Keluarga

Mengajarkan Baby Sign Language pada Bayi Anda (Bagian 2)

Bahasa isyarat bayi
Bahasa isyarat bayi. @Pexels

Anda mungkin pernah merasakan bagaimana bingungnya mengartikan tangis putra atau putri Anda, saat mereka belum dapat berbicara. Terlebih bagi Anda yang baru melahirkan pertama kali, Barangkali Anda juga pernah mengalami saat-saat dimana Anda memandang mereka – terutama ketika mereka sedang meratap – dengan rasa putus asa, bertanya-tanya apa yang sebenarnya diinginkannya?

Demikianlah ide dibalik adanya Baby Sign Language, suatu kumpulan isyarat simbolik atau gerakan isyarat sederhana yang dilakukan bersamaan dengan pengucapan kata-kata yang dimaksudkan untuk memudahkan bayi berkomunikasi sebelum mereka dapat berbicara secara verbal.

Mengapa perlu menggunakannya? Menurut Michelle Macias, M.D., ketua bagian perkembangan dan perilaku pediatri the American Academy of Pediatrics, menggunakan baby sign language pada bayi Anda akan memberi gambaran tentang pikirannya, yang pada akhirnya akan membantu memperkuat ikatan Anda berdua, seperti dituliskan dalam artikel Teaching Baby Sign Language: A Guide for New Parents karya Lori Miller Kase and Gina Bevinetto Feld dalam laman parents.com. Selain itu, menggunakan baby sign language juga dapat mengurangi rasa frustrasi (dan tantrum) yang disebabkan ketidakmampuan anak Anda untuk menyampaikan kebutuhannya.

Jika Anda berpikir ingin menggunakan baby sign language, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar cara ini berhasil diterapkan. Beberapa cara antara lain:

Peragakan dan ucapkan. Usahakan saat Anda mengucapkan kata yang dimaksudkan selalu dibarengi dengan memeragakan gerakan yang mengisyaratkan kata tersebut. Misalnya kata “susu” diperagakan dengan gerakan seperti memeras. Maka, setiap kali Anda mengucapkan kata susu, usahakan agar selalu dibarengi dengan memeragakan gerakan memeras. Meskipun Anda mengucapkan dengan kalimat yang berbeda. Sebagai contoh: “Adek mau ‘susu'”? ; “Ini ‘susu’ Adek ya” ; “Tuh, lihat.. kakak juga minum ‘susu'”. Hal ini juga berguna ketika bayi Anda mulai belajar berbicara, dia akan ikut belajar mengucapkannya juga.

Konsisten. Terkadang anak tidak hanya diasuh oleh orang tua, Jika di rumah Anda juga tinggal kakek, nenek, tante, oom, pengasuh, atau nanny, sampaikan pada semua orang untuk selalu melakukan hal yang sama. Ajarkan pada mereka semua baby sign language yang ingin Anda kenalkan pada anak Anda. Ini dilakukan agar anak Anda mengetahui bahwa semua orang juga melakukan saat ingin menyampaikan sesuatu. Meskipun tidak selalu lebih cepat menangkap, setidaknya lingkungan juga dapat mendukung pembelajaran baby sign language.

Toleransi. Bagi anak berusia 6 bulan, melakukan gerakan persis dengan gerakan yang Anda peragakan mungkin tidak terlalu mudah. Jika bayi Anak sudah mencoba menirukan gerakan Anda, namun belum dapat melakukan secara sempurna, berilah toleransi. Pastikan Anda memperhatikan dan mengamati baik-baik gerakan tangannya saat anak sedang mencoba melakukannya. Begitu Anda berhasil menebak apa yang ingin dia sampaikan, akan menambah percaya diri bayi Anda.

Pengulangan. Pengulangan adalah kunci pembelajaran. Dengan melihat gerakan yang sama terus menerus, bayi Anda akan belajar dan menirukannya dengan lebih cepat. Mungkin bayi Anda tidak langsung dapat memeragakannya. Ini tidak masalah. Lambat laun, setidaknya saat dia mulai menginjak usia 6 bulan, saat motoriknya mulai lebih kaya, Anda akan melihat dia mulai mencobanya.

Sebenarnya Anda dapat membuat sendiri isyarat gerakan tersebut, karena tidak semua negara menerapkan baby sign language yang sama. Asalkan bahasa tersebut dipahami oleh Anda dan bayi Anda, tidak ada masalah. Kelebihan menggunakan baby sign language universal hanya pada kemudahan mendapatkan tutorial melalui internet.

Anda juga tidak perlu mengajarkan semua bahasa isyarat pada bayi Anda. Karena nanti ketika bayi Anda sudah dapat berbicara, baby sign language ini akan hilang dengan sendirinya, Ajarkan beberapa isyarat yang paling diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Diantara sekian banyak isyarat dasar yang digunakan, ada 5 isyarat dasar yang paling sering digunakan.

Kelima isyarat dasar tersebut, antara lain:

Meminta lagi: Satukan kelima ujung jari hingga membentuk kerucut. Kemudian sentuhkan kedua ujung kerucut tangan kanan dan kiri, pisahkan, dan sentuhkan kembali. Lakukan berulang-ulang.

Selesai: Telapak tangan menghadap ke dalam, lalu putar tangan sehingga menghadap ke luar. Lakukan berulang menghadap ke dalam dan keluar.

Makan atau makanan: Satukan kelima ujung jari hingga membentuk kerucut dan ketukkan di mulut Anda.

Minum susu: Gerakkan jari Anda seperti sedang memerah susu sapi. Lakukan gerakan secara berulang.

Minum air putih: Tangkupkan telapak tangan Anda membentuk cangkir dan seolah akan menuangkan isinya ke dalam mulut.

Isyarat pertama dan kedua, banyak digunakan saat Anda akan menawarkan makanan, minuman, atau bahkan saat bermain, apakah mereka ingin meminta lagi atau sudah selesai. Sedangkan ketiga isyarat lainnya banyak digunakan terutama ketika bayi Anda mengisyaratkan ingin sesuatu namun Anda tidak mengetahui apakah dia sedang menginginkan makanan, minuman, atau minum susu. (ntdindonesia/averiani)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI

slot gacor