Keluarga

Mengajarkan Anak Nilai Keberagaman: Kita Berbeda, Kita Sama

Anak-anak bermain @freepik

Pernahkan Anda mendapatkan pertanyaan sulit dari anak Anda tentang seseorang di depan Anda, yang membuat Anda merasa canggung di hadapannya? Seperti misalnya, perihal keberagaman?

Umumnya, reaksi orangtua akan cepat-cepat mengalihkan topik pembicaraan atau mengajaknya menyingkir secepat mungkin. Namun, cara ini umumnya akan membuat anak menjadi lebih penasaran, karena menyiratkan ada sesuatu yang salah dengan orang tersebut atau ada hal yang salah dengan pertanyaan itu.

Berbeda dengan orang dewasa yang dapat menahan diri (atau setidaknya tidak berbicara keras di dekatnya) saat ada seseorang atau sekelompok orang yang berbeda dengan dirinya, anak cenderung menanyakan atau mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya, saat itu juga.

Alih-alih menyingkir atau mengalihkan pertanyaan, cobalah menanggapinya secara singkat dan obyektif dengan cara yang mudah dimengerti anak.

Seperti yang disampaikan Christy Tirrell-Corbin, Ph.D. direktur Early Childhood/Early Childhood Special Education, University of Maryland, dalam artikel How to Teach Children About Cultural Awareness and Diversity, “Sebagai contoh, jika anak Anda berkomentar tentang perbedaan warna kulit seseorang, sampaikan padanya, ‘Warna kulitnya putih karena orangtua kandungnya memiliki kulit putih.’ Jika anak Anda bertanya mengapa orang itu duduk di kursi roda, katakan padanya, ‘Dia memerlukannya karena sakit dan tidak bisa berjalan sendiri, jadi harus dibantu dengan kursi roda untuk berpindah tempat.’”

Memperkenalkan anak dengan keberagaman akan membantu mereka memahami dan menghormati tentang persamaan maupun perbedaan. Sesungguhnya, seorang anak telah mengenal konsep perbedaan sejak usia dini.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Phyllis A. Katz, seorang profesor di University of Colorado, mendapati bayi usia enam bulan, menatap jauh lebih lama pada foto-foto orang dewasa yang memiliki warna berbeda dari orangtua mereka.

Maka tidak mengherankan jika suatu saat mungkin anak Anda akan menanyakan suatu hal pada diri seseorang yang menurutnya berbeda. Peran orangtualah yang nantinya membantu anak memahami perbedaan antropologi, sejarah, agama, atau geografi dalam konteks ras, kelompok etnis, budaya, agama, bahasa, dan sejarah.

Berikut beberapa cara sederhana yang dapat mengenalkan keberagaman pada anak:

  • Permainan

Anak-anak identik dengan bermain, karena bermain adalah “pekerjaan utama” mereka. Memperkenalkan keberagaman seperti ras, agama, bahasa, tradisi, dan gender melalui permainan menawarkan pengalaman baru dengan cara yang menyenangkan bagi anak-anak.

Salah satu aktivitas yang dikenalkan Penn State Extension dalam artikel, “We are different, we are the same: Teaching young children about diversity” dalam laman extension.psu.edu adalah “Penyesuaian warna kulit.” Tujuannya membantu anak-anak belajar tentang berbagai warna kulit dan latar belakang etnis.

Alat yang dibutuhkan:

Stocking nilon selutut dalam berbagai warna seperti cokelat, hitam, putih, merah muda, kuning, dan merah

Cara bermain:

Mintalah anak-anak mencoba stocking di tangan, lengan, atau kaki mereka. Ajukan pertanyaan yang dapat membantu anak menyadari tentang warna kulit, seperti: “Apakah ada stocking yang sama dengan warna kulit kita?” Mintalah anak-anak mencoba warna lain dan tanyakan pada mereka, “Apakah ini lebih terang atau lebih gelap daripada warna kulit kalian?”

  • Buku

Buku anak-anak adalah sumber yang sangat bagus. Untuk mengenalkan kebhinekaan, Anda dapat mengenalkan cerita rakyat Indonesia. Sedangkan untuk keberagaman di dunia, Anda dapat mencari dongeng-dongeng klasik dari manca negara. Selain anak dapat mengembangkan identitas sendiri, juga dapat membantu pemahaman mereka atas perbedaan ras, suku, budaya, kepercayaan, dan geografi.

Ajarkan juga pada anak bahwa semua manusia adalah sama dan setara, tidak memandang rupa maupun latar belakangnya, yang terpenting adalah hati dan perilaku seseorang.

  • Budaya

Meskipun buku dapat membuka mata anak-anak terhadap perbedaan, namun mengenalkannya secara langsung umumnya akan lebih mengena.

  • Kenalkan anak-anak dengan berbagai budaya. Hadiri pentas budaya atau acara yang dirayakan oleh kelompok atau etnis tertentu, seperti perayaan Festival karapan sapi, Sekaten, Erau Kertanegara, Pertunjukan wayang orang, Tahun Baru Imlek, dan lain sebagainya
  • Mendorong anak berteman dengan siapa saja, terlepas dari latar belakang ras, etnis, agama, atau kemampuannya.
  • Untuk anak-anak yang sedikit lebih besar, kenalkan makanan dari berbagai daerah di Indonesia atau makanan khas mancanegara.

Jangan lupa, sampaikan pada anak Anda bahwa budaya yang berbeda akan memperkaya dan menambah khasanah dunia, jadi jangan takut dengan perbedaan.

  • Role model

Memperkenalkan keberagaman pada anak melalui berbagai macam cara dan media memang diperlukan untuk menambah pengetahuan dan pengalaman anak, namun yang terpenting adalah Anda sendiri. Anak adalah cerminan dari orangtua. Jika Anda telah menerapkan toleransi dalam kehidupan sehari-hari, niscaya anak akan melihatnya sebagi contoh nyata dalam kehidupannya. (NTD Indonesia/ averiani)