Site icon NTD Indonesia

Mengapa Anak Muda Tiongkok Kuno Berbudi Luhur?

(Image : Ralph Rego/ Flickr)

Di Tiongkok kuno, para orang tua membesarkan anak-anak mereka sedemikian rupa sehingga anak itu akan patuh pada nasihat orang tua meskipun orang tua mereka tidak berada Bersama mereka. Ambil contoh kisah tentang Fei Hong.

Suatu kali Fei Hong bermain catur dengan temannya dan tentu saja keduanya ingin menang. Keduanya akhirnya bertengkar, Fei Hong pun menampar wajah temannya dan membuat temannya sangat marah. Ayah Fei Hong sedang berada jauh dari rumah pada waktu itu tetapi ia mengirim surat untuk Fei Hong setelah mengetahui kejadian itu.

Dalam suratnya, ayahnya menyertakan pemukul bambu dan memerintahkan Fei Hong untuk membawa pemukul bambu kepada temannya untuk meminta maaf dan dihukum akibat perilakunya. Fei Hong mengikuti perintah ayahnya dan pergi ke rumah temannya. Awalnya, temannya tidak mau menemui Fei Hong, hingga Fei Hong mengambil pemukul bambu itu dan mulai memukul dirinya sendiri.

Setelah memukul dirinya sendiri beberapa kali, temannya keluar dan melihat apa yang dilakukan Fei Hong. Tanpa bicara, temannya mulai menangis keras dan memeluk Fei Hong. Fei Hong bingung. Dia bertanya kepada temannya: “Ini sepenuhnya salahku, tetapi mengapa kamu yang menangis kencang sekali?”

Temannya berkata, “Saya ingin seperti kamu. Kamu memiliki ayah yang keras terhadap kamu, tetapi ayah saya sudah meninggal. Saya ingin memiliki seseorang yang bisa menjaga dan mendidik saya. Hal yang tidak mungkin, bukan? Itu sebabnya saya sangat sedih.”

Sejak itu, keduanya berteman baik dan menjadi saudara.

Fei Hong lahir di masa Dinasti Ming dan meraih juara dalam ujian kekaisaran. Dia memegang banyak posisi penting dari menteri pendidikan hingga perdana menteri. Dia dijebak dan dipaksa pensiun dari istana kekaisaran. Setelah namanya dipulihkan, dia kembali ke istana untuk mengabdi. Dia keluar dan masuk kembali ke istana sebanyak tiga kali sepanjang hidupnya.

Fei Hong memiliki jalan karier yang sukses, yang mana tidak luput dari didikan dan disiplin yang tepat dari orang tuanya. Demikian orang Tiongkok masa lalu tumbuh dewasa dengan karakter yang luhur. (visiontimes/the/may)