film Beauty and the Beast, film adaptasi dari cerita dongeng tulisan Gabrielle-Suzanne Barbot de Villeneuve, seorang novelis asal Prancis, pasti Anda tidak akan melupakan adegan yang memperlihatkan saat Beast menghadiahkan koleksi bukunya pada Belle. Koleksi buku yang tertata rapi di ruang perpustakaan sebesar 2 lantai. Wow!
Namun, jangan berkecil hati, Anda tidak perlu memiliki ruang perpustakaan pribadi sebesar 2 lantai seperti dalam kastil Beast ?tentu saja, jika Anda memilikinya? akan lebih menyenangkan. Alih-alih memiliki ruang perpustakaan dua lantai, sesuaikan perpustakaan pribadi Anda dengan kondisi rumah. Tujuan utamanya hanyalah memberi tempat yang layak untuk koleksi buku-buku Anda. Namun, jika ruangan tersebut menjadi salah satu pojok favorit Anda, mengapa tidak? Berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan dalam menciptakan perpustakaan “mini” Anda.
Area kosong
Dinding. Manfaatkan dinding kosong sebagai rak buku. Anda dapat memilih dinding di sepanjang koridor antar ruang, dinding ruang makan, atau dinding ruang keluarga. Gunakan papan sebagai alas buku. Kreasikan papan sesuai keinginan. Anda dapat memasangnya memanjang di sepanjang koridor dan berjajar dua atau tiga baris ke bawah. Atau membuat beberapa kotak persegi empat, persegi lima, atau persegi enam. Atau bahkan memasang papan secara diagonal di sepanjang dinding. Jika Anda sudah memiliki rak buku, letakkan rak di salah satu dinding atau gunakan rak sebagai pembatas ruang.
Bawah tangga. Jika Anda memiliki rumah 2 lantai dan terdapat area kosong di bawah tangga, manfaatkan area tersebut sebagai perpustakaan mini. Lengkapi area tersebut dengan kursi duduk yang nyaman dan pencahayaan yang cukup. Selain dapat digunakan sebagai perpustakaan mini, ruang mini tersebut dapat sekaligus digunakan sebagai pojok membaca yang nyaman.
Bawah plafond. Jika Anda memiliki langit-langit ruangan yang cukup tinggi, Anda bisa membuat lantai mezanin di atas salah satu ruangan yang menurut Anda paling memungkinkan. Tidak perlu menggunakan lantai permanen untuk membuat mezanin, yang terpenting lantai tersebut diberikan perkuatan yang cukup untuk menopang buku-buku diatasnya dan tangga yang aman. Selain sebagai perpustakaan mini, anak Anda pasti menyukai ide “rumah di dalam rumah” Anda tersebut.
Tempat Duduk
Perpustakaan mini tidak akan lengkap tanpa sofa atau bantal. Tambahkan alas duduk ala korea atau jepang lengkap dengan bantalan kursinya. Atau tambahkan kursi atau sofa yang nyaman. Selain aktivitas membaca lebih berkualitas, Anda juga dapat duduk lebih nyaman dan tenang, terlebih saat anak ingin dibacakan cerita atau belajar membaca.
Pencahayaan
Pencahayaan cukup penting pada aktivitas membaca. Secara ideal, penerangan alami sangat dianjurkan. Jika rumah Anda memiliki ruang di bawah atap (loteng), Anda dapat menggunakannya. Gantilah dua atau tiga penutup atap dengan penutup atap transparan sehingga cahaya dapat langsung masuk. Namun, jika pencahayaan alami tidak memungkinkan, karena perpustakaan Anda berada di dalam ruangan, Anda dapat menambahkan penerangan artifisial. Kelebihan penerangan artifisial, selain berfungsi sebagai penerangan saat membaca, dia juga dapat digunakan sebagai aksen dekorasi. (bud/averiani)
Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
