Keluarga

Mengapa Sering Melakukan White Lies?

Wanita berpikir @Pixabay
Wanita berpikir @Pixabay

Banyak yang telah memahami bahwa kejujuran sangat penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya karena dibutuhkan dalam kerjasama bisnis maupun sosial, namun orang-orang juga telah menyadarinya sebagai tuntutan spiritual.


Namun demikian, dalam beberapa hal, terkadang kita masih melonggarkannya dengan melakukan white lies atau kebohongan-kebohongan kecil. Lantas, apakah yang membuatnya begitu menarik untuk dilakukan meskipun banyak yang telah mengetahui pentingnya arti sebuah kejujuran? Secara garis besar umumnya white lies ini dilakukan karena beberapa hal berikut ini :


Melindungi citra
Pamela Meyer penulis buku Liespotting saat menyampaikan seminar How to spot a liar dalam TED talk mengatakan bahwa, berbohong adalah upaya untuk menjembatani kesenjangan antara keinginan kita dan fantasi kita tentang siapa diri kita dan bagaimana kita bisa menjadi apa yang kita inginkan dengan seperti apa diri kita yang sebenarnya. Umumnya hal ini dilakukan untuk menjaga citra, menghindari perasaan malu, atau tidak ingin direndahkan.


Keuntungan
Secara umum, kebanyakan pembeli menginginkan barang bagus dengan harga yang murah, sedangkan penjual kebanyakan menginginkan keuntungan yang lebih besar atau banyak. Maka saat tawar menawar harga, tidak sadar terkadang kita melakukannya agar mendapatkan keuntungan yang maksimal. Seperti contoh seorang pedagang mengatakan, dia tidak ada untung jika harga ditawar lagi. Di sisi lain seorang pembeli menyinggung bahwa harga di tempat lain jauh lebih murah daripada di sini.


Menghindar
Terkadang kita sengaja berbohong karena tidak ingin melakukan suatu pekerjaan atau aktivitas tertentu. Seorang anak terkadang beralasan sedang belajar ketika diminta ibunya berbelanja ke pasar. Atau seseorang terpaksa mengatakan telah memiliki janji dengan orang lain ketika diminta menemani rekan sekerjanya melihat pertunjukan teater. Umumnya mereka tidak berani atau enggan menolak secara langsung karena takut atau sungkan.


Menjaga perasaan orang lain
Umumnya, kita melakukannya karena untuk menjaga perasaan orang lain. Misalnya, saat kita ditanya, apakah masakan teman enak, atau apakah baju yang dipakai cocok, atau bahkan pertanyaan yang jelas terlihat seperti “apakah aku terlihat gemuk atau tidak?” Kita sering kali memilih berbohong untuk melindungi perasaan teman dan keluarga kita.


Secara umum, kita menentang ketidakjujuran, namun karena beberapa alasan diatas, entah secara sadar maupun tidak sengaja, kita memilih untuk berbohong – meski kecil. Dalam seminar yang sama, Meyer menyebutkan pada hari-hari tertentu, kita melakukan kebohongan dari 10 hingga 200 kali. Bahkan dia mengklaim, orang asing cenderung berbohong tiga kali lipat dalam 10 menit pertama pertemuan mereka. Dapat studi tersebut dapat kita lihat, bahwa seseorang juga berbohong pada orang-orang yang dekat dengannya dan cenderung berbohong lebih banyak pada orang yang tidak dikenalnya.


Jika berbicara tentang kejujuran, sebenarnya kita dapat memikirkan seberapa penting kita menginginkan orang lain untuk percaya pada diri kita. Seberapa besar kita menghargai sebuah integritas. White lies mungkin tampaknya sederhana dan hanya kebohongan kecil. Namun jika kita terlalu sering melakukan, dampaknya tentu tidak akan bagus untuk diri kita.


Jika kita telah berkomitmen untuk menjaga integritas, maka mulailah menjalani hidup dengan komunikasi yang lebih jujur dan terbuka. Di awal mungkin akan terasa sulit. Saat keengganan melanda, ingatlah bahwa suatu saat orang akan mengetahui kebohongan kita. Ketika hal itu terjadi, citra yang kita miliki, kejujuran yang telah kita lakukan akan pupus tertutup oleh kebohongan kecil tersebut. Kita mungkin tidak sempurna, namun saat berusaha tetap melakukan komunikasi dengan lebih jujur, kita akan merasakan kedamaian di dalam hati. (ntdindonesia/averiani)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI