Keluarga

Mengatasi Dinding Lembab

Dinding lembab @Pexels
Dinding lembab @Pexels

Dinding yang selalu lembab dapat menyebabkan cat terkelupas, menggelembung, atau berjamur. Jika hal tersebut terjadi dalam jangka waktu panjang, maka semakin lama akan merambat ke area lain dan bahkan dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada penghuni rumah.

Melakukan perbaikan secepatnya tentu harus dilakukan, namun ada baiknya, sebelum melakukan perbaikan, perlu mengetahui sumber penyebabnya terlebih dahulu. Ini dilakukan agar dapat memutuskan solusi yang tepat dan menghindari perbaikan yang berulang-ulang.

Dinding yang lembab terjadi karena berbagai sebab, dan solusi untuk mengatasinya pun berbeda-beda tergantung penyebabnya. Dari sekian banyak terjadinya dinding lembab pada umumnya dapat dibagi menjadi tiga penyebab utama, antara lain:

Plester lembab

Ini umumnya terjadi pada dinding yang berbatasan langsung dengan area luar. Selain terkena air hujan secara langsung, bisa juga karena terkena tampias air hujan atau merembes melalui celah antara dinding dan bingkai jendela atau pintu. Jika dinding tidak dilapisi dengan waterproof, maka air hujan akan meresap dalam pori-pori. Kondisi ini semakin diperparah bila dinding bagian luar belum diplester. Air hujan akan semakin mudah meresap.

Solusi:

Aplikasikan plester dan waterproof pada permukaan dinding yang belum diplester tersebut. Untuk dinding yang telah menggunakan plester, cukup dengan melapisi waterproof. Namun jika rembesan air masih berlanjut, artinya plester sudah sampai pada titik jenuh sehingga perlu mengelupas plester lama dan melapisinya dengan plester baru. Sedangkan untuk rembesan yang terjadi diantara dinding dan bingkai, tutup celah di sekeliling pintu dan bingkai jendela pada dinding.

Kebocoran

Kebocoran akibat genteng yang rusak atau terlepas, retak pada pada bubungan, talang air yang tersumbat, maupun pipa air (ditanam di dalam tembok) yang pecah, juga dapat menyebabkan dinding lembab. Umumnya hal ini ditandai dengan area basah di sekitar plafon atau di sisi yang sejalur dengan saluran air seperti pada kamar mandi atau dapur.

Solusi:

Perbaiki sumber masalah yang mengakibatkan kebocoran. Perbaiki genteng, talang air yang tersumbat, dan penyebab kerusakan lainnya. Setelah itu baru mulai mengupas cat dan melakukan pengecatan ulang.

Rembesan air tanah

Air tanah dapat naik ke dinding karena adanya fenomena kapiler. Umumnya hal ini disebabkan karena pasangan bata diatas sloof tidak menggunakan plester kedap air (trassram) atau bisa juga karena kesalahan pengerjaan pondasi.

Solusi:

Lapisi dinding dengan plester kedap air. Jika dinding telah jenuh air, dapat dilakukan dengan menyematkan ringbalk pada area bawah dinding. Ini untuk memutus dinding bata dari rembesan air dari tanah.
Demikian beberapa kemungkinan penyebab dinding lembab beserta solusi pemecahannya. Semoga dapat membantu. (ntdindonesia/averiani)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI

slot gacor

situs slot gacor